Sejarah Perkembangan Fashion Di Dunia

Sejarah Perkembangan Fashion Di Dunia

Fashion didunia ini selalu berkembang dari tahun ke tahun. Perkembangan dunia fashion sangat berpengaruh pada perang, politik, budaya, pergerakan ekonomi, social dan banyak pendukung lain lagi yang ikut andil dalam mengubaha fashion yang ada. Berikut merupaka sejarah perkembangan fashion didunia dari yang terbaik hingga terburuk. Berikut ini sejarah perkembangan fashion di dunia yang bahankain.com himpun dari berbagai sumber.

Tahun 1900-an – Feathered Hat


Pada tahun ini disebut juga dengan tahun “Plume Boom”, pemakaian topi dengan bulu asli mencapai pucaknya pada awal abad ke 20-an. Pemakaian bulu untuk aksesoris wanita ini mengakibatkan penurunan secara besar-besaran pada populasi burung, bahkan lebih parahnya ada beberapa jenis burung yang dianggap mendekati angka kepunahan. 

Tahun 1910-an – Edwardian Corset

Pada tahun ini korset menjadi sesuatu pelengkap busana yang sangat penitng digunakan. Wanita menganggap bahwa menggunakan korset akan membentuk payudara dan pinggul menjadi sempurna. Pada zaman ini, anggapan wanita selalu pada pernyataan bahwa rasa sakit adalah keindahan bentuk tubuh wanita ke tingkat yang sempurna. 

Tahun 1920-an – The Flapper Dress

Perubahan fashion wanita mulai bergerak dengan perubahan yang drastis pada tahun ini, dimana Gerakan Hak Pilij Perempuan dilaksanakan. Mode pakaian wanita menjadi lebih bebas dengan memakain riasan, memotong rambut, merokok, minum-minum, dan para wanita zaman telah meninggalkan pakaian kuno mereka beralih ke pakaian yang lebih pada potongan lurus, pendek, dan penggunaan bra yang dibuat setipis mungkin. Penampilan ini diciptakan oleh “Coco Channel” dengan istilah “Garconne”, wanita lebih bebas dalam bergerak dengan meninggalkan korset mereka. 

Tahun 1920-an – Flapper Headband


Bersamaan dengan The Flapper Dress, para wanita menjepit rambut mereka dengan penjepit dan memotong rambut dengan begitu pendek. Hal ini masih sering kita lihat, banyak artis Hollywood yang mengikuti trend rambut Flapper Headband.

Tahun 1920-an – Cloche Hats

Pencipataan topi mode ini sebenarnya dirancang pada tahun 1908 oleh seorang wanita bernama Caroline Reboux, namun kepopulerannya menjadi naik pada tahun 1920-an. 

Tahun 1930-an – Puff Sleeves


Terdapat perubahan dari mode “Garcone” yang diusung ole Channel pada tahun 1920-an. Para wanita mulai kembali ke zaman yang lebih feminism untuk kembali memperlihatkan lekuk tubuh mereka dengan lebih menampilkan bentuk lengan yang menonjol.

1940-an – Utility Dresses 

Perubahan mode fashion banyak dipengaruhi atas aspek apapun, salah satunya yang terjadi di masa ini. Pada masa merupakan masa setelah terjadinya Perang Dunia Pertama dan terjadi penghematan komoditi segala macam kebutuhan, salah satunya berpengaruh pada fashion. Pembuatan pakaian dibuat dengan tujuan tahan lama, terjangau dan tidak modis. Para wanita menggulung lengan mereka, menggulung rambut, berdandan setipis mungkin dan harus bekerja seperti lelaki. Untuk mengurangi kebosanan akan fashion, para wanita masa itu sering mengunakan pakan lama, seprei atau bahan bekas untuk dibentu menjadi pakaian yang bias digunakan kembali.

1940-an – High-Waisted Bikini


Pada decade sebelumnya, hanya ada satu pilihan pakaian renang yang bisa digunakan wanita, yaitu jenis one-piece. Namun pada decade ini, telah muncul model bikini dengan jenis two-piece yang lebih memamerkan bentuk tubuh wanita. Karena masih mendapatkan efek Perang Dunia Pertama, pembuatan bikini dibuat dengan sangat sederhana, polos, dan tanpa hiasan apapun. 

1950-an – The Poodle Skirt


Dengan berakirnya masa Perang dan krisis ekonomi, pada decade ini merupakan awal dari generasi penari Rock ‘n Roll. Para masyarakat merasa bahagia dan menari setiap saat. Para penari mendambakan pakaian yang menunjang gerakan mereka menjadi bebas dan tanpa batas. Maka diciptakanlah pakaian yang lebar dan banyak disebut dengan “pudel” rok, karena banyak ditampilkan gambar anjing diujung roknya. Rok selutut ini sering dipadupadankan dengan cardigan, syal, ikant penggang besar, kaos kaki berenda dan sepatu jenis oxford.

