Jumpsuit dikenal sebagai busana
serbagun dengan sejarah yang cukup menarik untuk diketahui. Dari yang awalnya
hanya digunakan oleh para pekerja lalu berkembang jadi item fashion kegemaran
banyak orang.
Lantas, bagaimana sejarah
jumpsuit? Simak ulasannya berikut ini yuk!
1. Awalnya didesain untuk penerjun payung

Sumber: https://www.pexels.com/
Jumpsuit adalah model pakaian one-piece berpotongan ramping yang menutupi badan hingga kaki. Busana
ini pertama kali dibuat pada tahun 1919 dan dipergunakan sebagai baju fungsional
untuk para penerjun payung. Dikenakan juga oleh pria pembakar batu bara dan
pekerja amunisi perempuan selama perang dunia kedua.
2.
Perkembangan jumpsuit
Baru pada tahun 1930-an, perancang busana Elsa
Schiaparelli mulai menciptakan jumpsuits untuk fashion wanita yang lebih anggun.
Pakaian one-piece tersebut banyak dibicarakan, tapi hanya dipakai oleh
segelintir orang yang terpilih. Kemudian muncul gaya sporty karya desainer
Amerika Vera Maxwell pada pertengahan tahun 1940-an dan mulai populer tapi
masih dianggap barang baru.
Tahun 1960 dan 1980-an, jumpsuit lebih sering
digunakan oleh pekerja tambang, bengkel dan perkebunan karena dinilai mampu
memberi perlindungan dan memudahkan gerakan pemakainya.
3.
Ciri khas jumpsuit
Sebagai model
busana terusan yang terdiri dari gabungan blus dan celana panjang, jumpsuit
punya beberapa ciri khas. Diantaranya yaitu:
·
Umumnya memiliki bukaan kancing atau resleting di bagian
depan, samping atau belakang
·
Desain atasa dan bawahannya lurus serta menyatu dari ujung kerah
hingga kaki
·
Di amerika serikat disebut romper sedangkan di
inggris lebih dikenal dengan sebutan boiler suit atau coverall.
Diantara kelebihan
jumpsuit adalah kepraktisan, karena pemakainya bisa mengenakan satu set pakaian
secara lengkap tanpa perlu pusing-pusing mencari kombinasi lain yang sesuai.
4.
Jadi tren busana tahun 70an
Busana yang
awalnya hanya digunakan sebagai baju kerja ini mulai memasuki ranah fashion
pada tahun 70an. Tren jumpsuit terus berlanjut sepanjang dekade tersebut dan
memberikan kontribusi pada identitas fashion.
Hal itu
terjadi karena pengaruh gaya berpakaian selebriti, perubahan sosial khususnya
hak-hak wanita, tren music disko yang mendominasi industri kala itu dan pengaruh
desain serta motif pada tahun tersebut
5.
Banyak pilihan model
Jumpsuit bisa
dijumpai dalam berbagai desain menarik. Ada yang berlengan panjang, pendek, off shoulder atau tanpa lengan sama
sekali. Berikut beberapa model jumpsuit yang bsia kamu pilih sebagai pelengkap
gaya sehari-hari.
·
Shirt jumpsuit yang bentuknya mirip kemeja biasa
bersambung dengan bagian bawah yang tetap menggunakan kombinasi celana.
·
Tube jumpsuit memiliki potongan cukup feminim karena
bentuk atasannya mirip kemben.
·
Off shoulder jumpsuit berupa perpaduan blouse
terbuka di bagian bahu dan celana panjang maupun pendek.
·
One shoulder jumpsuit dengan potongan terbuka di
salah satu sisi
·
Harem jumpsuit mempunyai detail lebar di bagaian
pinggang dan paha namun memiliki elastis di bagian mata kaki.
·
Hot pants jumpsuit yaitu kombinasi blouse wanita
dan celana sebatas paha
Itu dia 5 fakta unik jumpsuit
alias baju kodok yang kerap menjadi pelengkap gaya sehari-hari kaum wanita.
Dulu Bangsawan Sengaja Pakai Baju yang Tidak Praktis — dan Jejaknya Masih Terlihat Sampai Sekarang
5 Jenis Pakaian Yang Nggak Perlu Langsung Dicuci Tiap Habis Dipakai
Kenapa Selebriti Sekarang Malah Dandan Maksimal ke Bandara? Ternyata Airport Fashion Sudah Berubah Total
Kain Blackout, Solusi Maksimal untuk Menghalau Cahaya di Dalam Ruang
Bukan Sekadar Pajangan: Bagaimana Mannequin di Met 2026 Mengubah Cara Kita Melihat Tubuh dalam Fashion
Mode Inklusif, Revolusi Desain yang Merangkul Semua Tubuh
Indigo: Warna yang Pernah Setara dengan Emas — Dari Jalur Sutra hingga Denim Modern
Off-White, Revolusi "Grey Area" Antara Fashion Luxury dan Streetwear
The Death of “It Girl” — Ketika Ikon Fashion Tidak Lagi Tunggal
Tren Khimar Bandana alias Khiban, Solusi Praktis untuk Style Hijab Modern