Makna Dibalik Motif Batik Bali

Bahankain.com - Bali sebuah pulau di timur pulau jawa ternyata juga memiliki ragam motif batik yang tidak kalah menarik dengan batik di jawa. Motif batik menurut Wikipedia adalah kerangka gambar pada batik berupa perpaduan antara garis, bentuk dan isen menjadi satu kesatuan yang mewujudkan batik secara keseluruhan. Batik sebaga warisan budaya Indonesia mempunyai makna tersendiri menurut sejarah, asal tempat dan motif yang terpancar diatasnya.

Sejarah Motif Batik Bali

Batik Bali dimulai sekitar tahun 1970 dengan dipelopori salah satunya oleh Pande Ketut Krisna yang berasal dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali. Ketut Krisna menerapkan teknik batik cap dengan bantuan alat tenun manual atau biasa disebut ATBM diatas selembar kain.

Kain batik sangat erat hubungannya dengan masyarakat Bali untuk berbagai upacara adat ataupun ritual keagamaan. Kain batik ini biasanya digunakan untuk diikatkan pada bagian pinggang atau ikat kepala (udeng).

Karakteristik Motif Batik Bali

Semua jenis motif batik di Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri untuk membedakan batik daerah satu dengan yang lainnya.

Berikut merupakan karakteristik dari motif batik bali yang perlu kita ketahui supya tidak salah memilih batik bali dengan batik daerah lainnya.

  1. Corak Batik Bali
  2. Corak obyek wisata dari nuansa alam bali, contohnya bunga kamboja, bunga sepatu, corak burung, corak ikan, gambaran masyarakat bali dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Corak atau motif budaya seperti upacara ngaben atau agama di Bali.
  4. Corak atau mitologi dari makhluk goib seperti kala, barong, buto, dan singa bersayap.
  5. Aksen Batik Bali

Aksen yang diberikan pada setiap motif serta corak dari batik bali tidak akan sama besar antara satu dengan yang lainnya.

  1. Jenis Kain Batik Bali

Motif dan  corak kain batik bali menggunakan kain mori yang berbeda-beda dengan menggunakan motif serta corak batik dari daerah-daerah yang lainnya, yakni bobot atau berat dari kain.

  1. Perpaduan Motif Tradisional dan Modern

Perpaduan motif batik bali merupakan perpaduan motif modern dan tradisional. Sebut saja seperti corak khas pulau Bali seperti Kura-kura, Naga, Burung bangau, dan juga rusa. Untuk motif tersebut dipadukan dengan sentuhan modern , design modern, jenis kain yang cenderung modern juga tentunya. Selain itu, batik bali mempunyai aroma khusus yang berasa dari pewarna alami yang digunakan.

Motif Batik Bali

Kain batik bali mempunyai motif yang sangat beragam. Berikut merupakan makna dibalik beberapa motif yang ada di kain batik bali.

  1. Motif Batik Bali Buketan

Sesuai nama yang tertera buketan berarti seikat bunga dan nama ini dari bahasa Perancis,. Motif batik ini berupa tanaman bunga atau tumbuhan kecil-kecil yang tersusun sepanjang kain dengan hiasan tambahan berupa kupu-kupu, burung hong, burung bangau, dan juga selulur yang menambahi nilai estetika.

  1. Motif Batik Bali Merak Abyorhokokai

Motif ini merupakan motif yang memberikan kebebasan berekspresi dalam karya seni dengan motif abstark dan susah dipahami. Namun motif abstrak tersbut mempunyai sisi lain dalam hal daya pikat utama dari kekhasan motif bali.

Motif Batik Bali Merak Abyorhokokai menggambarkan keindahan burung Merak sebagai poros corak utama pada kain dan disertai kelopak menyerupai bunga sakura. Merak Abyorhokokai dipengaruhi oleh kebudayaan Jepang. Merak ini juga mampu menginterprestasikan bagaiman keindahan Pulau Dewata dengan merak sebagai symbol utama.

  1. Motif Batik Bali Ulamsari Mas

Motif yang satu ini merupakan simbolik dari masyarakat yang bermatapencaharian nelayan, yang mempunyai makna kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang hidup diderah pesisir pantai.

Motif yang menggambarkan kekayaan alam yang ada di Bali ini menampilkan gambar udang dan ikan, dan motif seperti ini sangat mudah dikenali oleh anak-anak.

Dari motif ini terdapat pesan bahwa Bali tidak hanya kaya akan tempat wisata yang elok saja, namun juga kaya aka sumber daya alam yang mampu mensejahterahkan masyarakatnya.

  1. Motif Batik Bali Singa Barong

Dalam budaya Jawa maupun Bali kata “Barong” memiliki arti ajaib. Keajaiban wujud singa tersebut dapat kita lihat dari berbagai unsur yang merupakan  pengabungan antara singa atau macan (tubuh, kaki, mati), garuda (bersayap), gajah (berbelalai), dan naga (mulut menyeringai dengan lidah yang menjulur). Istilah kata barong banyak terdapat pada kesenian di Jawa maupun di Bali, dimana seekor binatang yang tidak nyata ditemukan dalam reaitas kehidupan.

Dalam hal ini, Singa Barong terbentuk dari penggabungan keempat jenis binantang yang berdasar pada makna kekuatan dan keperkasaan.

  1. Motif Batik Bali Penari Bali

Motif berikutnya adalah motif batik yang identic dengan penari Bali. Banyak sekali tarian khas di Pulau Bali, baik itu tarian dalam ritual, budaya, upacara maupun penyambutan. Para pengrajin batik mengenalkan banyaknya tarian ini ke dunia melaui motif batik.

Motif Batik Bali Penari Bali menggambarkan makna seorang penari yang sedang memperagakan salah satu gerakan tari khas Bali. Batik seperti ini sering digunakan oleh penari wanita.

  1. Motif Batik Bali Pisan

Motif terakhir yang akan kita bahas adalah motif batik Bali Pisan atau ada yang menyebutnya Motif Batik Pisang. Motif ini diambil dati pahatan batu-bayu di candi-candi Jawa pada abad ke-9.

Batik ini biasanya diberikan kepada kekasih yang akan bepergian jauh dengan maksud agar sang kekasih kembali lagi. Makna dari motif batik ini adalah harapan, doa dan keselamatan.

Dengan berkembangnya zaman, penggunaan kain batik merambah pada sisi estetika sebagai souvenir atau barang koleksi dan bisa dimiliki oleh siapa saja. Motif batik bali sangat beragam dan banyak diminati oleh segala kalangan, hal ini dapat dibuktikan dari semakin besarnya respon pasar akan batik bali.

Selain atas motif yang dapat diterima dengan baik dipasar, Bali merupakan salah satu destinasi wisata baik domestic maupun mancanegara yang banyak diminati, hal ini membuat masyarakat Bali lebih cepat berpikir kreatif untuk memikirkan motif-motif yang menarik untuk para wisatawan.