Bahankain.com - Teknik pewarnaan kain tradisional memiliki banyak jenis yang menarik untuk dipelajari. Selain batik yang sudah sangat familiar di Indonesia, ada juga ecoprint yang memanfaatkan daun dan tumbuhan sebagai motif alami pada kain. Dan yang tidak kalah menarik yaitu teknik shibori asal Jepang dan kini makin populer di dunia fashion maupun kerajinan kain.
Identik dengan warna biru navy atau indigo, shibori merupakan seni mewarnai kain menggunakan teknik ikat dan celup untuk menciptakan motif unik. Lalu, sebenarnya apa itu Shibori? Dan bagaimana prosesnya? Simak ulasan berikut ini, yuk!
Shibori adalah seni pewarnaan kain yang berasal dari Jepang. Secara teknis, metode pembuatannya hampir mirip teknik jumputan dari Indonesia. Sehingga banyak orang menyebutnya sebagai jumputan atau batik versi jepang.
Dalam membuat sebuah motif kain dengan menggunakan teknik shibori dibutuhkan ketrampilan khusus yaitu menggunakan teknik resist dyeing. Untuk menghasilkan gambar/motif yang diinginkan dilakukan dengan cara diikat dengan tali baru diberi pewarna, pewarna yang digunakan bisa menggunakan pewarna alami maupun pewarna kimia. Proses pengikatan dengan tali itu bertujuan agar tidak semua kain terkena zat warna sehingga bisa menghasilkan sebuah motif kain yang diinginkan.
Sebenarnya pembuatan kain shibori ini cukup mudah, langkah pertama siapkan kain lalu dibasahi. Langkah kedua buat pola yang diinginkan dengan cara mengikat kain. Tahap ketiga tinggal rendam kedalam larutan warna. Setelah proses pewarnaan tinggal di angin-anginkan dan lakukan proses penguncian warna (agar warna tidak luntur) dengan cara direndam pada larutan cuka pekat. Setelah proses terakhir tersebut ikatan kain bisa anda lepas dan motif yang anda inginkan sudah terbentuk.
Dalam membuat motif dan pewarnaan shibori sebenarnya ada lebih dari 560 teknik yang bisa menghasilkan motif kain berbeda-beda. 560 teknik tersebut secara sederhana dibedakan menjadi 6 metode. Untuk detail keenam metode shibori bisa simak pemaparan dibawah ini.
Metode kanoko shibori merupakan metode termudah. Motif yang dihasilkan dengan metode ini mirip dengan batik jumputan, yaitu menghasilkan motif bercak lingkaran.
Teknik Miura adalah teknik shibori dengan cara ikatan loop atau lubang, merupakan teknik menghias kain yang dilakukan dengan cara mencabut bagian-bagian tertentu pada kain menggunakan jarum kait. Benang tersebut tidak disimpul mati melainkan dikencangkan. Hasil akhir dari proses ini berupa selembar kain yang memiliki kemiripan dengan pola air.
Teknik Kumo Shibori memerlukan teknik khusus dan butuh ketelitian karena kerumitan proses pembuatan motif. Kumo shibori adalah resistensi berlipat dan terikat. Teknik ini melibatkan lipatan bagian-bagian kain dengan sangat halus dan merata. Kemudian kain itu dikat di bagian yang sangat dekat. Hasilnya adalah desain jarring laba-laba yang sangat spesifik.
Untuk menghasilkan pola pewarna dengan teknik Nui ini dipengaruhi oleh pola jahitan. Jahitan pada kain bertujuan untuk membuat pola motif lalu benang ditarik sangat kuat sampai kain terkumpul. Baru setelah itu masuk ke tahap pencelupan warna
Teknik arashi shibori ini bisa dibilang cukup mudah dalam pembuatanya. Arashi sendiri memiliki arti badai, sesuai dengan namanya motif yang dihasilkan juga akan menyerupai efek badai. Cara membuatnya dengan melilitkan kain pada sebatang pipa secara diagonal.
Teknik yang terakhir adalah itajime shibori. Motif yang dihasilkan berupa bentuk kotak-kotak, alat yang digunakan menggunakan dua potongan kayu. Jadi, kain dijepit di antara dua potong kayu lalu diikat dengan tali atau benang.
Itu dia penjelasan tentang shibori, teknik perwarnaan kain asal Jepang yang kini populer di kalangan pengarajin tekstil lokal. Bagaimana tertarik mempelajari teknik pewarna dari jepang ini? Untuk lebih mempermudah dalam mempelajari shibori sahabat bahankain bisa mencari referensi tentang keenam teknik diatas melalui Youtube, disana sudah banyak sekali video yang membahas cara membuat shibori.
Menarik! Ini Fakta Dibalik Huruf T pada Kata T-Shirt
Review Brand Sch. (Ouval Research), Legenda Distro Bandung yang Masih Eksis Hingga Saat Ini
Fashion People dan Obsesi terhadap Rokok sebagai Visual Prop: Kenapa Smoking Aesthetic Masih Terlihat “Cool”?
TWS Udah Nggak Jaman, Wired Earphone Kini Jadi Aksesori Fashion yang Hits!
Bukan Sekadar Fashion, Ini Fungsi Penting Sunglasses untuk Kesehatan Mata
Malam Dingin, Inovasi Lilin Batik Untuk Belajar Membatik Lebih Aman
Eksplorasi Material dalam "We The Women", Koleksi Spring 2026 alice + olivia
Mengenal Jenis Bahan Pelapis Jok Motor dan Tips Memilihnya
Bukan Sekadar Dress Code, Ini Makna Seragam Hitam Putih Saat Training
“Face Card Fashion”: Kenapa Orang Attractive Bisa Membuat Outfit Biasa Terlihat Mahal?