Pernahkah kamu mendapati tagihan biaya hotel membengkak, padahal tidak memesan apapun? Coba cek bill nya, mungkin saja kamu dikenai denda karena melakukan kesalahan? Yups, meski segala sesuatunya tampak begitu santai dan nyaman, bukan berarti kita bisa bertindak sesuka hati.
Sebagai tamu, kita harus mengerti batasan bahwa yang kita bayar hanyalah jasa dan biaya sewa tempat menginap. Setiap hotel juga memiliki aturan khusus untuk memastikan fasilitas yang mereka sediakan dipakai secara semestinya.
Menginap di hotel seharusnya menjadi bagian menyenangkan dari momen liburan atau perjalanan bisnis. Relaksasi, kenyamanan, dan pelayanan prima adalah ekspektasi utama bagi mereka yang ingin menggunakan jasa perhotelan.
Sekalinya melanggar, mungkin bukan hanya teguran, tapi kamu bisa saja dikenai sanksi berupa denda bahkan dilaporkan ke pihak berwajib. Penyebab utamanya juga kadang berasal dari tindakan-tindakan sepele, loh.
Nah, berikut beberapa “dosa” yang wajib
dihindari agar sesi liburanmu tidak berujung boncos.

Salah satu “case” sederhana yang menyebabkan kamu
terkenda denda cukup besar dari pihak hotel adalah noda membandel. Bayangkan saja, seberapa jelasnya noda dari setetes
kopi atau anggur merah tumpah di sprei putih, atau noda makeup tanpa
sengaja mengotori handuk hotel yang putih bersih. Terlihat sepele, jika
dibiarkan mengering begitu saja akan menjadi sangat sulit dihilangkan.
Jika
pembersihan standar tidak mampu mengatasi, pihak hotel terpaksa melakukan
pencucian khusus bahkan penggantian, dan biayanya tentu saja akan dibebankan padamu.
Tentu nilainya bisa cukup tinggi.
Selain noda,
kerusakan property hotel juga jadi momok yang membuat tagihanmu membengkak. Walaupun
atas dasar ketidaksengajaan, tapi kejadian seperti memecahkan gelas, merusak remote
TV, merobek tirai atau mematahkan kaki kursi bisa memaksamu mengeluarkan budget extra. Jadi, tanamkan pada dirimu bahwa setiap item di kamar adalah
aset hotel yang memiliki nilai dan harus dijaga.
Jadi, bersikaplah hati-hati dan perlakukan
setiap barang di kamar layaknya milikmu sendiri yang sangat berharga. Jangan biarkan
noda meresap atau menempel terlalu lama. Kalau menyadari ada sesuatu yang tumpah,
segera bersihkan dengan lap bersih dan sedikit air. Kecuali barang-barang yang
sensitif air seperti kulit atau beludru.
Satu hal krusial
yang sering terlupakan yaitu mengecek kondisi setiap fasilitas yang ada di
kamar hotel. Kalau ternyata kamu menemukan kerusakan saat baru masuk kamar,
segera laporkan ke front desk agar tidak disalahkan. Dan jika terjadi
kerusakan tidak sengaja selama menginap, informasikan kepada pihak hotel
sebelum check-out.
Siapa sih yang
tak tergoda dengan hairdrayer, handuk atau jubah mandi putih nan bersih di
kamar hotel? Tapi, faktanya membawa pulang barang-barang ini adalah satu kesalahan
besar. Segala peralatan elektronik, hiasan, maupun perlengkapan mandai seperti handuk,
jubah mandi (bathrobe), bantal,
hingga hanger adalah kepemilikan alias inventaris hotel.
Yang disediakan
untuk dibawa pulang hanya barang-barang amenities sekali pakai seperti
sabun, sampo, sikat gigi, shower cap, dan sandal hotel. Selain itu, teh, kopi,
tisu toilet, dan notebook hotel umumnya boleh dibawa pulang oleh tamu setelah
menginap karena dianggap sebagai barang sekali pakai atau suvenir promosi dari
hotel.
Walaupun kebanyakan
hotel memperbolehkan tamunya mengangkut barang-barang tersebut. Ada baiknya
untuk menanyakan kepada pihak hotel guna memastikan apakah ada kebijakan khusus
terkait barang bawaan.
Keinginan
seorang perokok untuk menikmati sebatang rokok di dalam kamar hotel seringkali
tak tertahankan. Namun, hampir semua hotel modern, kini menerapkan kebijakan bebas asap rokok aliasn “no smoking” di dalam kamar. Melanggar
aturan ini adalah tiket langsung menuju denda besar.
Hal itu karena aroma rokok bisa mengendap dan sulit dihilangkan, ketika sudah menempel di kain, karpet serta linen hotel lainnya. Pihak hotel pun perlu melakukan pembersihan mendalam yang memakan waktu dan biaya, bahkan tak jarang mereka harus “mengistirahatkan” kamar selama satu hari penuh.
