Pernah kamu merasa pakaian
tiba-tiba menempel di tubuh dan mendengar bunyi ‘kretik-kretik’ saat melepas sweater? Atau ada sensasi kesetrum ketika
tak sengaja bersentuhan dengan permukaan besi? Itu adalah gambaran nyata bahwa listrik
statis pada pakaian sedang melakukan aksinya.
Menariknya, fenomena ini sangat
berkaitan dengan jenis bahan pakaian, kondisi lingkungan,
hingga kebiasaan mencuci. Artinya, permasalahan tersebut masih dalam kendali kita dan bisa diatasi dengan beberapa cara sederhana.
Secara ilmiah, listrik statis
adalah akumulasi muatan listrik di
permukaan benda. Muatan ini terbentuk akibat perpindahan elektron ketika
dua material saling bersentuhan lalu terpisah. Proses ini dikenal sebagai triboelectric
effect. Karena kain bukan penghantar listrik yang baik, muatan tersebut
tertahan di serat dan menimbulkan efek “cling”.
Dalam mekanismenya, elektron yang
berpindah membuat satu permukaan bermuatan positif, sementara yang lain negative.
Pakaian yang kehilangan elektron menjadi bermuatan positif, sementara yang
menangkap elektron menjadi bermuatan negatif. Sifat alami muatan yang
berlawanan akan tarik-menarik, sehingga pakaian tersebut akhirnya menempel pada
kulit atau pakaian lain. .
Dampak listrik statis tidak hanya
berupa sengatan ringan, tetapi juga mengakibatkan beberapa kondisi seperti:
·
Pakaian melekat dan sulit diatur jatuhnya (efek cling)
·
Rambut berdiri saat mengenakan atau melepas baju
·
Bunyi kecil ketika menyentuh permukaan berbahan
logam
·
Debu dan serat halus lebih mudah menempel
·
Sensasi tidak nyaman saat bergerak

Sumber: https://www.bhg.com/
Listrik statis pada pakaian bukan
sekadar gangguan kecil yang membuat kain menempel di tubuh. Fenomena ini
terjadi karena interaksi antara material
kain, gesekan, dan kondisi lingkungan. Berikut penjelasan
lengkapnya:
Sebab paling mendasar yang memincu listrik statis adalah
gesekan. Saat dua permukaan seperti kain dengan kain, atau kain dengan kulit
bersentuhan lalu terpisah maka terjadi perpindahan elektron. Salah satu
permukaan menjadi bermuatan positif, yang lain negatif.
Gesekan tersebut bisa muncul dari layering outfit, gerakan tubuh, duduk & berdiri, serta proses mencuci dan mengeringkan pada mesin cuci (tumble dryer). Makin sering dan kuat gesekan, Makin besar pula peluang terbentuknya muatan statis.
Baca juga: |
Beberapa
kain sangat rentan menghasilkan muatan statis, terutama serat sintetis seperti
polyester, nylon, dan acrylic. Struktur molekulnya membuat elektron sulit
berpindah bebas, sehingga muatan statis “terkunci” di permukaan kain. Ketika serat sintetis bergesekan dengan serat
sintetis lain atau rambut-rambut di tubuh, elektron menjadi tertahan dan
menghasilkan statis yang intens.
Sedangkan serat
alami seperti katun, linen, atau wol lebih mampu menyerap kelembapan udara.
Sehingga muatan elektron bisa terdisipasi lebih cepat.
Kelembaban udara berperan sebagai pengantar alami daya
listrik (konduktor). Namun sebaliknya, keadaaan yang sangat kering membuat muatan
membiarkan elektron berkumpul di permukaan kain. Hingga akhirnya dilepaskan
dalam bentuk sengatan kecil saat menyentuh benda-benda konduktif seperti gagang
pintu logam atau kerangka kursi besi.
Itulah kenapa reaksi statis lebih sering muncul saat kamu berada di ruangan ber-AC, musim kemarau yang terasa ‘lebih menyetrum’, dan mesin pengering yang bisa memperparah efek cling. Dimana pakaian saling menempel atau melekat pada kulit.

Sumber: https://www.womansworld.com/
Listrik statis memang tidak
berbahaya, tapi efeknya bisa cukup mengganggu. Kabar baiknya, fenomena ini bisa
dikurangi bahkan dihilangkan dengan beberapa trik sederhana, diantaranya yaitu:
Menggantung pakaian dengan hanger berbahan logam
membantu mendisipasi muatan listrik
yang menempel di serat kain. Logam adalah konduktor alami, sehingga muatan
statis yang terakumulasi di permukaan pakaian dapat “dialirkan” keluar.
