“Jangan ngaku anak bola, kalau nggak punya jersey!”. Klise, tapi hampir semua penggemar sepak bola setidaknya punya satu kaos jersey di lemarinya. Selain nama team, jersey sepak bola umumnya dilengkapi nomor punggung dengan atau tanpa nama pemain.
Namun dibalik baju keramat para
pemain sepak bola ini, ternyata ada beragam fakta yang sangat sayang untuk
dilewatkan. Apa itu? Simak ulasan berikut ini, yuk!
Jersey bola adalah seragam berupa
kaos yang dikenakan oleh pemain sepak bola saat bertanding (football). Ini merupakan perlengkapan
wajib bagi para pemain selama berlaga atau mengikuti sebuah kompetisi.
Sejarah sepak bola mencatat
penggunaan jersey pertama kali terjadi pada tahun 1891. Tepatnya ketika organisasi
atau badan pengatus sepak bola Inggris, Football Association (FA) memberlakukan
aturan ini dalam pertandingan. Langkah tersebut dilakukan agar mereka lebih
mudah mengenali dan membedakan identitas tim dari para pemain yang bertanding.
Namun seiring perkembangannya, seragam jersey tidak hanya dimanfaatkan dalam pertandingan sepak bola melainkan sebagai kebutuhan fashion dan busana sehari-hari (daily wear). Terutama untuk menemani rutinitas harian seperti olahraga, jogging atau sekedar jalan-jalan. Meskipun hanya model kaos biasa, jersey membuat penampilan terlihat keren dan lebih sporty.
Modern ini, jersey atau kostum sepak bola dibuat dengan kombinasi teknologi tertentu agar penggunanya tetap merasa nyaman meski banyak melakukan gerakan aktif.
Awalnya jersey mempunyai desain serba tertutup dengan celana knickerbocker panjang dan atasan lengan panjang. Ukurannya juga cenderung longgar dan serba besar.

Sumber: https://frontofficesports.com/
Selain itu, berikut beberapa fakta
tentang jersey sepak bola:
1.
Pertama kali dibuat dari kain wol
Tak seperti jersey sepak bola saat ini yang mempunyai
desain ergonomis, berpotongan pendek dan dibuat dari bahan ringan. Di negara
asalnya, bahan utama jersey adalah kain wol, karena iklim Inggris yang
cenderung sejuk, basah dan relative lembab.
2.
Warna jersey
Sebagai identitas sebuah klub, setiap tim memiliki kaos jersey
dengan corak serta warna berbeda. Pemilihan aspek tersebut seringkali
didasarkan pada sejarah dan latar belakang mereka.
Tapi faktanya, peraturan mengenai warna jersey memang baru diterapkan pada tahun 1920. Tujuannya agar dua tim yang bertanding tidak memakai jersey sama.
Baca Juga: |
3.
Nomor punggung
Jersey sepak bola dengan nomor punggung baru mulai
diperkenalkan pada 25 Agustus 1928 oleh duo tim raksasa asal Inggris, Arsenal
dan Chelsea, dalam dua pertandingan Liga Divisi Pertama:
·
Arsenal vs. Sheffield Wednesday
·
Chelsea vs. Swansea Town
Saat itu, nomor jersey masih dalam tahap uji coba. Dimana
tiap pemain diberi nomor 1 hingga 11
yang mencerminkan posisi mereka di lapangan. Penggunaan nomor punggung kian
meluas dan menjadi standar pertandingan sepak bola profesional di seluruh
dunia.
4.
Nama pemain
Pertandingan sepak bola merupakan salah satu acara
yang paling digemari dan disiarkan langsung di stasiun tv. Memasuki tahun
1990-an, nama pemain mulai ditambahkan di atas nomor punggung jersey. Para
pemain mulai menggunakan jersey bola dengan nama dan nomor punggung pada pelaksanaan
turnamen sepak bola internasional. Terutama saat gelaran Piala Dunia ke-15
tahun 1994 yang di Amerika Serikat.
Tujuan dari penambahan nama pemain pada belakang
jersey, diantaranya yaitu:
·
Membantu penonton TV mengenali pemain.
·
Meningkatkan popularitas pemain sebagai
"brand".
·
Sebagai identitas serta daya tarik untuk
penjualan merchandise.
5.
Evolusi
Karena jersey dari kain wol atau katun tebal mudah menyerap keringat dan menjadi berat saat basah. Banyak produsen mulai beralih ke bahan-bahan sintetis yang lebih ringan. Pemilik brand-brand active-wear pun terus melakukan inovasi, hingga memunculkan bahan-bahan berteknologi modern, seperti:
·
Bahan jersey premium seperti dri-FIT emboss dan drifit Nike yang dapat menyerap dan
menguapkan keringat lebih cepat.
·
Ultraweave diproduksi oleh Puma: bahan ringan
super elastis
·
Climacool milik brand sport Adidas: bahan lebih
breathable, berventilasi dan mampu mengatur suhu tubuh.
Itu dia berbagai fakta tentang sejarah jersey bola. Kini, jersey bukan hanya milik pemain bola di lapangan tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup serta kebanggaan bagi para penggemarnya. Apakah kamu salah satunya?
Evolusi teknologi bahan dry-fit nike dan motif emboss memungkinkan kamu untuk menciptakan jersey yang tidak hanya keren secara visual, tetapi juga superior secara fungsi. Dan, kini Sobat Bahankain bisa mendapatkan dua dua koleksi unggulan tersebut di Bahankaincom:
Dri-FIT Nike: Material legendaris yang sangat ringan dengan sirkulasi udara maksimal. Cocok untuk jersey bola, lari, hingga pakaian olahraga intensitas tinggi karena kemampuannya menguapkan keringat secepat kilat.
Dri-FIT Emboss: untuk tampilan jersey yang lebih eksklusif? Varian Emboss memiliki motif tekstur yang unik dan mewah tanpa mengurangi kenyamanan. Pilihan tepat untuk branding tim atau komunitas yang ingin tampil beda dan tetap sporty.
Dapatkan kain jersey standar internasional untuk setiap kebutuhan produksimu. Jadikan setiap gerakan lebih leluasa dengan bahan premium dari Bahankain.com.

Tren Gaun Berenda, Silky Camisole Sentuhan Romantis yang Kembali Menguasai Panggung Mode
7 Penyebab Pakaian Putih Berubah Warna Jadi Kekuningan (Yellowing)
Dulu Bangsawan Sengaja Pakai Baju yang Tidak Praktis — dan Jejaknya Masih Terlihat Sampai Sekarang
5 Jenis Pakaian Yang Nggak Perlu Langsung Dicuci Tiap Habis Dipakai
Kenapa Selebriti Sekarang Malah Dandan Maksimal ke Bandara? Ternyata Airport Fashion Sudah Berubah Total
Kain Blackout, Solusi Maksimal untuk Menghalau Cahaya di Dalam Ruang
Bukan Sekadar Pajangan: Bagaimana Mannequin di Met 2026 Mengubah Cara Kita Melihat Tubuh dalam Fashion
Mode Inklusif, Revolusi Desain yang Merangkul Semua Tubuh
Indigo: Warna yang Pernah Setara dengan Emas — Dari Jalur Sutra hingga Denim Modern
Off-White, Revolusi "Grey Area" Antara Fashion Luxury dan Streetwear