Mukena merupakan perlengkapan ibadah sehari-hari dan perlu mendapatkan perawatan ekstra. Meski hanya digunakan beberapa menit saat beribadah, mukena sering lembab karena terkena air wudhu. Jika dibiarkan, mukena akan cepat bau apek dan akan menimbulkan jamur.
Sumber: id.pinterest.com
Tanda mukena yang terkena
jamur adalah munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kain mukena. Jika
sudah begini, akan jauh lebih sulit untuk membersihkan noda tersebut. Nah,
supaya mukena tetap terjaga kebersihannya, yuk pastikan kamu merawat mukena
dengan cara yang benar. Dengan kondisi mukena yang bersih dan berbau harum,
tentu ibadah akan lebih nyaman bukan?
Berikut beberapa tips
cara merawat mukena agar tidak mudah bau apek dan timbul jamur.
1.
Keringkan wajah setelah wudhu
Mengenakan
mukena saat kondisi masih basah akan membuat mukena menjadi lembab dan bau apek
apabila tidak langsung dijemur. Seperti yang kita ketahui, bahwa jamur akan
tumbuh di area yang lembab dan hal inilah penyebab utama mukena akan cepat
berjamur. Jadi, sebelum mengenakan mukena lebih baik keringkan wajah dahulu.
2.
Simpan mukena dengan cara digantung
Untuk
menghindari kondisi lembab pada mukena, setelah menggunakan mukena lebih baik
disimpan dengan cara digantung. Hal ini akan mengurangi timbulnya jamur karena
akan terkena angin dan lama-lama akan kering sendiri.
3.
Rutin mencuci mukena
Untuk
menjaga mukena tetap bersih dan wangi, cuci mukena secara rutin, maksimal 2
minggu sekali. Saat mencuci hindari menyikat atau menggosok mukena karena akan
merusak serat dari kain tersebut. Jemur ditempat yang teduh atau tidak terpapar
sinar matahari langsung supaya warna dari mukena tersebut tidak mudah pudar.
4.
Hindari menggunakan mukena yang sama terus
menerus
Supaya
mukena tetap awet, pastikan tidak menggunakan mukena yang sama terus-menerus.
Apabila mukena yang satu dicuci, maka ganti dengan mukena yang lainnya. Hal ini
untuk menghindari warna dari mukena agar tidak cepat pudar karena terus menerus
dicuci.
5.
Hindari penggunaan pemutih secara berlebih
Jika
mukena sudah berjamur, kebanyakan orang akan menggunakan pemutih untuk
menghilangkan noda tersebut. Tetapi cara ini salah karena serat kain akan cepat
rusak. Kain mukena yang terus menerus terkena pemutih akan membuat kusut dan
rapuh. Selain itu, warna dari mukenamu akan pudar sekalipun warna mukenanya
adalah putih. Untuk menghilangkan jamur tersebut, dapat menggunakan bahan alami
seperti cuka atau jeruk nipis.
Nah, berikut tadi
beberapa tips untuk merawat mukena agar tetap bersih dan nyaman digunakaan saat
beribadah.
Bagi sahabat
bahankain.com yang membutuhkan kain untuk membuat mukena, Anda bisa cek koleksi
kain di web kami dan hubungi customer service kami untuk menanayakan detail
dari produknya.
Red Bra Theory, Fashion Hack yang Mengubah Caramu Mengenakan Baju Putih
Mengenal Comforter Dan Perbedaannya Dengan Duvet
Rahasia Lubang Kecil di Kerah Jas: Detail Kuno yang Masih Bertahan di Fashion Modern
Catat! Ini Panduan Memilih Kain untuk Digital Printing
Mengapa Jeans Punya Kantong Kecil? Ternyata Bukan Sekadar Hiasan
Silky Shorts, Evolusi Busana Privat yang Jadi Andalan Fashion Modern
Dulu Hanya Milik Raja dan Bangsawan, Kini Masuk ke Tas Semua Orang: Sejarah Mengejutkan di Balik Payung
Alo Yoga, Fakta Dibalik Logo 'alo' yang Fenomenal
Kenapa Orang Berkacamata Sering Dianggap Lebih Pintar? Ternyata Sejarahnya Panjang dan Menarik
Bea Masuk Benang Sintetik Resmi Berlaku, Apa Pengaruhnya bagi Industri Tekstil Indonesia?