Selama ini, pakaian yang kita kenakan adalah pakaian yang siap kita gunakan dan dapat dibeli ditoko-toko seperti halnya kaos, kemeja, celana dan berbagai jenis pakaian lainnya. Namun dibalik itu semua, untuk membuat selembar kain sampai menjadi pakaian siap pakai membutuhkan proses yang sangat panjang.

Sumber: cdn-2.tstatic.net
Berikut 6 langkah proses pembuatan kain dari mulai bahan baku sampai dengan
menjadi pakaian yang siap pakai:
Proses spinning adalah suatu proses pemintalan dari
serat kapas menjadi sehelai benang yang dapat digunakan untuk proses penenunan.
Pada proses pemintalan ini terjadi proses penarikan, pemberi antihan dan
penggulungan benang dalam bentuk cop. Proses ini merupakan proses awal yang
nantinya akan menjadi sebuah pakaian.
Proses soft winder merupakan proses menggulung
helaian benang dari proses pemintalan yang selanjutnya akan melalui proses pertenunan.
Setalah dihasilkan benang dari awal mulai proses
spining kemudian melalui proses soft winder maka selanjutnya akan masuk ke
proses weaving atau juga disebut proses pertenunan, dimana dalam proses ini
benang-benang tadi akan ditenun dan dibuat anyaman-anyaman sesuai yang
diingikan dengan mesin-mesin tenun yang sudah modern ataupun yang masih
tradisional, diproses ini akan dihasilkan kain mentah atau biasa disebut kain
grey.
Kain-kain dari hasil proses weaving akan dilakukan
pengecekan dan akan ditentukan gread-gread pada kain tersebut, kemudian apabila
terdapat kotoran atau noda maka akan
dilakukan penggosokan untuk menghilangkan noda pada area yang spesifik tersebut.
Dalam proses dyeing akan dilakukan proses pewarnaan
atau pencelupan kain sesuai dengan rencana proses. Proses ini akan menghasilkan
kain yang sudah diwarna ataupun kain dengan desain berwarna pada permukaan kain
saja, dimana proses ini adalah proses akhir dalam pembuatan kain.
Setelah proses dyeing/printing kain siap untuk diolah dalam perusahaan garment, maka kain tersebut akan melalui proses pemotongan kain sesuai pola yang dibuat (cutting) kemudian masuk pada proses penjahitan atau penggabungan pola-pola yang sudah dibuat (sewing), lalu masuk ke proses pemangkasan yang dimaksud disini merapikan dengan cara memotong sisa-sisa benang atau kain setelah proses penjahitan (trimming), kemudian yang terakhir pengemasan barang yang sudah jadi (packing).
Demikian proses perjalanan mulai dari bahan baku sampai menjadi pakaian yang biasa kita gunakan, semoga dapat menambah wawasan anda. Bagi sahabat bahankain yang membutuhkan kain untuk keperluan Anda, bisa cek koleksi kain di website kami ya!

Dunia di Ujung Jari, Bagaimana TikTok Menciptakan (dan Menghancurkan) Tren Fashion
Apa Itu Selvedge Denim? Mengenal Karakteristik dan Keistimewaannya
Kenapa Singlet Selalu Relevan? Dari Buruh Pabrik sampai Fashion Week
Sneakers untuk Lari, Aman atau Berisiko? Ini Faktanya
Mengenal Aigner, Simbol Kemewahan Abadi Lintas Generasi
Dari Sandal Jepit sampai Luxury Sandals: Kenapa Sandal Jadi Fashion Item Paling Diremehkan?
Kain dalam Seni Kontemporer: Lebih dari Sekadar Bahan Pakaian
Sold Out di Mana-Mana, Koleksi Jung Kook x Calvin Klein Kini Hadir di Jakarta
Panduan Memilih Kain Upholstery Untuk Sofa dan Furniture Outdoor
Dulu Cuma Dipakai Bangsawan, Sekarang Jadi Fashion Mahal: Sejarah Mengejutkan Baju Tidur dan Loungewear