Proses Pembuatan Pakaian Industri Konveksi

Proses Pembuatan Pakaian Industri Konveksi

Proses pembuatan pakaian atau garment dalam sekala besar tentu melibatkan banyak aspek. Artikel kali ini akan membahas secara lengkap mengenai proses pembuatan garmen / pakaian dalam skala besar yang bisa digunakan untuk menguji produk yang telah kita buat atau langkah yang sudah kita tempuh benar adanya.

Perencanaan Produksi

Dalamdunia  konveksi,instruksi yang jelas perlu diberikan kepada semua karyawan yang terlibat untuk memastikan mereka bekerja bersama secara efisien. Perencanaan produksi diperlukan untuk memastikan bahwa:

  1. Mengatur sumber daya
  2. Merinci segala tahapan atau proses
  3. Proses dengan langkah yang benar
  4. Memastikan kualitas sudah benar
  5. Mengatur schedule

Sistem Produksi

Untuk membuat suatu produk hingga sukses, diperlukan suatu system mulai dari input hingga system yang akan menghasilkan output. Misalnya, input dapat berupa jenis kain dan komponen pendukung, sedangkan untuk  prosesnya terdiri dari tahap pembuatan, dan hasilnya adalah kumpulan produk.

Sub-Assembly

Selama proses pembuatan, seringkali kita dihadapkan pada bagian yang rumit dengan menggabungkan bagian-bagian terkecil dari sebuah pakaian, dan ilah yang dimaksud dengan sub-assembly. Proses ini  dapat dilakukan di tempat kerja yang berbeda dari tempat pembuatan utama, misalnya oleh pekerja khusus yang menambahkan manik-manik dengan tangan atau oleh perusahaan lain yang menggunakan mesin bordir khusus.

Tahapan sub-assembly dilakukan pada tahap akhir setelah bagian-bagan utama dari produk pakaian telah terbentuk.

Untuk pembuatan rok dalam mencakup sub-assemblydalam membuat lapisan rok. Lapisan dibuat secara terpisah dari rok utama, dan kemudian dua bagian disatukan di bagian pinggang.

Pengontrolan Kualitas (QC)

Proses ini penting untuk  memantau produksi guna memastikan apakah potongan yang dibuat memenuhi standar. Sebuah konveksi kelas besar  perlu menyertakan pos pemeriksaan Kontrol Kualitas (QC).

Ketika pemeriksaan dilakukan dan hasilnya telah memenuhi standart maka dapat diteruskan ke tahap produksi. Namun, jika standar tidak terpenuhi, tahap pembuatan harus diulangi hingga benar.

Spesifikasi Pabrikan

Jika produk dibuat berulang kali, maka dapat menggunakan spesifikasi pabrikan yang akan memastikan bahwa setiap produk sama dan dibuat dengan standar yang telah ditetapkan. Setiap produsen akan memiliki gaya spesifikasi mereka sendiri, yang dikembangkan sesuai dengan sistem kerjanya yang khusus. Secara umum meliputi:

  1. Nama produk, deskripsi, nomor referensi, dan tanggal
  2. Gambar atau foto suatu produk
  3. Rincian kain dan komponen serta sampel
  4. Diperlukan alat khusus, seperti jarum mesin jahit tertentu
  5. Pola
  6. Instruksi untuk membuat
  7. Pemeriksaan kontrol kualitas
  8. Tingkat toleransi
  9. Kemasan

Tingkat toleransi

Tingkat toleransi diberikan untuk memastikan bahwa ketika produk dibuat dalam jumlah yang sesuai dengan kisaran varian tertentu yang diperbolehkan pada setiap produk. Level toleransi dapat diberikan untuk ukuran produk, kelonggaran jahitan atau untuk penempatan motif dekoratif, saku, kancing, dll. Misalnya, dalam batch 45x45cm sarung bantal, ukuran sebenarnya dapat diizinkan bervariasi antara 44,5 cm dan masing-masing 45,5 cm; ini adalah level toleransi 1 cm.

