Pantone sering terdengar seperti istilah khusus di dunia desain. Banyak
orang menganggapnya sebagai rumusan atau teori warna tertentu. Padahal, Pantone adalah nama perusahaan yang
perannya jauh lebih besar dari sekadar penamaan sebuah warna.
Pantone telah menjadi standar
warna global dan acuan penting bagi dunia desain, fashion, tekstil,
hingga branding. Perannya lebih dari sekadar “nama warna,” karena kode warna
Pantone yang konsisten bisa diaplikasikan di berbagai media, seperti kain,
pakaian, aksesori, kemasan, hingga tampilan digital.
Yuk, cari tahu lebih banyak
tentang perusahaan ini
Pantone adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai
otoritas standar warna global. Berlokasi di Carlstadt, New Jersey,
Amerika Serikat, Pantone mulai berkembang
pada era 1960-an dan menciptakan Pantone Matching System (PMS). Sebuah sistem
pengkodean warna yang memungkinkan warna direproduksi secara konsisten di
berbagai media dan material.
Melalui PMS, warna yang muncul di layar desain dapat diusahakan agar
tetap sama ketika dicetak, diaplikasikan pada kain, dibuat menjadi cat, atau
digunakan pada produk plastik. Inilah yang membuat Pantone menjadi jembatan
penting antara ide kreatif dan proses produksi nyata.
Selain sistem warna, Pantone juga memiliki Pantone Color Institute,
sebuah divisi riset yang menganalisis tren warna dunia. Setiap tahun, institusi
ini merilis Pantone Color of the Year, warna pilihan yang mencerminkan kondisi
sosial, budaya, dan gaya hidup global. Warna ini kemudian banyak digunakan
sebagai referensi oleh industri fashion, desain interior, kecantikan, hingga
branding.
Singkatnya, Pantone berperan
sebagai penghubung antara kreativitas dan produksi. Membantu desainer,
produsen, dan brand menjaga konsistensi warna sekaligus mengikuti arah tren
global. Namun, karena pengaruhnya begitu besar di dunia kreatif, banyak orang
menyebut istilah “Pantone” hampir seperti “teori warna” atau “rumusan warna
baku.”

Sumber: https://www.mediadesign.bg/Pantone Matching System (PMS)
adalah sistem pencocokan warna yang diperkenalkan oleh Larry Herbert pada
tahun 1963. Sistem ini menggunakan identitas numerik tunggal (kode angka dan
huruf) yang bersifat absolute. PMS berfungsi sebagai bahasa universal dari sebuah warna agar desainer, produsen, pencetakan,
hingga pabrikan bisa bekerja dengan standar yang sama. Sehingga warna yang dihasilkan
tidak berbeda antara desain awal sampi produk akhirnya.
Misalnya, warna merah dengan kode
“Pantone 186 C” akan menghasilkan warna yang identik, baik secara digital, saat
dicetak di kertas, diaplikasikan pada kain, atau dibuat sebagai cat.
Secara sederhana, berikut penjelasan mengenai cara kerja sistem pencocokan Pantone alias PMS:
·
Setiap warna dalam PMS memiliki kode unik, misalnya Pantone 186 C.
·
Kode tersebut mewakili formula campuran tinta
atau pigmen tertentu.
·
Huruf di belakang angka menunjukkan jenis media
atau permukaan yang digunakan (C untuk Coated dan U untuk Uncoated)
·
Dengan formula dan kode ini, warna akan terlihat
seragam meskipun diproduksi di tempat dan waktu berbeda.
Salah satu inovasi paling populer dari Pantone Ltd. adalah Pantone Color of the Year. Sebuah program rutih, dimana Pantone merilis satu warna utama yang dianggap paling merepresentasikan tren global pada tahun tersebut.

