Wool merupakan serat yang diambil dari bulu domba dan hewan tertentu lainnya, sifat dari bulu domba ini sangat unik sehingga cocok digunakan untuk bahan produksi tekstil. Pemanfaatan rambut domba sebagai bahan tekstil bermula pada sekitar tahun 8000 SM dimana ketika domba pertama kali dijinakan. Wol sendiri bisa digunakan berbagai tekstil dan bisa digunakan pada tenun maupun rajut. Sedangkan kain wool adalah kain yang terbuat dari wool yang sudah diolah secara khusus dan dalam pembuatan ke proses kain bisa dengan metode penenunan maupun perajutan.

Wool terbentuk oleh serat protein, yang terdiri dari lebih dari 20 asam amino. Asam amino ini membentuk polimer protein. Wol juga mengandung sejumlah kecil lemak, kalsium dan sodium. Karena terbuat daru serat protein wool memiliki beberapa keunggulan dan kelebihan antara lain sebagai berikut:

Proses pembuatan wool diawali dengan pencukuran bulu domba, pencukuran ini dilakukan setiap setahun sekali. Setelah dilakukan pencukuran wool dicuci untuk menghilangkan kotoran. Wool yang sudah dibersihkan bisa langsung diberi perwarna, sebelum dilakukan proses carding dilakukan serangkaian rol baru diproses carding. Step selanjutnya adalah dilakukan proses roving. Untuk benang tenun benang wool dibuat sangat halus sedangkan untuk benang wool rajut lebih tebal.
Untuk merawat pakaian berbahan wool tidak terlalu sulit, yang perlu diperhaikan dalam perawatan antaralain antaralain ketika proses pencucian, Penyetrikaaan dan penyimpanan.
Cara mencuci pakaian wool
Untuk pencucian bisa menggunakan cuci tangan maupun dengan mesin. Yang perlu diperhatikan adalah jangan mengeringkan wool dengan mesin dryer. Jika mencuci dengan tangan jangan memeras pakaian secara kasar lakukan perlahan dan keringkan di tempat yang mendatar (jangan digantung di hanger karena air yang turun akan mengubah bentuk baju). Jemur dengan posisi bahan dalam mengarah keluar (terbalik) dan menghadap sinar matahari supaya cepat kering.
Cara Penyetrikaaan pakaian wool
Pastikan dalam menyetlika pada setlika diseting khusus untuk wool. Jika ada detail seperti pleats, lapisi baju dengan menggunakan sapu tangan untuk menghindari baju menjadi mengkilat. Atau balik baju dengan bagian dalam mengarah keluar.
Cara Penyimpanan pakaian wool
Untuk penyimpanan pakain dari bahan wool disimpan pada tempat yang kering.
Benarkah Polyester Lebih Mudah Sebabkan Bau Badan? Ini Fakta Ilmiahnya!
Kode Rahasia di Balik Kipas Tangan: Benarkah Dulu Orang Berkirim Pesan Cinta Lewat Kipas?
Sofa angin, worth it kah untuk dibeli? Cek ulasannya, yuk!
Dari Wisata Alam ke Kain Batik, Tumpak Sewu Siap Jadi Bagian dari Wastra Khas Lumajang
Panduan Mencuci Pakaian Olahraga Agar Tetap Awet dan Bebas Bau
AI dan Janji Produksi Tanpa Limbah, Bagaimana Implementasinya?
Mengenal Kain Ramilook: Pengertian, Karakteristik dan Penggunaanya
Mengapa Kaus Henley Punya Kancing di Dada? Ternyata Berawal dari Seragam Pendayung Inggris
Sertifikasi OEKO-TEX, Standar Emas Keamanan dan Keberlanjutan Produk Tekstil
Adidas Kembali Menggebrak Lewat Climacool, Sepatu 3D Printing yang Diklaim Lebih Sejuk dan Ringan