Mengenal Teknik Pewarna Tie Dye

Mengenal Teknik Pewarna Tie Dye

Warna-warna cerah dan memiliki desain yang unik pada pakaian tentu menjadi suatu pilihan tersendiri. Pilihan motif yang disukai akan menimbulkan rasa percaya diri ketika menggunakan pakaian tersebut. Berbagai teknik dalam membuat desain maupun dalam mewarna pakaian sudah banyak diterapkan di industri garment. Salah satu teknik yang digunakan adalah teknik tie dye.

Teknik pewarnaan pakaian memang memiliki banya pilihan, namun tie dye menjadi salah satu teknik yang cukup terkenal. Pasalnya pola dan cara pembuatannya yang khas, pakaian yang dihasilkan dengan tie dye dapat mencuri perhatian orang. Selain itu, pembuatan tie dye pun terbilang sangat mudah.

Tie dye atau teknik ikat celup merupakan teknik pewarnaan yang ditemukan pertama kali di Amerika pada sekitar tahun 1960-an. Dimana proses pewarnaan ini menggunakan pewarna khusus yang disebut dye.

Tidak seperti kain pada umumnya, tie dye ini lebih sering dikenal dengan kain jumputan atau ikat celup. Karena pada dasarnya, dalam proses pembuatannya hanya dilakukan dengan mengikat-ikat kain dengan menggunakan tali atapun karet lalu mencelupkannya ke dalam cairan pewarna.

Dalam proses teknik tie dye ini, tali maupun karet tersebut digunakan untuk mengikat kain yang secara umum memiliki fungsi seperti lilin batik. Yang mana tali tersebut untuk menutupi bagian tertentu dari kain yang tidak ingin diberi pewarna pada saat pencelupan. Tujuan pengikatan kain tersebut adalah untuk mnenghasilkan motif-motif tertentu yang membuat kain terlihat lebih unik dan menarik.

Teknik tie dye ini memiliki keistimewaan tersendiri, sebab setiap kain yang dibuat dengan teknik tersebut mungkin saja memiliki motif yang berbeda-beda. Oleh sebat itu, kain yang diwarnai dengan teknik yang satu ini bisa dikatakan sangat unik dan eksklusif.

Pewarnaan dengan teknik tie dye tidak sembarangan bisa diterapkan ke semua jenis kain. Pewarna dye hanya dapat melekat dengan baik pada kain yang memiliki banyak kandungan serat alami seperti katun, rayon maupun sutera. Jika tetap diterapkan pada kain yang memiliki serat sintetis lebih dominan, warna dye biasanya tidak dapat meresap dengan sempurna serta lebih mudah luntur karena sifat kain yang terlalu licin dan memiliki daya serap yang kurang baik.

Dalam pewarnaan pakaian dengan tie dye ini, ada banyak teknik yang dapat dilakukan untuk menghasilkan berbagai variasi pola dan motif pada pakaian. Motif tersebut mulai dari pola spiral, mawar, garis, galaksi, dan masih banyak lagi.

Untuk mendapatkan warna kain yang lebih bervariasi, dapat dilakukan proses pewarnaan hingga beberapa kali tergantung efek warna yang diinginkan. Jika ingin menambah warna lain, dilakukan saat kain masih dalam keadaan agak lembab.

Untuk menjaga keawetan warna dari tie dye, perlu adanya perawatan khusus pada kain yang diwarnai dengan tie dye tersebut. Pada saat pencucian hendaknya dicampur sedikit cuka agar membantu kinerja deterjen lebih efektif lagi. Dengan campuran cuka, warna tie dye dapat terjaga dengan baik dan tidak mudah kusam. Untuk mengeringkan, sebaiknya dengan cara membalik pakaian tersebut agar warna tidak mudah pudar.

Untuk harga pakaian yang diwarnai dengan teknik tie dye ini pun sangat bervariasi. Harga tersebut tergantung bahan kain yang digunakan, semakin bagus kualitas bahan kainnya tentu harganya semakin mahal.

Jika menginginkan pakaian yang mempunyai warna dan motif yang unik, pakaian yang diwarnai dengan teknik tie dye ini dapat menjadi pilihan. Terlebih teknik pewarnaan yang satu ini dapat dicoba sendiri dirumah.


Baca Juga

Museum Expo 2018 Pamerkan 130 Kain Nusantara
 
Tips Merawat Sepatu Kanvas
 
Makna Dibalik Motif Batik Bali