Lumajang, kabupaten di kaki
Gunung Semeru yang dikenal luas sebagai "Kota Pisang", menyimpan
kekayaan wastra Nusantara lewat batik Lumajang. Selama ini, batik khas daerah
ini identik dengan motif yang diangkat dari potensi alam dan budaya setempat,
seperti corak pisang agung, kuda jaran kencak, siluet Gunung Semeru, hingga
motif pasir dan bambu, yang umumnya tampil dengan warna-warna cerah seperti
hijau dan kuning.
Kini, batik Lumajang bersiap
mendapat suntikan inspirasi baru. Geliat industri batik lokal mulai melirik
ikon wisata alam lain yang tak kalah memesona, yaitu Air Terjun Tumpak Sewu.
Air terjun bertingkat yang kerap dijuluki "Niagara van Java" ini
diproyeksikan menjadi sumber inspirasi baru bagi pengembangan batik khas
daerah, sekaligus memperkaya ragam motif batik Lumajang yang sudah ada.
Bupati Lumajang, Indah
Amperawati, mendorong para pelaku usaha batik di wilayahnya untuk menggali
kekayaan alam dan budaya lokal sebagai bahan baku kreativitas dalam merancang
motif baru. Menurutnya, kekuatan visual Tumpak Sewu berpotensi diangkat menjadi
corak batik yang merepresentasikan karakter khas Lumajang sekaligus
membedakannya dari batik daerah lain.
Ia menegaskan bahwa batik tidak
sekadar warisan budaya yang wajib dijaga kelestariannya, tetapi juga memiliki
potensi ekonomi yang signifikan jika dikelola dengan inovasi yang tepat.
"Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang
besar," ujarnya saat menyampaikan ajakan tersebut kepada para pengusaha
batik di Lumajang pada pertengahan Juni 2026.
Tingginya animo wisatawan yang
berkunjung ke kawasan Tumpak Sewu dinilai membuka peluang besar bagi pelaku
UMKM untuk menghadirkan kain batik yang punya keterkaitan kuat dengan identitas
daerah. Selama ini, banyak wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam,
namun belum tentu membawa pulang produk lokal yang benar-benar mencerminkan
karakter Lumajang.
Dengan hadirnya motif batik
bertema Tumpak Sewu, diharapkan muncul produk oleh-oleh khas yang punya nilai
cerita sekaligus daya jual lebih tinggi di pasar. Gagasan ini sejalan dengan
tren wisatawan masa kini yang tidak hanya mencari pengalaman visual, tetapi
juga produk autentik yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan bermakna.
Pengembangan ekonomi kreatif
berbasis motif batik ini tidak bisa berdiri sendiri. Pemerintah Kabupaten
Lumajang menilai perlunya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pariwisata,
budaya, hingga pelaku UMKM, agar potensi alam dan budaya lokal dapat diolah
menjadi produk yang punya nilai estetika sekaligus nilai jual tinggi.
Prinsip yang diusung adalah
memastikan pertumbuhan sektor pariwisata turut diiringi pergerakan ekonomi
masyarakat. Wisatawan yang berkunjung ke Lumajang diharapkan tidak hanya
menikmati panorama alam, tetapi juga mengenal dan turut mendukung produk lokal
yang memiliki identitas dan cerita tersendiri.
Selain bernilai ekonomi, motif batik
terinspirasi Tumpak Sewu juga berpotensi menjadi sarana promosi daerah yang
efektif. Setiap helai kain batik dengan corak air terjun tersebut bisa menjadi
medium untuk memperkenalkan kekayaan alam Lumajang ke khalayak yang lebih luas,
bahkan hingga ke luar daerah dan mancanegara.
Di sisi lain, langkah ini membuka
ruang bagi para perajin batik untuk terus berinovasi menciptakan desain yang
relevan dengan selera pasar modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan
lokal yang menjadi ciri khas batik Nusantara.
Di tengah meningkatnya perhatian
terhadap produk-produk berbasis ekonomi kreatif, keberadaan batik dengan
identitas lokal yang kuat diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku
usaha. Produk batik bermotif Tumpak Sewu berpotensi memperluas pangsa pasar
UMKM Lumajang, baik melalui jalur wisata, pemasaran daring, maupun ajang
pameran produk kreatif daerah.
Langkah ini juga menjadi bagian
dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadikan potensi alam tidak hanya sebagai
daya tarik wisata, tetapi juga sebagai sumber inspirasi yang mampu menggerakkan
roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Diangkatnya keindahan Air Terjun Tumpak Sewu ke dalam motif batik menjadi contoh nyata bagaimana potensi alam dan budaya bisa dipadukan untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Jika dikembangkan secara konsisten,
batikTumpak Sewu berpeluang menjadi ikon baru yang memperkuat posisi
Lumajang di peta industri batik Jawa Timur, sekaligus membuka lebih banyak
peluang usaha bagi para perajin dan pelaku UMKM lokal.
Dari Wisata Alam ke Kain Batik, Tumpak Sewu Siap Jadi Bagian dari Wastra Khas Lumajang
Panduan Mencuci Pakaian Olahraga Agar Tetap Awet dan Bebas Bau
AI dan Janji Produksi Tanpa Limbah, Bagaimana Implementasinya?
Mengenal Kain Ramilook: Pengertian, Karakteristik dan Penggunaanya
Mengapa Kaus Henley Punya Kancing di Dada? Ternyata Berawal dari Seragam Pendayung Inggris
Sertifikasi OEKO-TEX, Standar Emas Keamanan dan Keberlanjutan Produk Tekstil
Adidas Kembali Menggebrak Lewat Climacool, Sepatu 3D Printing yang Diklaim Lebih Sejuk dan Ringan
Mengenal Mélange Yarn, Karakteristik Dan Penggunaannya
Bedong, Sleep Sack, atau Selimut Tebal? Ini Panduan Memilihnya Sesuai Usia Bayi
The Art of Stripes: Mengapa Cabana Stripes Jadi Motif Favorit Tahun Ini?