Biaya Produksi

Penentuan biaya produksi dibagi menjadi 2, langsung dan tidak langsung.  Biaya langsung meliputi kain, komponen pendukung, dan tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat produk tersebut.

Biaya tidak langsung dibagi antara semua produk yang dibuat dan termasuk biaya:

  1. Penelitian
  2. Perancangan dan pengembangan
  3. Mesin dan peralatan
  4. Overhead Pabrik
  5. Biaya penyimpanan bahan baku
  6. Pelatihan staf
  7. Pengujian dan pemeriksaan kontrol kualitas
  8. Pengemasan
  9. Pengankutan
  10. Periklanan dan Pemasaran
  11. Keuntungan

Ketika suatu produk dibuat dalam jumlah besar atau diproduksi secara massal, bahan-bahan dapat dipesan dalam jumlah besar dan biaya pembuatan serta biaya overhead dapat dibagi antara sejumlah besar produk, untuk membuat masing-masing produk menjadi lebih murah untuk diproduksi.

Harga jual setiap produk harus menyertakan laba untuk retail. Penting untuk memeriksa anggaran yang dijelaskan dalam spesifikasi desain, untuk memastikan bahwa harga jual akhir sesuai dengan target pasar dan produk yang akan dijual.

Jika desain akhir terlalu mahal untuk dibuat, maka modifikasi perlu dilakukan. Pilihan bahan dan teknik yang mampu mengurangi biaya tetapi tanpa mempengaruhi kualitas atau penampilan. Efisiensi produksi sangat penting untuk membatasi pemborosan bahan dan waktu. Jika waktu yang dibutuhkan untuk membuat setiap produk berkurang, biaya juga akan lebih rendah untuk setiap produknya.

Poin PemeriksaanKualitas  (QC)

Quality Control memastikan bahwa bahan baku sesuai dengan yang ditetapkan, produk diproduksi sesuai dengan spesifikasi dan didapatkan produk yang sesuai dengan standar yang ditentukan.

Pemeriksaan kontrol kualitas dilakukan di tiga titik kontrol kritis utama (CCP) selama pembuatan suatu produk. Pemeriksaan ini dilakukan pada :

  • Pemeriksaan bahan baku

Bahan baku diperiksa untuk memastikan kondisinya baik, pesanan yang benar telah dikirim dari pemasok, dan spesifikasi kain telah dipenuhi. Kain harus bersih dan dari jenis, lebar, warna, berat dan konten serat yang benar.

  • Pengujian prototipe: Pembuat sampel mempertimbangkan desain dan detail produk saat mereka membuat prototipe. Mereka memeriksa desain dan mencoba memecahkan masalah seperti potensi masalah pemotongan dan menjahit yang dapat timbul dalam produksi dan menginformasikan kepada manajer produksi. Prototipe diuji terhadap spesifikasi desain untuk melihat seberapa sukses kain dan komponen dan apakah produk tersebut aman dan sesuai dengan harapan. Pada tahap ini, penetapan biaya juga dapat diperiksa.
  • Pengambilan Sampel Produksi: Selama inspeksi kontrol kualitas, produk sampel diambil dari batch untuk memeriksa apakah memenuhi spesifikasi manufaktur. Jika kesalahan terdeteksi, produk lebih lanjut akan diperiksa untuk melihat apakah ada masalah di jalur produksi. Kesalahan kecil dalam produk dapat diperbaiki untuk mengurangi jumlah produk di bawah standar secara keseluruhan. Para staf memeriksa produk untuk memastikan tidak ada barang yang berbahaya, seperti jarum patah yang terperangkap dalam pakaian. Mesin pendeteksi logam digunakan untuk membantu pekerja memastikan bahwa produknya aman.

Nah….sudah bersiap-siap untuk memulai bisnis konveksi Anda supaya lebih terukur dan sukses?


Baca Juga

Kain Blacu TC KSM, Best Seller Bahan Kanvas Lukis
 
Apa itu Kain Satin?
 
Pemerintah Dongkrak Daya Saing Batik Dan Tenun Nusantara