Cari referensi busana muslim pria
yang simpel, nyaman dan rapi? Daripada bingung nyari ‘cocokologi’ antara baju
koko dan bawahannya, mending kamu coba gaya busana ala pria-pria Timur tengah berupa gamis alias dishdasha.
Jika dulu ‘gamis’ identik dengan
pakaian wanita atau hanya dipakai oleh tokoh agama, kini ia telah
bertransformasi menjadi tren fashion
pria yang minimalis dan maskulin di Indonesia. Bahka, beberapa tahun belakangan, gamis pria menjadi salah satu tren yang cukup anteng dan mendominasi fashion muslim kaum adam. Lantas, apa yang membuatnya
disukai bayak pria?
Gamis pria disebut juga dishdasha, thobe, atau jubba (jubah) adalah baju
terusan panjang yang menutupi tubuh dari bahu hingga mata kaki. Pakaian
ini umumnya berpotongan longgar dengan
kerah kaku, dan beberapa buah kancing fungsional di bagian dada. Memberi
kenyamanna maksimal sekaligus kesan rapi dan berwibawa.
Secara historis, busana ini berasal
dari wilayah Timur Tengah yang memiliki iklim panas dan kering. Ia telah
digunakan selama berabad-abad oleh masyarakat untuk melindungi tubuh dari panas matahari sekaligus menjaga sirkulasi udara.
Tren gamis pria mulai meledak
karena pengaruh gaya Arab modern yang simpel namun tetap terlihat mewah. Lebih
dari sekedar OOTD pria muslim, baju terusan ini telah menjadi bagian dari gaya
hidup dan identitas fashion Muslim pria di berbagai kesempatan. Mulai dari
kegiatan ibadah (shalat jum’at), perayaan acara keagamaan (Idul fitri, Idul
adha), serta aktivitas lain yang butuh look
simpel namun tetap rapi.
Tren dishdasha alis jubah pria tidak hanya menyebar di kalangan ustadz atau tokoh agama saja. Tetapi sudah merambah ke dunia fashion anak muda hingga kalangan profesional yang ingin tampil beda.

Seiring popularitasnya, kini
banyak brand lokal maupun internasional terlihat mulai menghadirkan koleksi
gamis pria dengan sentuhan modern. Lantas, apa yang membuatnya begitu disukai
dan makin banyak diburu? Berikut ulasan lengkapnya:
Jujur saja, kita sering merasa malas harus memikirkan mix-and-match
kemeja atau baju koko dengan celana yang warnanya senada. Di sinilah gamis pria
jadi solusi paling praktis.
Hanya perlu mengenakan satu potong pakaian, dan
seketika tampilanmu sudah terlihat rapi, proper, dan siap untuk
beraktivitas. Ini adalah definisi efisiensi bagi pria yang tidak ingin membuang
waktu di depan cermin.
Tahukah kamu bahwa desain gamis pria juga memiliki
efek visual tertentu? Potongan panjang dari bahu hingga mata kaki mampu
menciptakan ilusi tubuh yang lebih tinggi, tegap, dan proporsional.
Desainnya yang clean dan minimalis juga secara otomatis langsung memberikan kesan bold dan maskulin, terlepas dari apa pun bentuk tubuhmu.
Baca Juga: |
Banyak orang berpikir bahwa “jubah panjang itu ga
nyaman dan bikin gerah.” Padahal faktanya justru sebaliknya. Potongan yang loose-fit (longgar) memungkinkan
sirkulasi udara pada tubuh menjadi jauh lebih lancar dibandingkan saat kita
memakai celana denim atau kemeja yang ketat.
Apalagi, kini banyak brand menggunakan material premium seperti katun,
Toyobo, atau linen yang lebih breathable.
Sehingga gamis tersebut tetap nyaman dan sejuk meski dipakai saat cuaca panas.
Dulu, gamis identik dengan pakaian ibadah. Namun,
sekarang fungsinya sudah jauh lebih luas.
Dengan detail kerah yang tegas dan desain yang lebih structured,
jubah ini bisa jadi outfit andalan untuk menghadiri acara formal seperti
kondangan dan acara keluarga. Sedangkan model lengan pendek cocok untuk tampil berkelas
di tengah waktu bersantai.
Modern ini, jubah pria seringkali hadir dalam pola sederhana, tanpa detail mewah, dan pilihan warna-warna netral atau earthy tone. Ia menjadi pilihan tepat buat kamu yang ingin tampil elegan tanpa kesan mencolok atau overdressed.
Di banyak negara Timur Tengah, gamis putih menjadi pilihan
utama karena dianggap lebih mampu memantulkan
panas matahari dibandingkan warna gelap. Warna ini juga memberi kesan
bersih, sederhana, namun tetap berkelas.
Sebelum membeli gamis pria, ada
beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar busana yang dipilih
benar-benar nyaman dipakai.
Bahan merupakan faktor utama yang menentukan
kenyamanan gamis. Pilih bahan yang ringan, mudah menyerap keringat, dan memiliki
sirkulasi udara yang baik, seperti katun toyobo, linen dan katun Madinah.
Gamis pria biasanya tersedia dalam dua model utama:
·
Lengan
panjang untuk tampilan formal
·
Lengan
pendek untuk gaya kasual yang lebih santai
Ukuran yang tepat akan mempengaruhi kenyamanan
sekaligus penampilan. Jangan hanya mengandalkan ukuran S, M, atau L, tapi gunakan
alat pengukur untuk mendapatkan detail lebar bahu, dan panjang jubah yang pas.
Detail kecil seperti bordir, hoodie, atau aksen songket
dapat membuat gamis terlihat lebih modern dan stylish. Meski begitu, tetap
pilih desain yang sesuai dengan gaya pribadi agar tetap percaya diri saat
mengenakannya.
Pada akhirnya, jubah bukan
sekadar pakaian ibadah, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup pria muslim di
Indonesia yang mengutamakan kerapian dan kesederhanaan. Tinggal pilih bahan dan
ukuran yang tepat, lalu kamu bisa tampil percaya diri tanpa ribet.
Elevated Style, Trik Sederhana Bikin Look Harian Kamu 'Naik Kelas
Chloé Paddington Bag Kembali Populer di 2026, Ini yang Berubah
Kenapa Bahan Kaos Dijual Per-kg bukan meter? Ini Penjelasannya!
Apa itu Blake Stitch Construction?
Rainwear Lagi “Naik Level”—Dari Pelindung Hujan Jadi Statement Paling Berani
Mengenal Kain Verlando: Karakteristik, Jenis, dan Penggunaannya dalam Industri Konveksi
Stop Ikut Tren Tiap Minggu. Perlu Nggak Sih Ngikutin Microtrends Fashion?
Bosan Sama Model Kaos yang Gitu-Gitu Aja? Yuk, Kenalan Sama Kaos Boxy!
6 Panduan Menentukan Ukuran Celana yang Pas
Pernikahan Selebriti Bukan Sekadar Romantis—Ini Cara Brand Fashion “Diam-Diam” Menguasai Dunia