Selama ini fashion pria identik
dengan outfit yang aman, rapi, dan serba minimalis, Milan Fashion Week Spring/Summer 2027 sepertinya ingin mengubah
anggapan tersebut. Pekan mode yang berlangsung pada September 2026
memperlihatkan gaya pria yang lebih eksperimental, mulai dari permainan warna
dan motif sampai layering yang tidak biasa.
Menariknya, Milan Fashion Week kali
ini memang terutama menampilkan koleksi womenswear.
Namun, semakin banyak rumah mode yang menghadirkan koleksi co-ed sehingga busana pria tetap mendapatkan porsi yang cukup
besar. Gucci, Bottega Veneta, Jil Sander, Ferragamo, Diesel, dan Tod’s termasuk
di antaranya.
Kalau sebelumnya kita telah
membahas 5
Tren Beauty di Milan Fashion Week SS27, kali ini kita akan membahas tentang
tren menswear yang jarang terlintas
di pikiran masyarakt awam. Seperti apa
sih tren menswear yang paling menarik
perhatian?
1. Layering
Makin Eksperimental
Ferragamo. Sumber: theimpression.com
Layering sebenarnya bukan hal baru dalam fashion pria. Namun, di
Milan, teknik menumpuk pakaian terlihat semakin berani dan tidak terlalu
mengikuti formula klasik. Ferragamo, misalnya, memadukan utility vest dengan kemeja putih, dasi, dan celana wide-leg berwarna krem. Marni juga mengeksplorasi
kombinasi vest, kemeja tanpa lengan,
dan dasi. Sementara Gucci menghadirkan susunan pakaian yang jauh lebih kompleks
dengan kombinasi outerwear, hoodie, kemeja, dan turtleneck.
Intinya bukan harus meniru seluruh
tumpukan tersebut. Justru, layering
SS27 menunjukkan bahwa pakaian pria bisa diperlakukan seperti permainan
proporsi dan tekstur.
Kalau kamu tertarik untuk mengaplikasikan
ke pemakaian sehari-hari, cukup mulai dari dua atau tiga lapisan dengan fungsi
berbeda, misalnya kaus, kemeja terbuka, lalu vest.
2. Saat
Warna dan Motif Sengaja Dibenturkan
Marni. Sumber: nowfashion.com
Tren berikutnya adalah power clashing, yaitu keberanian
menggabungkan warna, motif, atau tekstur yang biasanya dianggap tidak serasi. Marni
menjadi salah satu contoh paling jelas. Koleksinya mempertemukan sweater bermotif warna-warni dengan outerwear color-blocking dan celana
bermotif. Ada pula kombinasi cardigan biru terang, kemeja kuning lembut, dasi,
jaket, dan celana bernuansa earthy.
Gaya seperti ini menunjukkan
perubahan dari pendekatan berpakaian yang terlalu aman. Vogue juga melihat
koleksi Milan SS27 secara umum semakin berani dalam penggunaan print, warna, tekstur, embellishment, serta bentuk pakaian.
Buat kalian yang belum siap tampil
terlalu ramai, triknya cukup memilih satu motif utama kemudian memasangkannya
dengan warna solid yang masih memiliki hubungan tonal.
3. Denim
Dipakai Berlapis-lapis
Ralph Lauren. Sumber: metalmagazine.eu
Denim tampaknya masih jauh dari
kata selesai. Bedanya, di fashion week Milan
kali ini membawa denim-on-denim ke
level yang lebih ekstrem. Seperti Emporio Armani menghadirkan berbagai busana
berbahan denim ringan dalam warna abu-abu washed
dan hitam. Koleksinya mencakup jeans,
overcoat, trench coat, hingga setelan denim tiga potong yang memberikan
interpretasi baru terhadap istilah Canadian
tuxedo.
Hal ini juga memperlihatkan betapa
fleksibelnya denim. Bahan yang selama puluhan tahun identik dengan pakaian
kasual ternyata bisa diolah menjadi tailoring,
outerwear, bahkan tampilan yang lebih
formal. Jadi, denim tidak harus selalu berarti celana jeans dan kemeja denim.
Jaket, vest, blazer, atau bahkan
setelan berbahan denim bisa menjadi alternatif.