1950-an – Saddle Shoes


Sepatu jenis ini awalnya diciptakan untuk keperluan olaharag pad awal 1900-an, namun dengan munculnya tarian seperti Lindy Hop dan Jitterbug di tahun 50-an, sepat ini menjadi pilihan yang tepat. 

1950-an – Chansonette Bra


Setelah mengalami masa kesulitan dalam mendapatkan bahan kain, para wanita saat decade itu mencari pakaian dengan menonjolkan bentuk siluet dengan indah dan bra jenis Chansonette menjawab kegundahan hati mereka. Bra jenis ini dipopulerkan pada tahun 1950-an dengan sebutan “bullet bra”. Bra ini tidak mempunyai busa ataupun kawat untuk menahannya, namun pada ujung bra terdapat kantong udara yang bertujuan untuk membantu payudara bernapas dengan nyaman. 

1950-an – Cat-Eye Glasses

Kacamata jenis ini dipopulerkan oleh Marilyn Monroe dalam film to Marry a Millionaire pada tahun 1953. Kacamata ini mejadi lebih dari sekedar aksesoris wanita pada zamnnya di Amerika. 

1960-an – Go-Go Boots


Dari Twiggy, The Beatles, dan Brigitte Bardot, wanita mulai mencoba sesuatu tren baru salah satnya pemakaian sepatu bot. Sebelumnya, tidak ada gagagasan seorang wanita menggenakan sepatu bot untuk fashion. Go-Go Boots diambil dari Bahasa Perancia “La Gogue” yaitu untuk kebahagia, maksdtnya sepatu bot plastic yang tinggi. Namun berjalannya waktu, ketinggian sepatu bot tidak menjadi unsur utama lagi, namun lebih melihat pada tinggi dan bentuk tumitnya.

1960-an – Pearls


Pada abad pertengahan, tahun 60-an telah membawa pada fashin penggunaan Mutiara. Untuk mendapatakn jenis Mutiara yang lebih murah, banyak yng mencipatakan imitasi dari Mutiara yaitu terbuat dari plastik. Mutiara yang seharusnya mampu menyampaikan status social, namun saat itu pesan ini tidak mampu dilakukan dengan baik .

1960-an – Pillbox Hats


Tahun sebelumnya, topi telah menjadi kebutuhan utama para wanita. Namun semua berubah pada tahun 60-an yang menjadikan topi sebagai aksespros saja. Bahkan menurut Vintage Fashion Guild, bahwa Gereja Katolik mengakhiri persyaratan mengenakan pemakaian topi pada masa tahun 1967. Topi kecil digunakan untuk para wanita menambah volume rambutnya, sedangkan topo floppy digunakan para proa untuk mencermikan kebebasan pada dirinya. 

1960-an – Fringe


Pada masa hampir sebagian pria dan wanita terkena pengaruh berpakaian kaya Indian Amerika. Gaya berbusana khas Indian Amerika menjadi tren yang unik pada masa itu. 

1970-an – The Crop Top


Pada era ini, perubahan social dan kebebasan semakin rame. Banyak wanita yang berani mencoba sesuatu yang baru. Salah satunya adalah melalui artis cantic Catherine Bach yang memerankan Daisy Duke dalam film Dukes Of Hazzard di tahun 70-an, dan mampu menyihir jutaan manusia dengan busana yang dikenakannya pada saat itu, yaitu potongan denim pendek dan celana kotak-kotak. Dan dialah wanita pertama yang menujukan perutnya ke pada public melalui televisi. 

1970-an – Wide-Brimmed Hats


Pada masa ini sudah menjadi pemandanga umum di setiap tempat bahwa banyak pria maupun wanita mengenakan topi bertepi lebar layaknya seorang koboy.

1970-an – Bell Bottoms


Salah satu item mode paling terkenal tahun70-an adalah celana Bell Bottom yang mampu di gunakan oleh wanita maupun pria. Sebenarnya celana ini mulai naik ditahun 60-an oleh para pemuda non-konformis, namun baru pada tahun 70-an, celana ini dibuat lebih melebar dan diproduksi secara massal dengan kain yang beragam. 

1980-an – Shoulder Pads 


Pada era 80-an wanita mencari inspirasi untuk gaya fashion dari televisi, film, dan vido musik. Wanita pada saat itu menjadi bagian besar dari sebuah perusahaan atau sebagai wanita karir. “Power Suit” menjadi pakaian wajib wanita untuk pergi bekerja, lengkap dengan bantalan bahu yang sangat empuk dan potongan yang lurus. Yang didapat dari mode ini adalah, semakin lebar bahunya, maka semakin kecil pinggang yang diciptakan. 