Sumber: https://artversion.com/
Tim Pantone Color Institute melakukan riset mendalam terhadap berbagai
aspek, seperti:
·
Tren fashion dan desain interior
·
Film, musik, dan seni populer
·
Perubahan sosial dan budaya
·
Gaya hidup yang berkembang di masyarakat
·
Perkembangan teknologi dan inovasi
Sebagai contoh, warna “Living
Coral” yang dipilih pada 2019 mencerminkan kebutuhan manusia akan optimisme dan
kehangatan di era digital. Banyak brand fashion, produsen kain, dan perusahaan
desain mengadopsi warna ini dalam koleksi dan produknya.
Pantone Color of the Year berfungsi
sebagai acuan tren warna internasional yang banyak digunakan oleh
industri fashion, tekstil, desain grafis, interior, kecantikan, hingga
branding. Warna yang terpilih seringkali memengaruhi koleksi busana, desain
produk, kemasan, dan identitas visual brand sepanjang tahun berjalan.
Pantone tidak hanya soal tren, ia
juga sangat penting dalam proses produksi, kualitas serta kekuatan identitas sebuah
merk. Ia membantu brand dalam menciptakan identitas, membaca tren, menyesuaikan
visual produk agar relevan dengan target pasar.
Berikut beberapa peran Pantone
dalam berbagai bidang industri:
1.
Referensi Warna Koleksi Musim
Desainer fashion menggunakan Pantone sebagai panduan
untuk menentukan palet warna setiap musim. Ini membantu menjaga relevansinya
dengan tren yang berkembang menjadi identitas musim tertentu.
2.
Standar Produksi Pabrik
Produsen kain mengacu pada kode Pantone untuk
memastikan warna kain yang dihasilkan sesuai dengan desain awal. Ini tentu
berkaitan erat dengan kualitas serta kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
3.
Panduan Warna Custom
Pantone juga bisa dijadikan sebagai referensi untuk menciptakan
warna khusus yang tidak ada di katalog umum.
4.
Acuan Tren Global
Tiap musimnya, Pantone juga merilis Fashion
Color Trend Report sebagai panduan desainer, supplier kain, dan
pelaku industri fashion dalam menentukan warna yang akan diminati pasar.
5.
Pantone dan Branding
Warna memiliki peran besar dalam branding, dan Pantone
membantu brand agar lebih profesional, mudah dikenali, dan dipercaya. Seperti halnya
penggunaan kode Pantone pada logo perusahaan dan kemasan produk sehingga
warnanya seragam di seluruh produk atau platform.
Itulah kenapa banyak brand besar menetapkan warna identitas
mereka dalam kode Pantone, bukan sekadar RGB atau CMYK.
Pantone bukan sekadar sistem penamaan
warna, melainkan fondasi penting dalam industri desain, fashion, dan tekstil
modern. Dengan standar yang konsisten, riset mendalam, serta pengaruh global
yang kuat, Pantone membantu pelaku industri menciptakan produk yang relevan, berkualitas,
dan selaras dengan perkembangan zaman.
Elevated Style, Trik Sederhana Bikin Look Harian Kamu 'Naik Kelas
Chloé Paddington Bag Kembali Populer di 2026, Ini yang Berubah
Kenapa Bahan Kaos Dijual Per-kg bukan meter? Ini Penjelasannya!
Apa itu Blake Stitch Construction?
Rainwear Lagi “Naik Level”—Dari Pelindung Hujan Jadi Statement Paling Berani
Mengenal Kain Verlando: Karakteristik, Jenis, dan Penggunaannya dalam Industri Konveksi
Stop Ikut Tren Tiap Minggu. Perlu Nggak Sih Ngikutin Microtrends Fashion?
Bosan Sama Model Kaos yang Gitu-Gitu Aja? Yuk, Kenalan Sama Kaos Boxy!
6 Panduan Menentukan Ukuran Celana yang Pas
Pernikahan Selebriti Bukan Sekadar Romantis—Ini Cara Brand Fashion “Diam-Diam” Menguasai Dunia