Segala sesuatu yang berkaitan dengan
bayi memang harus senantiasa diperhatikan, termasuk dalam memilih pakaian. Sebagai
salah satu kebutuhan pokok, pakaian berfungsi melindungi tubuh dari berbagai pengaruh
luar terutama untuk bayi baru lahir.
Bisa dibilang, kulit bayi berusia 0-2 tahun ini belum sempurna. Ia masih sangat sensitif dan mudah terkena iritasi. Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak semua pakaian bayi cocok untuk kulit bayi.
Oleh sebab itu, penting bagi kita
memilih jenis bahan pakaian sesuai karakter kulit mereka. Pertimbangkan juga kelembutan
serta daya serapnya terhadap keringat agar bayi tetap merasa nyaman saat tidur
maupun bergerak.
Nah, berikut 7 rekomendasi material
yang bisa Anda pilih untuk pakaian si kecil serta karakteristiknya.
1.
Katun
Bicara soal daya serap dan kehalusan, bisa ditebak bahan pakaian yang paling cocok untuk newborn baby adalah katun. Adapun kain katun terbagi menjadi dua jenis yakni cotton combed dan cotton carded.

Dalam hal ini cotton combed lah yang lebih
direkomendasikan sebagai bahan baju bayi karena berkarakter halus dan mampu
menyerap keringat dengan baik. Sedangkan tekstur kain cotton carderd lebih
kasar sebab pembuatannya tidak melalui proses combing (penyisiran).
2.
Katun Spandek
Pilihan kedua untuk bahan baju bayi yaitu spandex blends. Berbahan dasar serat katun, kain ini dikombinasikan dengan material spandex yang berkarakter sejuk dan stretch. Sifatnya melarnya akan membantu bayi bergerak dengan nyaman.

Pakaian ini lebih direkomendasikan untuk bayi berusia
6 hingga 24 bulan. Di usia ini bayi mulai banyak gerak sehingga membutuhkan pakaian
yang longgar dan nyaman.
3.
Cotton bamboo
Kain cotton bamboo adalah bahan yang lembut, nyaman dan dilengkapi sifat anti-bakteri dan anti-alergi. Campuran antara serat cotton dan bamboo menciptakan kain yang tahan lama serta mampu menyerap keringat dengan baik. Bahkan daya tembus sinar UV serat bambu 20% lebih rendah dibanding jenis kain lain.

Harganya memang agak mahal, tapi anggaplah sebagai
investasi untuk menjaga kesehatan kulit si kecil.
4.
Cotton Modal
Bahan kelima yang dianggap sebagai bahan baju terbaik newborn
baby ialah cotton modal. Banyak produsen mengklaim jika kualitas
bahan kaos ini di atas cotton bamboo. Kain katun modal tersusun
dari 50% serat cotton dan 50% serat kayu (beechwood).
Permukaan agak mengkilap dengan karakter lembut ringan
di kulit dilengkapi sifat anti bakteri yang cocok untuk kulit sensitif pada
bayi.
5.
Cotton Viscose
Campuran serat 55% serat katun dan 45% viscose menghasilkan bahan berkualitas yang cepat menyerap keringat. Tingkat susut kain katun viscose juga lebih kecil dibanding katun murni setelah dicuci beberapa kali.

Dengan bahan dasar pulp kayu, viscose mempunyai drape
dan kehalusan yang mirip kain sutra. Sifat kainnya juga mudah menyerap air,
ringan, breathable, lembut, mampu mempertahankan bentuk dan warnanya
tidak mudah pudar.
6.
Baby Terry
Selain digunakan untuk membuat handuk dan jaket, kain
baby terry sudah dikenal sebagai bahan baju bayi atau balita. Bahan bakunya
berupa serat kapas sehingga memiliki handfeel yang lembut, nyaman, dan tidak menimbulkan
iritasi karena daya serapnya baik.
7.
Wol
Berbahan dasar serat alami menjadikan wol sebagai opsi cukup baik untuk pakaian bayi saat musim dingin. Agar bayi tetap merasa nyaman, pilihlah jenis kain wol yang halus dan tidak terlalu tebal.

Pakaian bayi dari bahan tentu lebih cocok digunakan di
negara-neggara empat musim, bukan Indonesa yang notabene beriklim tropis. Memakaikannya
pada bayi justru bisa menimbulkan biang keringat.
Itu dia 7 bahan terbaik untuk baju
bayi versi Bahankain.com. Sebenarnya inti dari kenyamanan si kecil adalah pakaian
yang cepat menyerap keringat dan memudahkan gerakan mereka.
Sebab walau bagaimanapun,
perasaan nyaman adalah salah satu faktor yang mendukung tumbuh kembang buah hati
kita. Jadi, jangan sembarangan memilih lagi ya, Sob.
Silky Shorts, Evolusi Busana Privat yang Jadi Andalan Fashion Modern
Dulu Hanya Milik Raja dan Bangsawan, Kini Masuk ke Tas Semua Orang: Sejarah Mengejutkan di Balik Payung
Alo Yoga, Fakta Dibalik Logo 'alo' yang Fenomenal
Kenapa Orang Berkacamata Sering Dianggap Lebih Pintar? Ternyata Sejarahnya Panjang dan Menarik
Bea Masuk Benang Sintetik Resmi Berlaku, Apa Pengaruhnya bagi Industri Tekstil Indonesia?
Dunia di Ujung Jari, Bagaimana TikTok Menciptakan (dan Menghancurkan) Tren Fashion
Apa Itu Selvedge Denim? Mengenal Karakteristik dan Keistimewaannya
Kenapa Singlet Selalu Relevan? Dari Buruh Pabrik sampai Fashion Week
Sneakers untuk Lari, Aman atau Berisiko? Ini Faktanya
Mengenal Aigner, Simbol Kemewahan Abadi Lintas Generasi