4. Celana
Tailored Kembali Lebih Rapi
Prada. Sumber: www.istitutomarangoni.com
Setelah beberapa musim berlalu
dengan runway dipenuhi celana superbaggy dan siluet yang serba
longgar, Milan menawarkan alternatif berupa celana tailored yang lebih ramping. Bukan skinny pants seperti tren masa lalu, melainkan celana yang tetap
memberikan ruang gerak tetapi memiliki garis potongan yang lebih bersih. Warna
yang muncul juga cukup luas, dari hitam, abu-abu, dan navy sampai olive, terracotta, serta cokelat tua.
Menariknya, kemunculan siluet ini
tidak otomatis berarti celana wide-leg
akan hilang. Justru, perkembangan menswear
saat ini memperlihatkan semakin banyak pilihan proporsi. Dengan kata lain, pria
tidak lagi harus terpaku pada satu bentuk celana tertentu. Siluet bisa dipilih
berdasarkan karakter outfit yang
ingin dibangun.
5. Leather
Bukan Cuma untuk Jaket
Diesel. Sumber: diesel.com
Leather juga mendapatkan porsi besar di Milan. Kalau selama ini
jaket kulit menjadi item paling umum, SS27 memperluas penggunaannya ke celana
dan berbagai jenis outerwear. Diesel,
Bottega Veneta, dan Ferragamo termasuk rumah mode yang mengeksplorasi leather dalam koleksi mereka. Diesel
bahkan menghadirkan celana kulit biru distressed
yang dipadukan dengan jaket senada, sedangkan Marni menawarkan celana kulit
cokelat tua dan blazer-bomber
berbahan kulit.
Menariknya, tren leather ini hadir bersamaan dengan
kebutuhan akan pakaian yang lebih ringan untuk musim panas. Dalam laporan
mengenai Milan Menswear SS27, The Washington
Post juga mencatat bahwa leather
tetap kuat meskipun cuaca panas, dengan sejumlah desainer mengeksplorasi teknik
seperti perforasi dan konstruksi yang lebih breathable.
Artinya, perkembangan leather bukan
hanya soal tampilan, tetapi juga bagaimana material tersebut dibuat lebih
sesuai dengan kebutuhan pemakainya.
Menswear
Mulai Meninggalkan Gaya yang Terlalu Aman?
Kalau kelima tren tadi diperhatikan, ada satu benang merah yang cukup jelas: gaya pria semakin membuka ruang untuk eksperimen.
Sumber:
www.gq.com
Milan SS27 memperlihatkan kombinasi
yang lebih berani, mulai dari layering
tidak biasa, benturan warna dan motif, denim berlapis, tailoring yang lebih ramping, hingga leather yang digunakan secara lebih luas. Vogue bahkan mencatat
bahwa koleksi Milan musim ini terasa lebih berani, eksperimental, dan tidak
terlalu formulaik.
Namun, bukan berarti semua orang
harus langsung memakai tiga lapis pakaian, celana kulit, atau outfit penuh motif. Justru daya tarik
tren ini ada pada fleksibilitasnya. Satu elemen saja sudah cukup untuk membuat
pakaian sehari-hari terasa lebih segar. Dan pada akhirnya, runway memang bukan buku aturan. Ia lebih tepat dianggap sebagai
sumber inspirasi untuk melihat kemungkinan baru dalam berpakaian.
Butuh bahan kain untuk membuat
outfit sendiri? Temukan berbagai pilihan kain untuk pakaian kasual, tailoring, seragam, hingga kebutuhan
fashion lainnya di BahanKain.com. Pilih bahan
yang sesuai dengan karakter desainmu dan mulai eksplorasi gaya dari sekarang!
Baca juga: Kenapa Fashion Icon Lebih Sering Perempuan?
5 Tren Menswear dari Milan Fashion Week SS27: Saat Gaya Pria Makin Berani
Kenapa Serat Kain Satin Mudah Tertarik? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Mengenal Kain Bouclé, Rahasia Tekstur Mewah di Balik Jaket Chanel
Arah Serat Kain (Grainline): Pengertian, Jenis, dan Fungsinya
Beauty Milan Fashion Week SS27: Saat Glamour Jadi Lebih Berantakan
Sambut Hari Batik Nasional, Kampung Giriloyo Siap Perkenalkan 14 Motif Batik Tulis Baru
Mewah Tanpa Logo Besar, Ini Rahasia di Balik Gaya Elegan Massimo Dutti
5 Negara Penghasil Kapas Terbesar di Dunia, Indonesia Impor Dari Mana?
Fix Bikin Pangling! Ini 5 Tren London Fashion Week SS27 yang Paling Mudah Kamu Tiru Sekarang Juga!
Apa Itu Placket pada Pakaian? Kenali Fungsi dan Jenis-jenisnya