Pernahkah kamu mendapati kaos, hoodie,
sweater, pakaian olahraga dengan permukaan berbintik halus atau tampilan warna
yang bercampur? Bisa jadi itu adalah efek dari penggunaan benang mélange alias mélange
yarn. Benang ini menghasilkan efek warna unik yang membuat visual kain lebih
dinamis dan terkesan hidup.
Popularitasnya terus menanjak
seiring berkembanganya tren fashion kasual yang natural dan otentik. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan
melange yarn? Bagaimana proses pembuatannya? Simak ulasan berikut ini, yuk!
Mélange yarn atau
lebih populer dengan sebutan benang misty adalah benang yang dibuat dari
campuran dua atau lebih serat dengan warna berbeda sebelum proses pemintalan
dilakukan. Istilah mélange sendiri berasal dari bahasa Prancis yang
berarti “campuran”, sesuai dengan karakteristik utama benang ini yang menggabungkan
berbagai warna serat dalam satu helai benang.
Tak seperti benang konvensional
yang dicelup warna atau diwarnai setelah menjadi kain, warna pada mélange yarn
sudah terbentuk sejak tahap pengolahan serat. Sebagian serat terlebih dahulu
diwarnai, kemudian dicampurkan dengan serat lain yang memiliki warna natural
atau kontras sebelum diproses menjadi benang. Teknik inilah yang menghasilkan
tampilan khas berupa efek warna bercampur, berbintik, atau bergradasi halus
pada permukaan kain.
Karena warna berasal dari
struktur benangnya, kain berbahan dasar benang mélange umumnya memiliki
tampilan yang lebih natural dan kaya dimensi.
Pembuatan benang misty membutuhkan kontrol produksi yang lebih mendetail dibandingkan benang biasa. Pasalnya, komposisi warna harus diatur secara presisi agar menghasilkan tampilan yang konsisten pada seluruh benang dan kain.

Sumber: https://www.jongstit.com/
Secara umum, proses pembuatannya
meliputi beberapa tahapan berikut.
1.
Pemilihan
Serat
Tahap pertama adalah menentukan jenis serat yang akan
digunakan. Produsen dapat menggunakan kapas, polyester, viscose, rayon, atau
kombinasi beberapa jenis serat sekaligus.
Pemilihan bahan ini nantinya akan memengaruhi karakter
kain, mulai dari kenyamanan, daya serap, hingga ketahanan produk akhir.
2.
Pewarnaan
Sebagian Serat
Tidak semua serat diwarnai. Sebagian serat tetap
dipertahankan dalam warna aslinya, sementarasebagian lainnya diberi warna
sesuai kebutuhan.
Sebagai contoh, untuk menghasilkan warna abu-abu
mélange yang populer di pasaran, serat putih biasanya dicampurkan dengan
sebagian kecil serat hitam atau abu-abu.
3.
Proses blending
Serat-serat dengan warna berbeda kemudian dicampurkan
hingga merata menggunakan mesin khusus.
Pada tahap ini, komposisi warna menjadi faktor yang
sangat menentukan. Semakin banyak serat berwarna yang digunakan, semakin kuat
pula efek mélange yang akan terlihat pada kain.
4.
Pemintalan
Setelah proses pencampuran selesai, serat akan melalui
tahapan carding, drawing, roving, dan spinning hingga berubah menjadi benang
siap pakai. Benang inilah yang kemudian digunakan untuk membuat kain rajut
maupun kain tenun.

Sumber: https://www.rieter.com/
Benang misty atau melange memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya
mudah dikenali. Hal itu pula yang membuat benang misty kerap digunakan dalam produksi kaos, hoodie,
sweater, hingga pakaian olahraga.
Ciri paling
menonjol dari benang misty adalah tampilannya yang tidak benar-benar polos.
Warna yang terlihat pada kain merupakan hasil perpaduan serat-serat dengan
warna berbeda yang dicampur sebelum dipintal menjadi benang.
Karena warna
berasal dari campuran serat, efek yang dihasilkan tampak lebih alami
dibandingkan kain yang hanya melalui proses pencelupan biasa.
Karena memiliki perpaduan warna yang tidak seragam,
kain misty cenderung lebih efektif menyamarkan debu maupun noda ringan
dibandingkan kain dengan warna solid. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa
bahan misty cukup populer untuk pakaian aktivitas sehari-hari dan pakaian
olahraga.
Meski terlihat sederhana, efek visual yang dihasilkan
benang mélange mampu meningkatkan nilai estetika suatu produk. Banyak merek
fashion memanfaatkan karakter ini untuk menciptakan pakaian yang tampak lebih
eksklusif tanpa perlu tambahan motif atau cetakan yang rumit.
Benang misty dapat digunakan untuk berbagai konstruksi
kain, baik rajut maupun tenun. Oleh karena itu aplikasinya sangat luas, mulai
dari kaos, polo shirt, hoodie, jaket, hingga berbagai produk tekstil rumah
tangga seperti handuk, selimut, sarung bantal, dan berbagai jenis tekstil
dekoratif.
Benang mélange bisa jadi solusi
paling efektif untuk fashion yang mengutamakan desain sederhana namun tetap
menarik.
Kenapa Baju Dari Kain Rayon Lebih Mudah Sobek Atau Bolong?
Kenapa Baju Ukuran M di Brand A Jadi XL di Brand B? Bongkar Misteri 'Sekte' Ukuran Baju yang Bikin Makan Hati!
Bukan Buat Tempur! Misteri Kenapa Baju Tanpa Lengan Disebut "Tank Top" dan Sejarah Kelam di Baliknya
APPBI Ingatkan Bahaya Tekstil Motif Batik bagi Kelestarian Batik Tradisional
Amankan Keranjang Belanjamu! 7 Cara Ampuh Mengurangi Kebiasaan Impulsive Buying
Dari Gembala ke Runaway: Kisah Rahasia di Balik Topi Beret yang ‘Prancis Banget’!
Bukan Sekedar Saran, Ini 5 Alasan Teknis Kenapa Sepatu Gunung Harus Upsize
Busana Asimetris, Tren Fashion Unik yang Semakin Digandrungi Gen Z
Alasan Genius di Balik Kantong Kanguru Hoodie, Bukan Cuma Tempat Tangan Salting!
Mengenal Bias Cut, Teknik Pembutan Pola yang Bikin Gaun "Jatuh" Sempurna