BAHANKAIN.COM - Jika selama ini kita mengetahui jenis kain yang sangat beragam, tidak ada salahnya kali ini kita akan membahas bagaimana kain tersebut terbentuk.
Kain atau biasa disebut fabric adalah lembaran tekstil yang merupakan bahan utama untuk pembuatan garment yang dapat diperoleh dengan jalan weaving (menenun), knitting(merajut) dan non woven.

Dalam proses pembuatannya, serat yang digunakan tidaklah sama, berikut sifat-sifatnya:
Hasil dari pemintalan serat tersebut akan menghasilan Yarn (Benang), yang dalam proses pembuatannyapun ada berbagai cara:
Yarn (Benang) telah terbentuk, kemudian akan dilakukan proses yang lebih tinggi untuk mengahislkan Fabric (Kain).
Proses tersebut dapat diproleh melalui:
Proses selanjutnya adalah proses untuk memberi keunikan warna. Dalam proses pewarnaan, dapat dilakukan dengan cara:
Segala proses yang telah terjadi akan disempurnakan dalam proses Finishing, dimana proses ini bertujuan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu pada Fabric (Kain), yang tidak dapat diperoleh dari proses Dyeing ataupun Printing. Finshing dapat dilakukan dengan cara mekanika, kimia, maupun kombinasi mekanika dan kimia.
Jadi, selembar Fabric (kain) akan terbentuk melalui proses yang panjang. Yang pada akhirnya, akan menambah keindahan para penggunanya setelah dibentuk sedemikian rupa sesuai mode yang diinginkan.
Sumber: Fabric Sourcing Handbook
Kain dalam Seni Kontemporer: Lebih dari Sekadar Bahan Pakaian
Sold Out di Mana-Mana, Koleksi Jung Kook x Calvin Klein Kini Hadir di Jakarta
Panduan Memilih Kain Upholstery Untuk Sofa dan Furniture Outdoor
Dulu Cuma Dipakai Bangsawan, Sekarang Jadi Fashion Mahal: Sejarah Mengejutkan Baju Tidur dan Loungewear
Benarkah Outfit Bisa Mempengaruhi Mood? Ini Jawabannya Menurut Psikologi
Cotton Combed vs Cotton Bamboo, Apa Sih Bedanya?
Bukan Sekadar Olahraga: Kenapa Outfit Gym Sekarang Jadi Simbol Status Sosial?
Transformasi Jam Tangan Saku, Dari Aksesori Klasik Menjadi Statement Piece Pop Art
Mengenal Bahan Kaos Cotton Carded dan Karakteristiknya
Oversized Fashion dan Obsesi Generasi Modern terhadap Comfort