Batik merupakan kain
tradisional khas Indonesia yang merupakan warisan dari nenek moyang dan perlu
dijaga kelestariannya. Batik sendiri memiliki berbagai jenis seperti batik
tulis, batik cap, batik print, atau kombinasi dari keduanya.
Batik berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti halnya dengan batik Pekalongan. Pekalongan merupakan salah satu daerah yang menghasilkan batik tulis halus tertua yang diciptakan oleh Oey Soe Tjoen pada tahun 1925.

Sumber: jakpost.net
Batik Oey Soe Tjoen
menghasilkan motif berupa rangkaian bunga dengan warna yang kalem seperti warna
hijau daun, merah maroon, hingga warna kuning soft. Jenis batik yang diproduksi
berupa kain panjang yang biasa disebut jarit dan sarung batik. Motif yang
sering digunakan yaitu motif khusus bunga dan satwa seperti motif kupu-kupu dan
burung. Oey Soe Tjoen tidak membuat desain motif sendirian, Ia memanggil
seorang juru gambar untuk merepresentasikan keinginannya kemudian ditungkan di
atas selembar kain.
Batik Oey Soe Tjoen sudah
turun temurun hingga generasi ketiga dan memiliki ciri khas masing-masing pada
setia generasi. Seperti generasi pertama banyak menggunakan motif buketan,
merak ati, urang uayu dan cuwiri khas zat pewarna soga alam. jumlah bucket pada
kain panjang biasanya hanya enam buah, serta ada empat bucket per kain sarung.
Selain itu, banyak menampilkan bunga seruni, mawar, tulip, daffodil, sepatu,
Teratai dan magnolia.
Sekitar tahun 1985 mulai
memasuki generasi kedua, dimana ada sedikit perubahan pada motifnya, seperti
motif cuwiri dihilangkan. Motif yang diciptakan banyak menggunakan gambar
kupu-kupu besar dan motif burung gelatik.
Pada generasi ketiga,
tetap tidak meninggalkan ciri khas yaitu tetap menciptakan motif buketan dan
kembali memproduksi kain batik dengan motif cuwiri yang pada generasi kedua
sudah tidak diciptakan.
Pekalongan menciptakan
berbagai jenis batik dengan warna yang cenderung kalem dan tidak terlalu
mentereng. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi alam masyarakat di Pekalongan
yang saat itu sedikit tertutup.
Meski demikian, beberapa tahun belakangan ini batik Oey Soe Tjoen diproduksi ketika ada pesanan saja. Hal tersebut disebabkan karena kondisi fisik dari penerus generasi batik tersebut yang sudah menurun serta para pembatik yang semakin tua dan tanpa penerus.
Bagi sahabat bahankain yang membutuhkan kain untuk membuat batik, Anda bisa cek koleksi kain kami disini ya. Silakan hubungi tim marketing kamu untuk melakukan pembelian.

Adidas Kembali Menggebrak Lewat Climacool, Sepatu 3D Printing yang Diklaim Lebih Sejuk dan Ringan
Mengenal Mélange Yarn, Karakteristik Dan Penggunaannya
Bedong, Sleep Sack, atau Selimut Tebal? Ini Panduan Memilihnya Sesuai Usia Bayi
The Art of Stripes: Mengapa Cabana Stripes Jadi Motif Favorit Tahun Ini?
Cara Memilih Kain untuk Sablon Manual, 5 Kriteria yang Wajib Kamu Tahu!
Swimsuit vs Bikini: Ternyata Bedanya Bukan Sekadar One-Piece atau Two-Piece
Sejarah Panjang Sarung Tangan dari Mesir Kuno hingga Dunia Fashion
Kenapa Denim Selalu Biru? Kisah Tak Terduga yang Dimulai Ratusan Tahun Lalu
Fakta di Balik Harga Premium Kain Sutra, Proses Panjang Menuju Kemewahan
Rahasia di Balik Tapestry: Kain Hias yang Pernah Lebih Berharga dari Lukisan