Di tengah era berpakaian yang nyaman dan lebih personal, banyak perempuan
akhirnya menemukan kedekatan dengan brand fashion lokal asal Jakarta, This
Is April. Perlahan namun konsisten, This Is April hadir sebagai bagian dari
keseharian perempuan-perempuan Indonesia yang berkarakter.
Koleksi-koleksinya mudah dikenakan, gayanya membumi, dan terasa selaras
dengan ritme hidup perempuan urban Indonesia. Tanpa banyak klaim, brand ini tumbuh
dengan caranya sendiri. Mendengarkan pasar, memahami kebiasaan, dan menjadikan
fashion sebagai teman, bukan tuntutan.
This Is April adalah brand fashion wanita lokal yang fokus pada simpel,
minimalis dan mudah dipakai untuk keseharian. Brand ini dikenal menghadirkan
pakaian, tas, hingga footwear yang wearable,
nyaman, rapi, dan relevan dengan gaya hidup perempuan urban Indonesia.
Brand asal Jakarta ini menyasar market
perempuan muda hingga dewasa yang ingin tampil trendi tanpa terlihat berlebihan
dan harga yang relatif terjangkau. Koleksinya mencakup atasan, dress, bawahan,
outer, hingga aksesori, yang dirancang agar mudah dipadupadankan dan cocok
untuk berbagai aktivitas, dari bekerja hingga bersantai.
Didirikan pada tahun 2012 oleh Maria Anggraini di Jakarta, brand
ini memulai perjalanannya dari toko online. Sebuah langkah yang cukup berani di
masa ketika belanja fashion digital belum sepopuler sekarang.
Dengan memahami kebutuhan
perempuan urban akan pakaian yang trendi namun terjangkau, This Is April
pelan-pelan membangun kepercayaan konsumen. Dari satu koleksi ke koleksi
berikutnya, brand ini tumbuh bersama pelanggannya.
Seiring meningkatnya permintaan,
This Is April kemudian membuka toko fisik di berbagai pusat perbelanjaan.
Kehadiran offline store ini memperkuat kedekatan brand dengan konsumennya,
sekaligus menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal.
Salah satu alasan kenapa This Is
April begitu digemari adalah karena tiap produknya selalu kekinian, nyaman, dan
fungsional. Mulai dari atasan simpel, dress feminin, outer yang mudah
dipadukan, hingga aksesori pelengkap. Semuanya dirancang agar mudah dipadupadankan
dan fleksibel untuk berbagai aktivitas. Material yang digunakan pun cenderung
ringan, sesuai dengan iklim tropis dan gaya hidup aktif.
Selain itu, berikut beberapa aspek yang menjadikan label asal Jakarta ini
sebagai salah satu brand fashion kecintaan perempuan Indonesia:
Alih-alih
menciptakan tren yang terlalu eksperimental, This Is April memilih jalur yang
lebih realistis: memahami apa yang benar-benar dibutuhkan perempuan dalam
kesehariannya. Pakaian kerja yang tetap santai, busana kasual yang rapi, hingga
outfit hangout yang tidak berlebihan.
Pendekatan ini
membuat produk terasa fungsional sekaligus emosional—mudah dipakai, tapi tetap
membuat pemakainya merasa "rapi" dan percaya diri.
This Is April
jarang melakukan perubahan drastis pada identitasnya. Warna, potongan, hingga
gaya visual kampanye cenderung konsisten. Dalam dunia fashion yang cepat
berubah, konsistensi ini justru menjadi pembeda.
Konsumen tahu
apa yang mereka dapatkan saat melihat label This Is April: feminin, simpel, dan
wearable. Konsistensi ini membangun kepercayaan jangka panjang.
Meskipun rutin
merilis koleksi baru, This Is April tidak sepenuhnya mengikuti pola fast
fashion yang ekstrem. Koleksinya relevan, namun tetap fokus pada pola dan
unsur-undur dasar agar bisa digunakan lintas musim. Strategi inilah yang
membuat produk mereka dicintai oleh konsumen-konsumen modern.
Harga menjadi
salah satu strategi kunci. This Is April memosisikan diri di titik tengah:
cukup terjangkau untuk pasar mass, namun tidak terlalu murah hingga mengorbankan
persepsi kualitas. Posisi ini membuka pasar yang luas—terutama perempuan
urban kelas menengah yang ingin tampil rapi tanpa harus membeli brand premium.
Alih-alih
berbicara dari atas ke bawah, This Is April membangun komunikasi yang setara.
Konten media sosialnya terasa seperti percakapan, bukan iklan keras. Narasi
yang digunakan sering kali dekat dengan pengalaman sehari-hari perempuan:
bekerja, bersantai, bertemu teman, atau menikmati waktu sendiri. Inilah yang
membuat brand terasa hidup.
This Is April
cukup jeli membaca peran influencer dalam membentuk preferensi pasar.
Kolaborasi dilakukan untuk memperluas jangkauan, bukan mengubah identitas
brand. Pemilihan figur publik yang relevan dengan citra feminin dan
relatable membuat kolaborasi terasa natural, bukan sekadar strategi promosi
sesaat.
Sebagai brand fashion lokal
Indonesia, This Is April membuktikan bahwa memahami gaya hidup perempuan adalah
kunci bertahan di industri fashion yang kompetitif. Dengan desain yang
wearable, strategi yang konsisten, dan komunikasi yang hangat, This Is April
terus menjadi pilihan banyak perempuan Indonesia hingga hari ini.
Apa itu Blake Stitch Construction?
Rainwear Lagi “Naik Level”—Dari Pelindung Hujan Jadi Statement Paling Berani
Mengenal Kain Verlando: Karakteristik, Jenis, dan Penggunaannya dalam Industri Konveksi
Stop Ikut Tren Tiap Minggu. Perlu Nggak Sih Ngikutin Microtrends Fashion?
Bosan Sama Model Kaos yang Gitu-Gitu Aja? Yuk, Kenalan Sama Kaos Boxy!
6 Panduan Menentukan Ukuran Celana yang Pas
Pernikahan Selebriti Bukan Sekadar Romantis—Ini Cara Brand Fashion “Diam-Diam” Menguasai Dunia
Jadi… Sebenarnya Boleh Nggak Sih Pakai Celana Kulit?
Natasha Archer, Sosok di Balik Gaya Ikonik Kate Middleton Kini Jadi Fashion Stylist Professional
Top 5 Tren Baju Lebaran 2026 di Indonesia: Simpel, Elegan, dan Multifungsi