Selain terkenal akan keindahan
alam, wisata religi dan pria-pria ganteng negara Turki juga menjadi populer
sebagai penghasil karpet lantai, sajadah serta permadani. Setidaknya ada dua alasan utama yang membuat karpet asal turki digemari banyak orang, terutama di Indonesia. Faktor pertama yaitu karena keindahannya, sedangkan alasan kedua adalah kecantikan khas yang
tergambar pada motifnya.
Lalu, sebenarnya sejak kapan
karpet lantai ini mulai digunakan? Dan kenapa ia bisa menjadi seterkenal
sekarang? Simak ulasannya berikut ini yuk!
Manurut sejarahnya, karpet lantai
Turki pertama kali dibuat pada pertengahan abad ke 13 di Anatolia. Karpet ini diperkenalkan
oleh Kekaisaran Seljuk, lalu berkembang pesat dan menjadi simbol kemewahan selama
periode Kekaisaran Ottoman. Pada masa itulah, seni pembuatan karpet Turki
berkembang pesat dan mencapai puncak kejayaan. Ia juga menjadi bagian penting
dari istana, masjid, bahkan digunakan sebagai hadiah diplomatik.
Sejak saat itu masyarakat setempat
menjadikan karpet sebagai sebuah benda yang wajib ada di setiap rumah.
Fungsinya bukan sekedar menutupi lantai tetapi juga menghangatkan permukaan
lantai saa musim dingin tiba.

Karpet Turki memiliki desain
geometris dan simbolis yang khas, serta teknik simpul tangan menggunakan bahan
wol atau sutra. Hingga kini, teknik tradisional pembuatan karpet seperti
penggunaan simpul Ghiordes dan pewarnaan alami masih dilestarikan di berbagai
daerah di Turki.
Tak sedikit dari mereka yang
mengalihfungsikan karpet ini menjadi sebuah aksen hias di dinding. Sedangkan karpet
dengan ukuran lebih kecil digunakan sebagai sajadah atau alas shalat
umat muslim. Bahkan, saking lekatnya dengan tradisi kebudayaan Turki, karpet muali
dijadikan simbol ikatan keluarga dan kado pernikahan.
Nah, berikut 9 fakta menarik dan alasan
kenapa karpet ini sangat recommended
untuk dimiliki:
1.
Bahan dan proses pembuatan
Umumnya karpet asal turki ini dibuat dari benang
sutera, wol, ataupun kapas menggunakan mesin maupun handmade. Pengerjaan satu carpet kecil buatan tangan bisa memakan
waktu selama tiga bulan hingga satu tahun.
Harga karpet handmade juga sangat mahal sebab
kualitasnya tergantung knot per square
inch yaitu jumlah titik simpul. Makin padat simpulnya, semakin bagus pula
kualitasnya.
2.
Makin lama makin bagus
Fakta menariknya lagi, konon makin lama karpet itu
digunakan, ia malah kelihatan makin bagus. Itu sangat mugnkin terjadi sebab
karpet lantai yang sering diinjak akan membuat ikatan jalinan benang-benangnya makin
erat.
Dengan susunan serat yang pun makin padat, karpet akan
menjadi lebih kuat dan kokoh. So, jangan
heran jika suatu saat kamu mendapati karpet lantai Turki berusia puluhan tahun dibanderol
dengan harga lebih mahal daripada karpet baru.
3.
Motif cantik nan elegan
Selain awet dan terbuat dari bahan pilihan, motif
karpet juga sangar beragam dengan tampilan menawan sekaligus elegan. Karpet
bagaikan sebuah karya seni bagi pembuatnya, sehingga mereka benar-benar
memperhatikan nilai estetika melalui pembuatan pola-pola yang teratur.
4.
Kental pengaruh budaya islam
Perkembangan pola karpet lantai khas Turki tak lepas
dari pengaruh keyakinan religius Dinasti Ottoman. Raja Ottoman yang memerintah
kala itu menganut agama Islam sehingga melarang keras pembuatan motif hewan
ataupun manusia pada alas lantai tersebut. Oleh sebab itu, sajadah maupun
karpet lantai Turki lebih menonjolkan gambaran corak tumbuhan, geometris, bentuk-bentuk
abstrakatau kaligrafi.
5.
Harga cukup terjangkau
Besarnya minat konsumen membuat banyak produsen karpet
permadani turki mendirikan usahanya di Indonesia. Mereka memproduksinya secara
masal menggunakan mesin-mesin canggih untuk menekan biaya produksi. Faktor
itulah yang menjadi alasan utama kenapa harganya bisa lebih murah, bahkan untuk
karpet berukuran jumbo sekalipun.
Harga karpet turki berukuran kecil mulai dari 120
hingga 150 ribu Rupiah. Untuk dimensi sedang atau besar mulai 300 ribu sampai
500 ribu per piece. Sementara karpet ukuran jumbo paling lebar bisa menyentuh
angka 3 juta rupiah.
6.
Lembut dan tebal
Karpet turki asli umunya memiliki ciri tebal dan
kerapatan anyaman yang padat. Kerapatan tersebut akan mempengaruhi tingkat
kelembutan serta kenyamanan saat digunakan untuk beribadah. Faktor kualitas,
kelembutan dan ketebalan itulah yang membuat banyak orang menyukai sajadah turki.
7.
Tradisi memakai karpet saat beribadah
Kebiasaan memakai alas karpet atau sajadah ketika beribadah
sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia. Biasanya masjid menyediakan
karpet di masjid untuk menambah khusyukan beribadah dengan tekstur lembut,
tebal dan memberi kehangatan tersendiri. Penambmahan karpet turki juga mengubah
ruangan atau masjid jadi lebih indah seperti berada di istana yang megah dan
bersih.
8.
Kemudahan dalam perawatan
Meski tergolong tebal, tapi perawatan karpet turki
juga tergolong mudah. Apalagi saat ini sudah banyak peralatan canggih serta jasa
pembersihan karpet dengan harga yang sangat terjangkau.
Kamu bisa membersihkannya tiap beberapa hari atau seminggu
sekali menggunakan penyedot debu atau vacuum
cleaner. Namun jika penampakannya sudah lusuh dan berdebu lebih baik bawa
ke tempat pencucian karpet atau gunakan jasa pembersih panggilan.
Itu dia fakta-fakta menarik dan
beberapa alasan kenapa kamu harus memiliki karpet lantai atau sajadah Turki. Semoga
pengetahuan ini bermanfaat ya!
Elevated Style, Trik Sederhana Bikin Look Harian Kamu 'Naik Kelas
Chloé Paddington Bag Kembali Populer di 2026, Ini yang Berubah
Kenapa Bahan Kaos Dijual Per-kg bukan meter? Ini Penjelasannya!
Apa itu Blake Stitch Construction?
Rainwear Lagi “Naik Level”—Dari Pelindung Hujan Jadi Statement Paling Berani
Mengenal Kain Verlando: Karakteristik, Jenis, dan Penggunaannya dalam Industri Konveksi
Stop Ikut Tren Tiap Minggu. Perlu Nggak Sih Ngikutin Microtrends Fashion?
Bosan Sama Model Kaos yang Gitu-Gitu Aja? Yuk, Kenalan Sama Kaos Boxy!
6 Panduan Menentukan Ukuran Celana yang Pas
Pernikahan Selebriti Bukan Sekadar Romantis—Ini Cara Brand Fashion “Diam-Diam” Menguasai Dunia