Cover source: www.vogue.com
Pernah nggak kamu lagi scrolling Feed Instagram atau TikTok,
lalu ketemu unggahan influencer terkenal yang lagi jalan-jalan pakai baju
desainer ternama, sambil menenteng anjing mungil di dalam tas mewahnya? Atau
mungkin lihat selebriti papan atas yang membawa kucing ras eksotis ke karpet
merah?
Kelihatannya super menggemaskan dan
estetis banget, ya? Tapi tahukah kamu kalau tren ini punya sebutan khusus di dunia
pop-kultur? Yup, inilah yang dinamakan fenomena Accessory Pet—kondisi ketika anabul (anak bulu) tak hanya dicintai
sebagai kawan hidup, tetapi juga diperlakukan sebagai 'aksesori' penunjang
penampilan dan sinyal status sosial.
Dari Tas
Paris Hilton Hingga Era "Petfluencer"
Fenomena ini sebenarnya bukan hal
yang benar-benar baru. Kalau kita mundur ke era awal tahun 2000-an, sosialita
seperti Paris Hilton secara
konsisten memopulerkan istilah "purse
dog". Kala itu, anjing Chihuahua kesayangannya yang bernama Tinkerbell
hampir tidak pernah absen berada di dalam tas Birkin atau Louis Vuitton
miliknya saat menghadiri berbagai acara pesta mewah.
Sumber: parishilton.com
Seiring berjalannya waktu dan
pesatnya perkembangan media sosial, tren ini terus bertransformasi:
·
Era 2000-an
(Awal Mula Purse Dog): Dipelopori oleh Paris Hilton dan Britney Spears.
Anjing ras mikro dibawa di dalam tas desainer sebagai pelengkap OOTD.
·
Era 2010-an
(Booming Petfluencer): Hewan peliharaan mulai dibuatkan akun media sosial
sendiri dengan jutaan pengikut. Industri komersialisasi dan endorsement khusus hewan mulai menjamur.
·
Era Saat
Ini (High-Fashion Luxury): Rumah mode dunia seperti Gucci, Celine, dan Louis
Vuitton merilis lini khusus pet
accessories. Hewan peliharaan bahkan diundang hadir di panggung fashion show dan karpet merah.
Mengapa
Banyak Orang Tergiur Tren Ini?
Ada beberapa alasan kuat mengapa
fenomena accessory pet semakin
menjamur dan dianggap sebagai gaya hidup idaman di era modern:
Sumber: hustlersdigest.com
Sinyal Status Sosial: Memiliki anjing ras mungil seperti Teacup Chihuahua atau kucing eksotis
membutuhkan biaya yang fantastis. Menambahkannya dengan pakaian atau tali dari
rumah mode dunia menjadi cara instan untuk memamerkan finansial.
Mesin Pengumpul Engagement: Di era digital, algoritma media
sosial sangat menyukai konten hewan. Hewan peliharaan yang lucu dan modis
secara konsisten menghasilkan angka likes,
comments, dan shares yang sangat tinggi.
Humanisasi Hewan (Fur Babies):
Pergeseran gaya hidup generasi Milenial dan Gen Z yang menunda atau memilih
tidak memiliki anak membuat mereka melimpahkan seluruh kasih sayang (dan
anggaran) kepada hewan peliharaan bak anak sendiri.
Baca juga: 7 Aksesoris Fashion Yang Wajib Kamu Punya!
Sisi Gelap
di Balik Foto yang Estetis
Di balik semua kilauan lampu kamera
dan busana mewah, para aktivis kesejahteraan hewan dan dokter hewan terus
menyuarakan keprihatinan mendalam. Ada harga mahal yang harus dibayar oleh
hewan-hewan ini demi kepuasan estetika manusia:
Sumber: people.com
Praktik Breeding Tidak Etis (Puppy
Mills): Demi memenuhi permintaan pasar akan anjing bermuka pipih (French Bulldog) atau ukuran super mungil
(teacup), banyak oknum pembiak
melakukakan perkawinan sedarah (inbreeding).
Akibatnya, hewan lahir dengan kelainan genetik, masalah pernapasan kronis, dan
organ dalam yang rapuh.
Stres dan Trauma Psikologis: Menggunakan pakaian yang tidak nyaman,
berada di tempat bising dengan kilatan lampu flash kamera, serta dipaksa berada di posisi tertentu demi foto
bisa membuat hewan mengalami stres berat.
Komodifikasi dan Penelantaran: Ketakutan terbesar adalah ketika
masa populer tren atau ras hewan tersebut berakhir, pemilik yang hanya mengejar
tren akan kehilangan minat dan mengabaikan hewan tersebut.
Menjadi
Pemilik Hewan yang Bijak
Sumber: www.clarkinfluence.com
Memanjakan hewan peliharaan tentu
tidak dilarang, bahkan sangat dianjurkan! Namun, batasnya terletak pada
prioritas. Sebelum memutuskan untuk memelihara hewan ras tertentu yang sedang
viral, tanyakan pada diri sendiri: Apakah kita siap berkomitmen merawatnya
selama 10–15 tahun ke depan, bahkan ketika hewan tersebut sudah tidak 'lucu'
lagi di kamera?
Hewan peliharaan tidak peduli
seberapa mahal merk baju yang mereka kenakan atau berapa banyak followers yang mereka miliki. Yang
mereka butuhkan hanyalah kasih sayang yang tulus, makanan bernutrisi, perhatian
medis, dan ruang yang aman untuk menjadi hewan seutuhnya.
Tetap
Tampil Modis & Nyaman Tanpa Mengorbankan Kesejahteraan Anabul!
Ingin membuatkan pakaian atau
aksesori kustom yang lucu untuk hewan kesayangan tanpa membuat mereka stres
atau kepanasan? Kuncinya ada pada pemilihan
jenis kain yang tepat, lembut, dan bernapas (breathable).
Temukan berbagai pilihan kain kain
berkualitas tinggi untuk kebutuhan sandang manusia maupun kreasi pet apparel kamu di Bahankain.com! Mulai dari
katun yang adem, kain katun organik yang ramah kulit sensitif, hingga beragam
tekstil premium lainnya tersedia lengkap dengan harga terbaik. Yuk, wujudkan
kreasi outfit impian yang tak hanya fashionable untukmu, tapi juga ekstra
nyaman dan aman bagi anabul kesayangan!
Baca juga: Panduan Lengkap Memilih Warna dan Kain yang Tepat untuk Rumah Ramah Hewan Peliharaan
Ide Outfit 17 Agustus dengan Kaos Polos: Simpel, Nyaman, dan Tetap Meriah!
Lucu Tapi Kasihan? Menguak Sisi Gelap Fenomena "Accessory Pet" di Kalangan Selebriti & Influencer
Ulos Simetria, IFW 2026 Angkat Warisan Tenun Sumatra Utara
Digantung atau Ditumpuk? Ini Cara Menyimpan Baju Kotor yang Benar
Perbedaan Teknik Pewarnaan Yarn Dye dan Piece Dye di Dunia Tekstil
Karyawan Jadi Content Creator, Strategi Promosi Paling Jujur di Era Digital
Koleksi Kaos Polos Standar Distro By Bahankaincom, Cocok Untuk Beragam Kebutuhan!
Buka-Bukaan Tren 'Sportscore' 2026: Saat Tas Bentuk Bola Jadi 'It Bag' Paling Dicari!
adidas Gelar Fashion Show Vertikal di Gedung Pencakar Langit New York
Scarf Belting, Tren Ikat Pinggang Kain yang Kembali Populer di Tahun 2026