Water jet loom merupakan salah satu generasi dari pengembangan mesin tenun yang ada saat ini. Water jet loom mempunyai kemiripan dengan mesin tenun Air jet loom, tapi perbedaan dari kedua mesin tenun ini adalah konstruksi dan cara pengoprasiannya. Mesin tenun water jet loom ini telah banyak digunakan di kawasan Asia Timur.
Kelebihan mesin tenun water jet loom ini ada pada kinerja dan kecepatan penyisipan benang pakan yang tinggi dengan penggunaan energi yang rendah. Cara kerja pada mesin tenun water jet loom yaitu benang pakan yang basah akan didorong melalui mulut lusi, hasil putaran yang dihasilkan dapat mencapai 600 ppm dengan tingkat kebisingan yang rendah. Jenis benang-benang yang dapat diproses menggunakan mesin tenun water jet loom ini adalah benang-benang filamen asetat, nilon dan kaca.

Sumber : made-in-china.com
Disamping kelebihan-kelebihan yang dimikiki, mesin tenun water loom ini juga memiliki beberapa kelemahan yaitu membutuhkan sumber air yang cukup besar. Selain kebutuhan air yang cukup besar, air yang digunakan pun haruslah air bersih dan mempunyai suhu yang rendah. Jika air yang digunakan kotor maka dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin dan kualitas kain yang dihasilkan kurang bagus atau cacat. Penggunaan air dengan suhu yang rendah agar kain yang dihasilkan sesuai dengan kualitas kain yang diinginkan dan tidak mengalami kerusakan. Suhu yang terlalu tinggi akan membuat benang yang disemprotkan menjadi berbulu sehingga mempengaruhi kualitas dari kain yang dihasilkan. Penggunaan air ini harus melewati proses penyaringan dan pendinginan dengan proses refigerasi.terlebih dahulu.
Berikut ini tentang mesin tenun water jet loom:
Demikian pembahasan mengenai mesin tenun water jet loom. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan Sahabat Bahankain.
Adidas Kembali Menggebrak Lewat Climacool, Sepatu 3D Printing yang Diklaim Lebih Sejuk dan Ringan
Mengenal Mélange Yarn, Karakteristik Dan Penggunaannya
Bedong, Sleep Sack, atau Selimut Tebal? Ini Panduan Memilihnya Sesuai Usia Bayi
The Art of Stripes: Mengapa Cabana Stripes Jadi Motif Favorit Tahun Ini?
Cara Memilih Kain untuk Sablon Manual, 5 Kriteria yang Wajib Kamu Tahu!
Swimsuit vs Bikini: Ternyata Bedanya Bukan Sekadar One-Piece atau Two-Piece
Sejarah Panjang Sarung Tangan dari Mesir Kuno hingga Dunia Fashion
Kenapa Denim Selalu Biru? Kisah Tak Terduga yang Dimulai Ratusan Tahun Lalu
Fakta di Balik Harga Premium Kain Sutra, Proses Panjang Menuju Kemewahan
Rahasia di Balik Tapestry: Kain Hias yang Pernah Lebih Berharga dari Lukisan