Wabah virus COVID-19 kini telah menyebar dimana saja dan telah menyebabkan lebih dari ribuan kasus meninggal dunia, termasuk para tenaga kesehatan yang gugur. Salah satu penyebab para nakes guru dalam tugasnya adalah kurangnya pasokan alat pelindung diri (APD) yang tersedia.
Kondisi seperti ini yang sangat memprihatinkan saat menangani wabah virus COVID-19 yang suda merajalela. Tidak sedikit para petugas medis yang gugur dalam menangani pasien COVID-19 yang berbahaya ini, mulai dari dokter, perawat hingga pekerja pembersih ruangan bagi pasien COVID-19.
Situasi seperti ini tidak hanya terjadi di daerah yang terdapat pasien yang banyak, namun di daerah lainnya juga mengalami kondisi yang serupa. Oleh sebab itu, terjadi kekurangan alat pelindung diri dan menggunakan peralatan seadanya.
Menurut laporan dari sejumlah media bahwa tidak sedikit dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang menggunakan APD tidak memenuhi standar. Padahal, tujuan dari alat pelindung diri ini adalah untuk melindungi para tenaga medis supaya mereka terhindar dari paparan virus tersebut.

Sumber: farmalkes.kemkes.go.id
Risiko tinggi terkena infeksi virus COVID-19 akibat kurangnya APD terus menghantui pikiran mereka saat bekerja. Namun, hal tersebut tidak menyurukan semangat para tenaga medis untuk tetap bertugas dan menangani para pasien.
Alat pelindung diri merupakan peralatan yang digunakan untuk mencegah dan mengendalikan penularan virus yang berbahaya tesebut. Peralatan ini terdiri dari pakaian yang dipakai oleh tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko penularan seperti sarung tangan medis, pelingdung wajah, kacamata, topeng, baju pelindung, masker, hingga sepatu bot karet.
Fungsi dari APD yang digunakan para tenaga kesehatan rumah sakit adalah untuk menghalangi zat partikel bebas, cair atau udara yang akan masuk ke tubuh. Selain itu, APD juga digunakan untuk melindugi pemakaian dari penyebaran infeksi.
Sejauh ini virus COVID-19 ditangani dengan perawatan yang khusus dimana untuk memulihkan kesehatan pasien sehingga tubuhnya mampu melawan virus yang dapat mematikan tersebut. Selain itu, mengonsumsi vitamin dan air mineral secara teratur juga baik untuk menjaga daya tahan tubuh kita.
Penularan penyakit tetap bisa terjadi meskipun sudah menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan standar, namun tidak ada salahnya jika kita mencegah sebelum mengobati. Penggunaan APD secara berlapis memang memberikan efek yang kurang baik, oleh sebab itu prosedur penggunaan APD berlapis harus dilakukan secara seksama dan sesuai dengan urutan yang benar. Selain itu, pelepasan APD harus dilepas sesuai urutan yang benar dan dengan melakukan cuci tangan setiap kali melepas atribut.
Panduan Memilih Kain Upholstery Untuk Sofa dan Furniture Outdoor
Dulu Cuma Dipakai Bangsawan, Sekarang Jadi Fashion Mahal: Sejarah Mengejutkan Baju Tidur dan Loungewear
Benarkah Outfit Bisa Mempengaruhi Mood? Ini Jawabannya Menurut Psikologi
Cotton Combed vs Cotton Bamboo, Apa Sih Bedanya?
Bukan Sekadar Olahraga: Kenapa Outfit Gym Sekarang Jadi Simbol Status Sosial?
Transformasi Jam Tangan Saku, Dari Aksesori Klasik Menjadi Statement Piece Pop Art
Mengenal Bahan Kaos Cotton Carded dan Karakteristiknya
Oversized Fashion dan Obsesi Generasi Modern terhadap Comfort
Drop Waist Silhouette, Perpaduan Gaya Klasik dan Modern yang Kembali Populer
Dari Istana Kerajaan sampai Quiet Luxury: Sejarah Parfum sebagai Simbol Kelas Sosial