Stylexpo

Macam Benang Katun untuk Tenun ATBM

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kain tenunnya. Kain cantiK dengan penuh filosofi ini merupakan harta berharga yang diturunkan dari nenek moyang kita terdahulu dan menjadi kebanggaan tersendiri untuk memilikinya. Menenun sendiri merupakan salah satu budaya kreatif yang membutuhkan ketrampilan dan ide tersendiri untuk menciptaknnya. Zaman dahulu, hampir seluruh daerah di Indonesia mewajibkan semua wanita untuk mempunyai kemampuan dalam hal menenun. Akan tetapi, seiring dengan kemajuan zaman dan arus modernisasi, kemampuan menenun semakin langka di temukan khusunya bagi para wanita muda.

Pembuatan kain tenun dimulai dengan pembuaan benang dari kapas. Pada zaman dahulu benang dibuat dengan tradisional dengan proses yang bisa dikatakan rumit. Dan kemampuan membuat benang sediri ini sudah sangat langka ditemukan.  Banyak industry yang menawarkan berbagai macam benang sebagai pilihan untuk pembuatan kain tenun. Dalam hal ini, kita harus pandai dalam memilih benang untuk menghasilkan kain tenun yang cantik dan unik.

Benang yang bisa digunaan untuk pembuatan kain tenun secara maksimal setidaknya memenuhi beberapa karakter yang harus kita pahami sedkit banyaknya. Untuk mengenal benang tenun, setidaknya kita mengetahui tentang:

  1. Susunan, sifat, mutu dan karakteristik benang tenun
  2. Jenis benang tenun
  3. Sistem penomoran dan ukuran mengenai benang tenun
  4. Penggunaan benang tenun dalan disain tekstil

Dalam hal ini kita tidak akan membahas secara detail tentang 4 karakter diatas, namun kita akan membahas jenis benang tenun yang seperti apa yang cocok untuk pembuatan kain tenun sehingga menghasilkan kain tenun yang indah. Salah satu benang yang akan kita bahas adalah benang katun.

  1. Benang Katun Mercerised (mercerized cotton)

Benang Katun Mercerised merupakan benang katun yang dihasilkan melalui proses tertentu yang membuat benang lebih kuat, lebih berkilau dan minim susut. Benang ini juga tidak mudah berjamur, mudah menyerap warna sehingga membuat kain terlihat kuat dan cemerlang.

Proses Mercerised dipatenkan dan dikembangkan olehJohn Mercer, seorang ahli kimia Inggris pada tahun 1851. Namun metode ini baru terkenal di tahun 1890. Jenis benang yang diproses dengan system mercerized dikenal dengan benang mutiara (pearl yarn). Bennag ini biasa digunakan dalam hal membuat tenun atau rajut halus. Banyak orang menyebut benang ini sebgai benang katun super quality.

  1. Benang Katun Kombet (Combed Cotton)

Untuk benang katun selanjutnya adalah benang katun kombed. Benang ini merupakan benang katun yang sangat lembut. Serat kapas diolah secara khusus sebelum dipintal menjadi benang.

Proses ini berawal dari penggarukan (carding), kapas disisir menggunakan sikat yang lebih halus untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa, juga mengeluarkan serat kapas yang pendek seperti bulu. Sekitar 15% dari volume dihilangkan, dan hanya menyisakan serat panjang,lurus, dan selaras. Potongan kapas ini lalu dipintal menjadi benang.

Benang katun kombed, sering pula digunakan dalam pembuatan selendang dan syal.

  1. Benang Katun Kardet (Carded Cotton)

Benang Katun Kardet merupan benang yang terbuat dari kapas yang telah disiapkan untuk di pilin (spinning). Carding merupakan proses yang penting dalam pengolahan tekstil agar biji dak kotoran dikapas keluar , dan hal ini akan mempermudah proses pemilinan kapas. Tanpa proses carding, benang katun akan mempunyai tekstur kasar dan mudah putus.

Untuk benang katun kardet biasanya digunakan dalam pembuatan kain tenun berjenis tebal.

Benang katun yang digunakan mempunyai karakteristik yang berbeda. Hal ini sangat mempengarui hasil akhir dari proses pembuatan kain tenun. Bahkan tidak berhenti pada tampilan, benang yang digunakan juga berpengaruh pada perawatan kain tenun itu sendiri.


WhatsApp Kami