Untuk meminimalisir munculnya listrik statis, biarkan
bajumu tergantung beberapa menit sebelum dipakai. Terutama yang berbahan serat
sintetis.
Memasang peniti
atau safety pin kecil di bagian dalam pakaian juga dapat membantu
mengalirkan muatan statis dari kain. Seperti halnya hanger logam, peniti dapat
membuka jalur pelepasan muatan elektron pada pakaian.
Kamu hanya perlu menyematkannya pada jahitan di area yang tersembunyi agar tidak mengganggu OOTD.
Baca Juga: |
Alat logam sederhana seperti sendok, garpu, atau obeng
bisa digunakan untuk melintas di permukaan kain. Sentuhan logam membantu
menghantarkan muatan listrik keluar dari kain sehingga statis berkurang.
Kandungan polimer pada hairspray juga diklaim mampu menetralkan muatan statis di kain. Semprotkan
tipis dengan jarak 30–60 cm dari kain agar tidak membuat pakaian lembap. Ini
menciptakan layer ringan di permukaan kain dan mengurangi interaksi muatan
statis pada serat pakaian.
Kalau efek statis sudah terlanjur terjadi, cara paling
solutif untuk mengatasinya adalah menyemprotkan air hangat pada bagian kain
yang saling menempel. Semprotkan ringan saja supaya kelembapan kecil tersebut
bisa membantu muatan listrik hilang tanpa membuat pakaian basah.
Selain alternatif-alternatif tersebut, ada semprotan
anti-statis yang dirancang khusus untuk menghentikan reaksi statis. Produk ini
bekerja dengan menambah kelembapan dan
membuat lapisan conductor untuk
membantu melepaskan muatan listrik dan mengurangi gesekan.
Kulit kering memperbesar peluang terjadinya efek 'cling'. Lotion membantu menjaga kelembapan serta menstabilkan interaksi kain dan tubuh. Sehingga muatan elektrok tidak mudah “menempel” ke tubuh.
Banyak fenomena statis sebenarnya berasal dari
proses pencucian dan pengeringan mesin. Karena mekanisme tersebut menciptakan
kombinasi panas, udara kering serta gesekan intens yang membentuk efek ‘cling.’
Jadi, satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah
dengan mengubah kebiasaan mencuci:
·
Pisahkan antara pakaian pakaian sintetis dan pakaian
berbahan serat alami,
·
Gunakan pelembut kain atau dryer balls saat pengeringan,
·
Hindari pengeringan berlebih atau keluarkan
pakaian saat masih lembab,
· Jemur pakaian secara manual untuk mengurangi akumulasi statis pakaian.
Pada akhirnya, listrik statis pada pakaian adalah fenomena yang sangat normal. Tapi bukan berarti harus diterima begitu saja. Dengan memahami mekanisme di balik tiap solusi, kamu bisa memilih cara yang paling sesuai dengan situasi. Karena kenyamanan berpakaian bukan cuma soal model dan potongan, tapi juga bagaimana interaksinya dengan tubuh.
Semoga trik ini bisa membantu, ya! Selamat mencoba!
Listrik Statis Bikin Pakaian Nggak Nyaman? Ini 8 Cara Ampuh untuk Mengatasinya
Maternity Clothes vs Baju Biasa: Apa Bedanya dan Perlukah Membelinya?
Perbedaan Motel dan Hotel, Jangan Salah Booking, ya!
Kenapa Hampir Semua Selebriti Punya Brand Fashion? Kenapa Bukan Makanan atau Teknologi?
Jangan Abaikan! Ini 5 Pertanda Sudah Waktunya Beli Celana Dalam Baru
Artificially Distressed Clothing: Pakaian “Sengaja Rusak” Keren atau Justru Aneh?
Kisah Pijakbumi, Menembus Pasar Dunia dengan Sepatu Ramah Lingkungan
Kenapa Kita Sering Suka Outfit Orang Lain, Tapi Nggak Berani Memakainya?
Distressed Fashion Makin Ekstrem, Ketika Kemeja Gosong Dianggap Sebagai Seni
Berhenti Menebak-nebak! Ini Cara Memilih Ukuran Bra yang Pas