Siluet pakaian yang terlihat mulus sering kali bukan hanya soal bagaimana sebuah busana dipotong dan dijahit. Ada lapisan tersembunyi yang ikut berperan, salah satunya girdle—pakaian dalam yang dirancang untuk membentuk dan merapikan area tubuh tertentu.
Sekilas, girdle mungkin terlihat
seperti celana pendek biasa. Namun, material dan konstruksinya membuat pakaian
ini mampu memberikan kompresi pada perut, pinggang, pinggul, bahkan paha.
Karena itulah girdle kerap dikaitkan dengan korset dan shapewear,
meskipun ketiganya tidak sepenuhnya sama.
Lantas, apa itu girdle dan bagaimana cara membedakannya dari korset?
Girdle adalah jenis pakaian dalam pembentuk tubuh yang dirancang khusus untuk membungkus area pinggang, perut, pinggul, hingga paha wanita. Pakaian ini dikenakan rapat di tubuh untuk membantu membentuk siluet agar terlihat lebih halus di balik busana.
Berbeda dari banyak korset
tradisional yang memiliki konstruksi lebih kaku dengan elemen penyangga seperti boning. Dalaman
girdle berkembang sebagai bagian dari foundation garment di awal abad ke-20,
ketika korset bertulang mulai digantikan oleh pakaian pembentuk tubuh yang
lebih fleksibel. Penggunaan material elastik dan karet memberikan kompresi
sekaligus memungkinkan pemakainya bergerak lebih leluasa.
Meski sering dikaitkan dengan shapewear modern, girdle tidak
sepenuhnya sama dengan istilah tersebut. Shapewear merupakan istilah yang lebih
luas untuk berbagai pakaian yang digunakan untuk membentuk atau menghaluskan
siluet tubuh. Sedangkan girdle merujuk pada bentuk foundation garment dengan sejarah dan konstruksi tersendiri.
Baca Juga:
20+ Istilah Dalam Dunia Fashion Yang Wajib Kamu Tau!
Tidak ada satu bentuk yang
berlaku untuk semua girdle. Modelnya berkembang mengikuti kebutuhan serta tren
busana pada zamannya. Berikut karakternya:
·
Dikenakan rapat pada tubuh,
·
Mencakup area pinggang, perut, dan pinggul,
·
Beberapa model memanjang hingga bagian atas atau
pertengahan paha,
·
Menggunakan konstruksi yang memberikan tingkat
kontrol tertentu,
·
Bisa dibuat dari material elastis
Material girdle berkembang
mengikuti teknologi tekstil pada masanya. Girdle dari dekade 1920-an, misalnya,
dapat dibuat dari katun atau sutra dan dilengkapi elemen elastis maupun
material penyangga. Pada pertengahan abad ke-20, nylon, rayon, karet, dan
material sintetis lainnya mulai ditemukan pada produk girdle.
Beberapa desain memiliki bagian
pinggang yang tinggi, sementara model lainnya memiliki panjang yang lebih
pendek. Jadi, menyebut girdle sebagai “celana pendek elastis” saja sebenarnya
terlalu menyederhanakan bentuk pakaian ini.
Girdle pada dasarnya memiliki dua
fungsi utama, yaitu memberikan dukungan
dan membentuk siluet tubuh. Tekanan dari konstruksi girdle membantu
menahan dan merapikan bagian tubuh tertentu sehingga bentuknya tampak lebih
halus di balik pakaian.
Dalam sejarah fashion, pakaian
semacam ini juga digunakan untuk membantu menciptakan siluet yang sesuai dengan
bentuk busana yang sedang populer.
Beberapa fungsi gridle antara
lain:
Girdle memberikan tekanan pada bagian tubuh yang
ditutupinya sehingga siluet terlihat lebih terkontrol. Efeknya dapat berupa
tampilan pinggang, perut, atau pinggul yang lebih halus di balik pakaian.
Selain membentuk tubuh, girdle juga dapat memberikan
dukungan pada area yang dicakupnya. Karena itu, istilah girdle tidak selalu
berkaitan dengan tujuan estetika semata. Oxford, misalnya, juga mencantumkan
fungsi dukungan dalam definisinya.
Lapisan pembentuk tubuh dapat membantu menciptakan
permukaan yang lebih halus sehingga pakaian di atasnya jatuh dengan lebih rapi.
Konsep ini kemudian menjadi salah satu dasar perkembangan shapewear
modern.
Girdle adalah solusi cerdas dalam dunia mode untuk mendapatkan siluet
tubuh yang rapi, percaya diri, and proporsional di bawah berbagai jenis busana.
Dengan mengenali jenis dan memilih material kain yang tepat, Anda bisa tetap
tampil elegan dan merasa nyaman sepanjang hari tanpa merasa tersiksa.
Apa Itu Girdle? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Korset
9 Cara Merawat Pashmina Viscose yang Benar
Maximalist vs Avant-Garde: Kenapa Fashion yang “Gila” Sering Bikin Bingung?
Kenapa Motif Loreng Disebut Camo? Ini Asal-usulnya!
Atelier vs Butik, Apa Sih Bedanya?
5 Tren Menswear dari Milan Fashion Week SS27: Saat Gaya Pria Makin Berani
Kenapa Serat Kain Satin Mudah Tertarik? Ini Penyebab Snag dan Cara Mencegahnya
Mengenal Kain Bouclé, Rahasia Tekstur Mewah di Balik Jaket Chanel
Arah Serat Kain (Grainline): Pengertian, Jenis, dan Fungsinya
Beauty Milan Fashion Week SS27: Saat Glamour Jadi Lebih Berantakan