Stylexpo

Mengenal Ragam Batik Cirebon

Cirebon merupakan salah satu wilayah penghasil batik (sentral batik) dengan ragam motif yang memiliki ciri khas berbeda dengan wilayah lainnya. Salah satu motif batik Cirebon yang terkenal adalah batik megamendung, selain motif megamendung masih banyak motif batik Cirebon yang lainnya, Berikut ini sejarah dan motif batik Cirebon.

Sejarah Batik Cirebon

Cirebon adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Cirebon memiliki keaneka ragam kebudayaan yang turun-temurun diwariskan dari era kesultanan-kesultanan yang ada diwilayah Cirebon yaitu kesultanan Kasepuhan dan kesultanan Kanoman. Kebudayaan yang diwariskan sejak era kesultanan tersebut diantaranya yaitu seni membatik. Seni membatik pada awalnya hanya dipelajari oleh para putri-putri keraton yang hanya bertujuan untuk mengisi waktu luang mereka. Pada saat itu motif batik yang dihasilkan oleh putri-putri keraton dan mulai berkembang dilingkungan keraton yaitu pola Siti Inggil, Kanoman, Taman Kasepuhan, dan Taman Sunyaragi. motif batik tersebut yang sekarang lebih dikenal dengan motif batik bergaya Keratonan. Setelah seni membatik berkembang dalam keraton, kemudian dibawa keluar lingkungan keraton oleh para abdi dalem yang bertempat tinggal diluar keraton. Sehingga masyarakat Cirebon dapat mempelajari seni membatik tetapi dengan tujuan berbeda dengan para putri-putri keraton. Tujuan dari masyarakat Cirebon mempelajari seni membatik yaitu sebagai barang-barangan yang dapat mereka jual, sehingga menambah pendapatan dari masyarakat Cirebon. Batik yang dihasilkan oleh masyarakat Cirebon dapat disebut dengan Batik Pesisiran.

Motif Batik Cirebon

Pada dasarnya motif atau ornamen batik Cirebon terbagi menjadi dua motif dasar yaitu motif batik Keraton dan batik Pesisiran. Motif batik Keraton dapat juga disebut dengan motif klasik, yang cenderung lebih mengarah pada dinamika motif-motif batik yang ada dikeratonan dan memiliki nilai simbolis, dan bermakna religius. Yang termasuk kedalam jenis motif keraton yaitu motif Paksinaga Lima, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, dan sebagainya. Sementara ornamen atau motif batik Pesisiran lebih cenderung hanya digunakan untuk barang jual masyarakat dan berpola sangat dinamis dan mengikuti permintaan pasar.

Batik Cirebon terbagi menjadi lima kategori jenis motif sebagai landasan proses pembuatanya. Lima jenis kategori tersebut yaitu :

  1. Motif Batik Wadasan : Wadasan adalah jenis motif batik yang dihasilkan dari ornamen-ornamen yang berasal dari keraton Cirebon. Motif batik Wadasan bisa disebut juga dengan motif batik Keraton. Motif batik yang termasuk kedalam jenis motif batik Wadasan yaitu singa Payung, Naga Saba, taman Arum , dan Mega Mendung.
  2. Motif Batik Geometris : Geometris adalah jenis motif batik yang berpola pada garis-garis pada motifnya. Garis-garis tersebut didesain dengan alat bantu penggaris pada proses pengerjaanya. Yang termasuk kedalam kategori motif batik geometris yaitu motif Tambal Sewu, Liris, Kawung, dan Lengko-lengko.
  3. Motif Batik Pangkaan (Buketan) : Pankaan adalah jenis motif batik yang berpola pada lukisan pohon atau rangkaian bunga, dan sering dilengkapi burung-burung atau kupu-kupu didalamnya. Yang termasuk kedalam kategori motif batik Pangkaan yaitu Pring Sedapur, Kelapa Setundun, Soko Cina, dan Kembang Terompet.
  4. Motif Batik Byur : Byur adalah jenis motif batik yang berpola pada motif-motif bunga dan dedaunan kecil yang mengelilingi motif pokok secara penuh. Yang termasuk kedalam kategori motif batik Byur yaitu Karang Jahe, Mawar Sepasang, Dara Tarung, dan Banyak Angrum.
  5. Motif Batik Semaragan : Semarangan adalah jenis motif batik yang berpola pada penataan motif-motif yag sama atau motif yang berulang yang di tata menjadi agak terlihat rengganang-renggangan. Yang termasuk kedalam kategori motif batik Semarangan yaitu motif Piring Selampad dan Kembang Kantil.