Apa itu digital printing kain? Digital printing kain merupakan mesin untuk menghasilkan gambar pada kain yang diproses dari data berbentuk digital, bisa berupa vector yang diolah pada program komputer dan kemudian dicetak di atas bahan kain melalui proses pencetakan langsung maupun dibantu dengan menggunakan media perantara berupa kertas atau dengan data gambar raster lalu dicetak. Untuk tinta digital printing digolongkan sesuai kebutuhan atau sesuai kain. Berikut jenis digital printing sesuai tintanya.
Proses pencetakan menggunakan digital printing dibagi menjadi beberapa metode, yaitu mencetak langsung yang umumnya dikenal dengan DTG (Direct To Garment) dan mencetak melalui media perantara.
Untuk mencetak langsung di atas bahan kain berjenis Polyester maupun katun biasanya membutuhkan proses lebih banyak dan lama diantaranya:
Berbeda dengan metode mencetak melalui media perantara yang tidak serumit proses DTG. Pada saat mencetak menggunakan media perantara biasanya menggunakan media tambahan berupa kertas transfer ketika akan mencetak di atas bahan jenis polyester. Berikut tahap-tahap menggunakan metode cetak media perantara.
Untuk bahan polyester memiliki perawatan yang khusus karena kain tersebut memiliki kekurangan tidak tahan dengan cahaya matahari. Contoh jenis kain yang terbuat dari bahan polyester yaitu canvas, satin, jersey, chiffon, spandex, dan organdy. Biasanya bahan polyester digunakan untuk membuat interior, dompet, dan tas.
7 Penyebab Pakaian Putih Berubah Warna Jadi Kekuningan (Yellowing)
Dulu Bangsawan Sengaja Pakai Baju yang Tidak Praktis — dan Jejaknya Masih Terlihat Sampai Sekarang
5 Jenis Pakaian Yang Nggak Perlu Langsung Dicuci Tiap Habis Dipakai
Kenapa Selebriti Sekarang Malah Dandan Maksimal ke Bandara? Ternyata Airport Fashion Sudah Berubah Total
Kain Blackout, Solusi Maksimal untuk Menghalau Cahaya di Dalam Ruang
Bukan Sekadar Pajangan: Bagaimana Mannequin di Met 2026 Mengubah Cara Kita Melihat Tubuh dalam Fashion
Mode Inklusif, Revolusi Desain yang Merangkul Semua Tubuh
Indigo: Warna yang Pernah Setara dengan Emas — Dari Jalur Sutra hingga Denim Modern
Off-White, Revolusi "Grey Area" Antara Fashion Luxury dan Streetwear
The Death of “It Girl” — Ketika Ikon Fashion Tidak Lagi Tunggal