Jadi, jangan kaget kalau
nominal denda pelanggarannya mencapai ratusan ribuh hingga jutaan rupiah. Setara
dengan biaya menginap semalam atau bahkan lebih.
Guna
merealisasikan aturan ini, pihak hotel menyediakan ruang terbuka bagi tamu yang
ingin bersantai sambil menikmati suasana hotel. Area tersebut biasanya berada
di luar gedung hoteng seperti depan loby, rooftop atau wilayah lain.
Pahami bahwa hotel
adalah tempat umum, dimana banyak beristirahat dan mencari ketenangan. Pesta
yang terlalu berisik, musik kencang, atau keributan hingga larut malam dapat
mengganggu tamu lain.
Meski jarang
langsung didenda, hotel berhak mencantumkan biaya keamanan tambahan jika
harus berulang kali menegur, atau memintamu check-out lebih awal tanpa
pengembalian dana. Lebih buruk lagi, jika keributan itu menyebabkan kerusakan,
bersiaplah untuk denda kerusakan properti.
Membawa
masuk makanan berbau menyengat ke dapam kamar dan membiarkannya dalam waktu
lama bisa membuat aromanya tertahan dan tidak hilang sampai dua hingga tiga
hari ke depan. Kamar seperti ini tentu tidak dapat digunakan untuk tamu
selanjutnya, sehingga merugikan pihak hotel.
Sekali
ketahuan, nominal dendanya bisa berkali-kali lipat dari biaya menginap. Maka
dari itu, jangan coba-coba memakan buah atau makanan berbau menyengat seperti durian
dan manga kuweni.
Bed down atau menurunkan
kasur ke lantai demi menambah tempat tidur sering dilakukan oleh tamu yang
datang beramai-ramai. Tapi hati-hati, hotel bisa menganggap ini sebagai
pelanggaran. Selain merusak estetika dan kenyamanan kamar, tindakan ini bisa
berujung pada denda karena dianggap mengganggu kebijakan kapasitas maksimal
penghuni kamar.
Membawa hewan peliharaan ke dalam kamar Menurut Supina, sejauh ini belum ada hotel di Indonesia yang mengizinkan tamunya membawa binatang peliharaan ke dalam kamar.
Alasannya adalah untuk menghindari bulu-bulu hewan yang bisa menyebabkan alergi
pada tamu tertentu. Bulu hewan ini juga biasanya sulit dibersihkan. Jika memang
memiliki hewan peliharaan, lebih baik tamu menginformasikannya kepada pihak
hotel.
Setiap hotel menerapkan aturan batas waktu check-out yang ketat, umumnya pukul 12.00 siang. Mereka menetapkan jadwal ketat untuk melakukan pembersihan serta persiapan kamar bagi pengunjung berikutnya. Dan keterlambatanmu bisa merusak seluruh jadwal tersebut.
Kamu juga akan dikenakan biaya tambahan per jam atau setara
tagihan menginap semalam penuh jika terlambat check out tanpa pemberitahuan dan persetujuan dari pihak hotel.
Jadilah tamu
yang baik dan selalu memperhatikan waktu check
out. Sebaiknya, hubungi front desk jauh-jauh hari dan tanyakan
apakah late check-out tersedia dan berapa biayanya kalau memang butuh
waktu lebih. Pihak hotel biasanya fleksibel jika semua dikomunikasikan dengan
baik.
Kuncinya di Komunikasi dan Keterbukaan. Untuk menghindari denda tak terduga ini, jalinlah komunikasi yang baik dengan pihak hotel. Segera informasikan jika ada kerusakan yang tidak disengaja. Bicarakan juga saat booking atau jauh-jauh hari kalau butuh late check-out.
Memahami kebijakan hotel sejak awal dan menjaga properti layaknya milik sendiri adalah cara terbaik untuk memastikan pengalaman menginap berjalan mulus dan bebas biaya tak terduga. Liburanmu pun benar-benar happy ending, tanpa ada "kejutan" di lembar tagihan!
Apa itu Blake Stitch Construction?
Rainwear Lagi “Naik Level”—Dari Pelindung Hujan Jadi Statement Paling Berani
Mengenal Kain Verlando: Karakteristik, Jenis, dan Penggunaannya dalam Industri Konveksi
Stop Ikut Tren Tiap Minggu. Perlu Nggak Sih Ngikutin Microtrends Fashion?
Bosan Sama Model Kaos yang Gitu-Gitu Aja? Yuk, Kenalan Sama Kaos Boxy!
6 Panduan Menentukan Ukuran Celana yang Pas
Pernikahan Selebriti Bukan Sekadar Romantis—Ini Cara Brand Fashion “Diam-Diam” Menguasai Dunia
Jadi… Sebenarnya Boleh Nggak Sih Pakai Celana Kulit?
Natasha Archer, Sosok di Balik Gaya Ikonik Kate Middleton Kini Jadi Fashion Stylist Professional
Top 5 Tren Baju Lebaran 2026 di Indonesia: Simpel, Elegan, dan Multifungsi