1980-an – Oversized Sunglasses


Kacamata hitam dengan bingkai besar menjadi popular di tahun 80-an, walaupun kacamata jenis ini telah digunakan sebelumnya pada tahun 60-an oleh Jackie Kennedy untuk bersembunyi dari para paparazzi. Desain fashion di tahun 80-an cenderung pada sesuatu yang besar, seperti kacamata besar, rambut besar,dan  bahu besar.

1990-an – Floral Dresses


Ketika gaya over-the-top tahun 80-an mulai memudar, tahun 90-an merupakan tahun untuk menyambut gaya baru yang lebih santai.  Ini adalah pemikiran orang pertama di dunia bahwa bekerja bisa menggunakan setelan pakaian yang santai dan menjunjung nilai kenyamanan. Orang-orang mulai meninggalkan merk dan pakaian formal untuk kelas atas. Sebagai gantinya, banyak wanita mengenakan gaun bermotif bunga dan memadumadankan dengan rambut besar, jaket jeans, sepatu sneaker dan kaus kaki. 

1990-an – Plaid


Pada tahun 90-an artis Cher Horowitz dalam filmnya Clueless tampil memukau dengan jaket kotak-kotak kuning cerah dan rok kotak-kotak kuning yang serasi, dan tampilan dia mampu menghinoptis seluruh dunia untuk mengikutinya. 

1990-an – Chuck Taylors


Pada era ini fashion dunia melirik pada pengenaan sepatu. Chuck Taylors awalnya dibuat untuk para pemain bola basket, namun perkembangannya semakin terlihat dengan pesat di beberapa daerah. Sepatu ini identik dengan para pecinta grunge, punk rocker, dan rocker. Dan samoai saat ini sepatu inilah yang paling popular dikalangan sepatu lainnya. 

1990-an – Platform Shoes


Menurut Refinerym sepatu platform tidak selalu tentang mode atau fashion. Sepatu jenis ini digunakan untuk para bangsawan berjalan melalu lumpur [ada zaman pertengahan, membuat tinggi badan para orang-orang Yunani diatas panggung dan sebenanrmya sepatu jenis ini duu dilarang oleh parlemen pada tahun 1970-an. Namun kejayaan sepatu jenis in kembali pada tahun 90-an setelah dibawakan oleh group Inggris Spice Girls dan acara konser dan beberapa video klip mereka. Dan pada tahun itulah, grup Spice Girls diminta secara khusus oleh sebuah department soter terkemuka yang telah memproduksi massal sepatu paltform untuk memperagakannya diatas fashion show dunia. 

2000-an – Velour Track Suits


Diawal millennium ditemukan baju olahraga dengan warna-warna yang beagam. Sakah satu selebritis yang membawakan ini pada era itu dan mampu membuat trend sehingga diikuti jutaan wanita didunia adalah Paris Hilton. 

2000-an – UGG Boots


Saat sebuah majalah fashion  menampilkan berita mengenai Cameron Diaz yang terlihat memakai sepatu boots, semua orang memperhatikan sepatu yang dipakainya dan mempunyai keinginan untuk memilikinya. Sepatu jenis ini Berna,a UGGs, merupakan sepatu merk Autralia yang naik kepopulerannya ditahun 2000-an. 

2000-an – Underwear as Outerwear


Kepopuleran pakaian dalam wanita sebagai pakaian luar menjadi naik daun ketika penyani Britney Spears mengenakannya dalam video klip “Slave 4 U”. Karena hal inilah, banyak orang dewasa dan remaja ikut melakukan hal serupa, mengenakan pakaian dalam atau bra sebagai pakaian luar mereka. Banyak fashion mode merasa diuntungkan atas pendeknya umur mode ini, walaupun sampai saat ini masih banyak beberapa selebritis yang mengenakan gaya ini.

2000-an – Statement Jewellery


Pada awal tahun 2000-an, banyak selebriti atau fashion mode yang mengusung fashion dengan bling-bling atau kilauan. Dari anting, kalung, hingga cincin yang lebih besar dianggap lebih baik. Dan hal itu, dinggap mode yang tidak begitu indah untuk diikuti. Walaupun sampai saat ini yang masih mengusung model fashion seperti itu. 

Today


Saat ini, era ini dan zaman ini hamper terlihat diseluruh penjuru dunia bahwa getaran terjadi pada fashion dengan tema vintage.  Melihat melalui sejarah fashion yang telah terjadi, tren ini akan terus berkembang di klasik retro. 

Nah itulah sejarah fashion yang terjadi didunia. Fashion sampai kapanpun akan terus berubah, entah itu mencari hal yang baru atau akan mengalami kejadian kembali pada zaman dahulu.

Sumber: slice.ca


Baca Juga

Mengenal Kain Fancy
 
Metode Dyeing Tekstil
 
Mengenal Kain Taffeta