Jika diperhatikan dengan saksama,
hampir semua jas formal memiliki satu detail kecil yang sering luput dari
perhatian: sebuah lubang kancing di bagian kerah atau lapel kiri. Banyak orang
menganggapnya hanya sebagai hiasan, bahkan tidak sedikit yang tidak pernah
menyadari keberadaannya sama sekali.
Padahal, lubang kecil tersebut
memiliki nama khusus, sejarah panjang, dan fungsi yang dulu sangat penting.
Dalam dunia tailoring, detail ini dikenal sebagai boutonnière, sebuah peninggalan fashion klasik yang berhasil
bertahan selama ratusan tahun meskipun sebagian besar pemakainya sudah tidak
lagi menggunakannya.
Lalu, mengapa jas masih memiliki
lubang kancing di kerah hingga sekarang?
Apa Itu
Boutonnière?
Sumber: www.neimanmarcus.com
Boutonnière berasal dari bahasa Prancis yang secara harfiah
berarti "tempat bunga". Istilah ini merujuk pada lubang kancing yang
terletak di lapel kiri jas, yang secara tradisional digunakan untuk menyelipkan
bunga segar sebagai aksesori formal.
Modern ini, boutonnière paling sering terlihat dalam acara pernikahan, di mana
pengantin pria atau anggota keluarga mengenakan bunga kecil di bagian dada jas
mereka. Namun fungsi tersebut sebenarnya hanyalah sisa dari tradisi yang jauh lebih
tua.
Baca juga: Boutonniere, Hiasan Kecil Yang Penuh Arti
Awalnya Bukan Sekadar Hiasan
Untuk memahami asal-usul boutonnière, kita perlu melihat perkembangan jas modern.
Pada abad ke-18 hingga awal abad
ke-19, pakaian formal pria memiliki kerah yang bisa dikancingkan hingga menutup
bagian leher. Lubang kancing pada lapel bukanlah elemen dekoratif, melainkan
bagian dari sistem penutup pakaian.
Seiring perubahan gaya berpakaian,
lapel mulai dilipat keluar dan dibiarkan terbuka. Desain ini dianggap lebih
nyaman, lebih praktis, dan secara estetika lebih elegan.
Meski fungsi mengancingkan lapel
mulai ditinggalkan, lubang kancingnya tetap dipertahankan. Dari sinilah
boutonnière perlahan berubah fungsi menjadi tempat menyelipkan bunga.
Simbol
Status di Kalangan Bangsawan Eropa
Pada masa lalu, bunga segar bukanlah
aksesori biasa.
Di kalangan aristokrat Eropa,
mengenakan bunga pada jas merupakan simbol keanggunan, status sosial, dan
perhatian terhadap detail. Bunga juga sering digunakan untuk menunjukkan selera
serta kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Selain alasan estetika, bunga
dipercaya membantu menutupi aroma kurang sedap pada masa ketika parfum modern
belum berkembang seperti sekarang.
Karena itu, mengenakan bunga di
lapel menjadi kebiasaan umum di berbagai acara resmi, pesta dansa, hingga
pertemuan sosial kalangan elite.
Mengapa Selalu di Lapel Kiri?
Sumber: hawesandcurtis.co.uk
Sebagian besar jas menempatkan
boutonnière di sisi kiri, dan ini bukan kebetulan.
Secara tradisional, sisi kiri
dianggap lebih dekat dengan jantung. Penempatan bunga di area tersebut kemudian
berkembang menjadi simbol penghormatan, kasih sayang, dan kedekatan emosional.
Tradisi ini masih bertahan hingga
kini, terutama dalam acara pernikahan. Bunga yang dikenakan mempelai pria
hampir selalu ditempatkan pada lapel kiri sebagai bagian dari etiket berpakaian
formal.
Detail
Kecil yang Menunjukkan Kualitas Jas
umber: suitsupply.com
Di dunia tailoring, boutonnière
ternyata memiliki fungsi lain yang lebih modern.
Lubang kancing pada lapel sering
digunakan sebagai indikator kualitas pengerjaan jas. Pada jas premium atau bespoke, boutonnière biasanya dibuat secara fungsional dengan jahitan tangan
yang rapi. Lubangnya benar-benar bisa digunakan untuk memasukkan batang bunga. Sebaliknya,
pada banyak jas produksi massal, lubang tersebut sering kali hanya berupa
jahitan dekoratif yang tidak benar-benar terbuka.
