Stylexpo

4 Jenis Kain Mewah Di Dunia

Kain merupakan bahan yang didapat dari tenunan benang yang  mempunyai nilai guna yang besar bagu masyarakat saat ini. Kain yang kemudian akan diubah dalam sebuah busana atau fashion mempunyai jenis yang beragam. Mulai dari tingkat premium hingga yang murah mempunyai karakteristik masing-masing. Karakteristik ini lah yang membawa kain pada fungsi tertentu, harga tertentu dan akhirnya mendapat predikat di mata masyarakat. 

Para pecinta produk dengan merk ternama, pasti sudah tidak asing lagi dengan perbedaan barang premium dan barang biasa. Perbedaan ini akan terlihat dari tekstur, pola dan durabilitasnya antara produk premium dan produk yang terbilang biasa. Dalam dunia tekstil, kain yang mempunyai harga termahal pun akan memiliki kualitas melampaui kain regular. Tentu hal ini kan membuat kain jenis ini masuk kedalam jajaran kain premium.

Berikut merupakan kain mewah di dunia:

  1. Kain Wool Vikuna

Vikuna adalah hewan sejenis unta Amerika Selatan yang hidup di pegunungan Peru, Amerika Selatan. Vikuna masuk dalam spesies mamalia pemakan tumbuhan yang cukup unik. Hewan yang dimuliakan ini dianggap sebagai anak dari dewi kesuburan Panchamama oleh suku Inca, bahan masayarakat kerajaan Inca sangat memuliakan bulu wool dari vikuna dan hanya anggota kerajaan saja yang boleh memakai pakaian dari bulu wool ini.

Hewan ini merupakan hewan yag sangat jarang ditemui  dan hanya bisa diambil bulunya setiap 3 tahun sekali. Dan pengambilan bulu domba ini langsung dari alam liar, karena jenis domba ini tidak bisa dikembang biakan.

Pendapat orang yang pernah memiliki kain wool jenis ini mengatakan bahwa kain wool vucana mempunyai kelembutan yang tiada duanya. Hal inilah yang mempengaruhi harganya menjadi sangat mahal. Untuk harga kain wool vulcana pada tahun 2007 dalam 1 yard nya dibanderol antara $1.800 atau setara dengan kurang lebih 25 juta rupiah sampai dengan $3000 atau setara dengan kurang lebih 42 juta rupiah. Dan untuk harga 1 potong scart dari kain wool vucana dibanderol dengan harga $1.500 atau setara dengan lebih dari 21 juta rupiah dan untuk mantel dari wool vicunas dibanderol dengan harga $21.000 atau setara dengan kurang lebih 300juta rupiah.

  1. Kain Bulu Sable

Sable merupakan spesies mamalia karnivora kecil yang menghuni hutan Rusia dari Pegunungan Ural di seluruh Siberia dan Mongolia Utara. Dalah sejarahnya, hewan sable telah diburu karena bulunyan yang berwarna coklat tua atau hitam yang sangat berharga, dan sampai saat ini masih menjadi barang mewah.

Kain bulu sable atau yang biasa disebut dengan sable fur termasuk salah satu jenis kain yang sangat dihargai dalam perdagangan bulu sejak abad pertengahan  dan pada umumnya bulu ini mempunyai kulit yang paling indah dan kaya warna. Sable fur dianggap unik karena memprtahankan kehalusannya disetiap arah ketika dibelai.  Bahkan seorang Diplomat Rusia abad ke -17 pernah menggambarkan sang sable sebagai “Binantang buas yang luar biasa dan produktif, binantang buas yang oleh orang Yunani dan Romawi Kuno disebut Bulu Emas”.

  1. Kain Sutra Murbey

Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umun dan kuat adalah jenis sutra dari kepompong yang dihasilkan dari larva ulat sutra murbei (Bombyx Mori). Ulat sutra murbei adalah ngengat yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai penghasil serat/benang sutra. Telur engat sutra membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk menetas, lalu membentuk kepompong sutra mentah.

Kain sutra mempunyai tekstur yang halus, lembut, namun tidak licin. Daya tarik  dari kain ini adalah rupa  berkilauan yang berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.  Selain itu, banyak yang percaya bahwa benang sutra merupakan jenis benang paling kuat di dunia.

  1. Kain Linen

Kain linen merupakan kain tertua didunia yang terbuat dari serat alami. Kain linen menjadi kain pertama didunia yang dihasilkan dari proses menenun serat tanaman rami dan mulai muncul sejak Zaman Mesir Kuno dan Mesopotamia. Proses yang dibutuhkan serat linen lebih panjang dibandingkan serat kapas, sehingga ketersediaan kain dari serat linen tidak sebanyak kain dari serat kapas.

Kain linen mempunyai karakter sifat yang kaku, tebal dan permukaan yang kasar, namun ajaibnya saat linen digunakan kain ini akan terasa halus dan lembut. Bahkan semakin lama, kain linen akan semakin halus.

Kain dengan kualitas premium ini merupakan kain yang terbuat dari serat alami paling kuat dibandingkan serat alami yang lain, sehingga sudah bisa dipastikan kain linen merupakan kain yang kuat dengan serabut kain yang tidak terburai.

Kain dengan predikat termewah ini tidah hanya dilihat dari harga yang dibanderol dipasaran saja, namun dari proses pembauatan, karakter yang mumpuni hingga fungsi yang baik.