Selama beberapa tahun terakhir,
dunia kecantikan seolah terobsesi dengan tampilan yang rapi: kulit glowing, makeup tipis, rambut sleek, sampai estetika clean girl yang terlihat nyaris tanpa
cela. Namun, Milan Fashion Week
Spring/Summer 2027 justru membawa arah yang berbeda.
Di runway Milan, kecantikan mulai
terasa lebih bebas, ekspresif, bahkan sedikit berantakan. Makeup tidak selalu harus presisi dan rambut tidak harus terlihat
baru keluar salon. Justru tekstur, noda warna, kilau, dan kesan “habis
menjalani malam panjang” menjadi bagian dari daya tariknya.
Vogue mencatat lima tren beauty yang paling menonjol selama Milan
Fashion Week SS27.
1. Post-Sun
Blush: Seperti Habis Terpapar Matahari
Blush (perona) menjadi salah satu elemen paling menarik di Milan.
Namun, kali ini bukan sekadar sapuan tipis di tulang pipi.
Missoni. Sumber: www.instyle.com
Di Missoni, warna burgundy diaplikasikan pada pipi hingga
batang hidung untuk menciptakan efek kulit yang baru saja terkena matahari.
Sementara itu, Alberta Ferretti menghadirkan kesan lebih bohemian dan sedikit wind-bitten.
Max Mara juga menggunakan
pendekatan yang lebih natural. Makeup
artist Lisa Butler terlebih dahulu memperhatikan warna alami kulit sebelum
membangun kembali rona tersebut menggunakan blush
berbasis air. Hasil akhirnya bukan wajah yang terlihat “sempurna”, melainkan
kulit yang tampak hidup dan punya karakter.
2.
Morning-After Glam: Cantik Setelah Pesta
Kalau biasanya makeup dibuat agar
tetap sempurna sepanjang hari, Milan justru menunjukkan daya tarik ketika
makeup mulai “luntur”.
Diesel. Sumber: www.thezoereport.com
Diesel menghadirkan lipstik merah
yang awalnya terlihat rapi, kemudian dibuat semakin blur hingga memberikan
kesan seperti habis terkena ciuman. Antonio Marras bahkan membawa konsep day after ke runway dengan rambut fluffy
dan mata yang terlihat sedikit lelah. Kesan yang muncul bukan “aku lupa
berdandan”, melainkan aku memang sengaja terlihat seperti baru pulang dari
malam yang panjang.
Tren ini membuat ketidaksempurnaan
menjadi bagian dari glamour itu sendiri.
Baca juga: Apa Yang Berbeda di New York Spring/Summer 2027?
3. Bad Hair
Is Good Hair
Prada. Sumber: harpersbazaar.com.au
Rambut terlalu rapi tampaknya mulai
kehilangan monopolinya. Di Milan, rambut dibuat mussed, backcombed, slept-in, hingga terlihat seperti
diterpa angin. The Attico menampilkan bob
yang sengaja dibuat tidak teratur, bouffant,
serta poni pendek bernuansa punk. Missoni menghadirkan rambut bergelombang
dengan kesan sedikit asin seperti rambut setelah seharian di pantai. Bahkan di
Prada, frizz justru dibiarkan menjadi
semacam “halo” di sekitar kepala. Namun, Gucci mengambil pendekatan berbeda
dengan wet-look dan belahan rambut
yang dibuat sangat sleek.
Intinya sederhana: rambut tidak
harus terlihat sempurna untuk terlihat fashionable.
4.
Decorative Eyes: Mata Kembali Jadi Pusat Perhatian
Setelah tren makeup minimalis membuat area mata terlihat semakin sederhana,
Milan kembali menghidupkan dekorasi di sekitar mata.
Gucci. Sumber: www.freepressjournal.in
The Attico menggunakan kristal dan glitter, sementara Gucci menghadirkan
pigmentasi hitam smoky, kelopak biru cobalt, hingga eyeliner pink di bawah mata. Dolce & Gabbana menawarkan versi
yang lebih mudah dikenakan melalui warna lilac
dan mint.
Menariknya, pendekatan SS27 tidak
selalu menuntut teknik makeup yang
rumit. Vogue bahkan mencatat bahwa penggunaan jari justru dianjurkan untuk
menciptakan hasil yang lebih spontan. Jadi, makeup
mata kali ini bukan hanya soal membuat mata terlihat lebih besar atau tegas,
tetapi menjadikannya semacam aksesori.
5. Burgundy
Bukan Sekadar Warna Lipstik
Dolce & Gabbana. Sumber: www.vogue.com
Merah tua, wine, brick, oxblood, hingga burgundy muncul berulang kali di berbagai runway Milan. Namun, warnanya tidak hanya digunakan pada bibir. Missoni
membawa burgundy hingga ke pipi dan
hidung, sementara Dolce & Gabbana menampilkan warna merah gelap menyerupai
Shiraz pada bibir. Menariknya, warna ini terasa cukup fleksibel untuk
diperlakukan seperti warna netral. Burgundy
dapat menjadi aksen kuat, tetapi juga bisa digunakan untuk memberikan kedalaman
pada makeup tanpa terlihat terlalu
mencolok.
Goodbye,
Clean Girl?
Kalau kelima tren tersebut disatukan, ada satu benang merah yang cukup jelas: beauty Milan SS27 tidak terlalu tertarik pada kesempurnaan.
Milan justru merayakan wajah yang
memiliki rona, rambut yang sedikit berantakan, lipstik yang mulai pudar, serta makeup mata yang berani. Ini bukan
berarti tren clean beauty langsung
berakhir, tetapi runway Milan
menunjukkan bahwa definisi “cantik” mulai memberikan ruang lebih besar untuk
karakter dan ekspresi personal.
Dan mungkin justru di situlah
menariknya tren kecantikan berikutnya. Tidak perlu selalu terlihat seperti baru
selesai melakukan rutinitas skincare
12 langkah. Sedikit berantakan pun bisa menjadi bagian dari gaya.
Baca juga: Rahasia Tampil Stylish 2027: Nyata Bikin Pangling Pakai Tren London Fashion Week!
Arah Serat Kain (Grainline): Pengertian, Jenis, dan Fungsinya
Beauty Milan Fashion Week SS27: Saat Glamour Jadi Lebih Berantakan
Sambut Hari Batik Nasional, Kampung Giriloyo Siap Perkenalkan 14 Motif Batik Tulis Baru
Mewah Tanpa Logo Besar, Ini Rahasia di Balik Gaya Elegan Massimo Dutti
5 Negara Penghasil Kapas Terbesar di Dunia, Indonesia Impor Dari Mana?
Fix Bikin Pangling! Ini 5 Tren London Fashion Week SS27 yang Paling Mudah Kamu Tiru Sekarang Juga!
Apa Itu Placket pada Pakaian? Kenali Fungsi dan Jenis-jenisnya
Era Oversized Mulai Berakhir? Pinggang Kembali Jadi Pusat Perhatian Fashion
Baju Hitam Penuh Serat Putih Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!