Karena proses pembuatannya
membutuhkan ketelitian tinggi, para penjahit tradisional sering menganggap boutonnière sebagai salah satu tanda craftsmanship yang membedakan jas biasa
dengan jas berkualitas tinggi.
Baca juga: 10 Variasi Model Kerah Kemeja Pria Yang Wajib Kamu Tahu!
Mengapa
Hampir Tidak Pernah Digunakan Lagi?
Sumber: hawesandcurtis.co.uk
Meskipun hampir semua jas formal
masih memilikinya, sebagian besar pemakai jas modern tidak pernah memanfaatkan boutonnière.
Ada beberapa alasan utama:
·
Tradisi mengenakan bunga segar semakin jarang
dilakukan.
·
Lingkungan kerja modern cenderung lebih praktis dan
minimalis.
·
Aksesori bunga dianggap terlalu formal untuk
penggunaan sehari-hari.
·
Banyak orang bahkan tidak mengetahui fungsi asli
lubang tersebut.
Akibatnya, boutonnière kini lebih sering menjadi elemen desain daripada fitur
yang benar-benar digunakan.
Kapan
Boutonnière Masih Dipakai?
Sumber: www.rinlongflower.com
Meski jarang terlihat dalam
kehidupan sehari-hari, boutonnière masih memiliki tempat dalam berbagai acara
formal, seperti:
·
Pernikahan
·
Gala dan acara penghargaan
·
Jamuan kenegaraan
·
Acara diplomatik
·
Upacara militer tertentu
·
Balapan kuda dan acara formal tradisional di Eropa
Dalam konteks tersebut, bunga di
lapel tetap dianggap sebagai simbol elegansi klasik yang tidak lekang oleh
waktu.
Fosil Sejarah yang Masih Menempel di Jas Modern
Yang membuat boutonnière menarik bukanlah ukurannya yang kecil, melainkan cerita
yang dibawanya. Banyak detail pakaian modern sebenarnya merupakan peninggalan
dari fungsi yang sudah lama hilang. Sama seperti kantong jam kecil pada jeans
atau kancing tambahan di lengan jas, boutonnière
adalah contoh bagaimana fashion menyimpan jejak sejarah di dalam desainnya.
Selama lebih dari dua abad, fungsi
dan maknanya terus berubah. Dari pengait kerah, menjadi tempat bunga bangsawan,
hingga akhirnya menjadi simbol craftsmanship
dalam dunia tailoring modern.
Jadi lain kali ketika melihat
lubang kecil di kerah jas, kamu tidak sedang melihat hiasan biasa. Tetapi kamu sedang
melihat salah satu detail tertua yang masih bertahan dalam pakaian pria
modern—sebuah warisan fashion klasik yang berhasil melewati perubahan zaman
tanpa kehilangan identitasnya.
Baca juga: 7 Alasan Kenapa Letak Kancing Baju Pria Dan Wanita Berbeda
Mengenal Comforter Dan Perbedaannya Dengan Duvet
Rahasia Lubang Kecil di Kerah Jas: Detail Kuno yang Masih Bertahan di Fashion Modern
Catat! Ini Panduan Memilih Kain untuk Digital Printing
Mengapa Jeans Punya Kantong Kecil? Ternyata Bukan Sekadar Hiasan
Silky Shorts, Evolusi Busana Privat yang Jadi Andalan Fashion Modern
Dulu Hanya Milik Raja dan Bangsawan, Kini Masuk ke Tas Semua Orang: Sejarah Mengejutkan di Balik Payung
Alo Yoga, Fakta Dibalik Logo 'alo' yang Fenomenal
Kenapa Orang Berkacamata Sering Dianggap Lebih Pintar? Ternyata Sejarahnya Panjang dan Menarik
Bea Masuk Benang Sintetik Resmi Berlaku, Apa Pengaruhnya bagi Industri Tekstil Indonesia?
Dunia di Ujung Jari, Bagaimana TikTok Menciptakan (dan Menghancurkan) Tren Fashion