Remazol bukan lagi pemain baru di
industry pewarnaaan kain-kain alami. Mulai dari pembuatan batik, ecoprint,
shibori hingga tie-dye yang colourful, semuanya hampir bisa diwarnai
menggunakan jenis pewarna reaktif satu ini. Meski demikian, pengetahuan tentang
pewarna remasol tetap menarik untuk diperbincangkan.
Lantas, apa itu pewarna remasol?
Dan bagaimana cara penggunaannya? Simak ulasan berikut ini, yuk!
Remasol adalah jenis pewarna reaktif (procion) berbasis air yang populer di industri batik, terutama dengan teknik colet (lukis). Disebut pewarna reaktif karena molekul zat warnanya mampu bereaksi secara kimia dengan serat kain. Mekanisme inilah yang membuat warna tidak hanya menempel di permukaan kain, melainkan terikat langsung dengan struktur serat kain.
Pewarna ini sangat fleksibel untuk berbagai metode pewarnaan, seperti:
·
Teknik
Colet: Menggunakan kuas untuk mewarnai bagian-bagian kecil pada batik.
· Teknik Celup: Merendam seluruh kain untuk mendapatkan warna yang rata.
• Tie-Dye: Memberikan gradasi warna yang halus karena konsentrasi larutan mudah diatur (semakin banyak air, semakin muda warnanya)
Secara teknis, remazol bekerja dengan cara membentuk ikatan kovalen langsung antara molekul pewarna dan molekul selulosa. Pewarna ini dapat bekerja maksimal pada kain-kain alami seperti katun, rayon, linen, serta viscose dengan bantuan waterglass sebagai medium pengunci (fixator).

Agar pigmennya mengikat sempurna
pada serat kain, proses pewarnaan melibatkan beberapa bahan tambahan, seperti:
·
Air
sebagai pelarut
·
Garam
(NaCl) untuk membantu penyerapan warna
·
Soda ash
atau soda abu guna mengaktifkan reaksi kimia antara pewarna dan serat
kain
Jika menggunakan teknik colet, remasol dilarutkan
dalam air hangat (sekitar 5 gr/50-100 ml air), lalu diaplikasikan langsung ke
kain menggunakan kuas atau spons. Sedangkan,
pada teknik celup, larutan pewarna perlu ditambahkan sedikit soda abu untuk
mencegah pengentalan.
Setelah itu, kain didiamkan
selama beberapa jam. Lalu dilanjutkan dengan proses fiksasi menggunakan
waterglass (sodium silikat) atau urea agar warnanya terkunci maksimal. Mekanisme
inilah membuat pigmen warna terserap sempurna ke struktur serat. Sehingga hasil
warnanya cenderung tajam, tahan lama dan tidak mudah luntur.
Popularitas pewarnaa remazol
tidak lepas dari daya ikat kuat pada serat kain serta kemampuannya untuk menghasilkan
warna cerah dan tajam. Jenis pewarna ini juga sangat umum digunakan dalam produksi
kain batik, shibori, hingga tie-dye karena beberapa alasan, diantaranya yaitu:
Dibandingkan
jenis pewarna lain, Remasol menghasilkan warna yang tajam dan kontras.
Hal itulah yang menjadi alasan utama kenapa pewarna ini kerap dimanfaatkan
dalam menciptakan pola yang kontras dan mencolok seperti pada teknik tie-dye, jumputan, atau shibori.
Pewarna Remasol biasanya berbentuk bubuk halus yang mudah larut dalam air.
Sehingga memudahkan proses pencampuran warna dan aplikasi pada kain.
Zat warna ini bekerja paling optimal pada media kain
berbahan dasar serat selulosa seperti:
·
kain katun
·
rayon
·
linen
·
viscose
·
serat bamboo
Sebaliknya,
pewarna ini kurang efektif pada kain sintetis seperti polyester atau nilon karena
bahan tersebut tidak memiliki gugus selulosa yang dapat bereaksi dengan senyawa
remazol.
Pewarna Remasol membutukan kondisi alkalis (pH tinggi)
agar dapat bereaksi secara optimal dengan serat kain. Sehingga diperlukan bahan
tambahan seperti:
·
soda ash (sodium carbonate)
·
soda abu
Kedua bahan
tersebut membantu mengaktifkan gugus reaktif pada pewarna.
Selain kemampuan luar biasanya untuk
meresap ke dalam serat kain. Berikut beberapa keunggulan utama dari pewarna remasol:
Diantara permasalah utama dalam pembuatan kain batik
adalah warna yang mudah pudar atau luntur. Namun, kamu tidak perlu khawatir
karena pewarna remasol memiliki daya tahan tinggi terhadap bahan
kimia deterjen.
Pewarna Remasol bisa diaplikasikan dengan berbagai
teknik pewarnaan batik, seperti metode celup, colet, maupun cap. Cocok untuk pengrajin
batik profesional ataupun pemula.
Remasol memiliki banyak varian warna. Kamu juga bisa mencampurkan
beberapa kode warna untuk mendapatkan gradasi yang unik dan menarik.
Kandungan bahan kimia pada remasol tergolong aman dan tidak
merusak serat. Sehingga kain tetap lembut dan nyaman saat dikenakan.
Terlepas dari poin-poin tersebut,
proses pewarnaan menggunakan remazol juga punya beberapa hal yang peril diperhatikan.
Seperti halnya penggunaan bahan kimia tambahan waterglass yang menghasilkan limbah
basa kuat dan memerlukan pengolahan lanjutan.
Kinerja remazol juga kurang efektif jika diaplikasikan pada serat
sintetis seperti polyester.
Itu dia penjelasan singkat
tentang cara kerja dan kelebihan pewarna remasol. Dengan karakter warna yang
cerah, sifat yang mudah larut, serta daya ikat kuat pada serat kain, Remasol
menjadi pilihan tepat untuk proyek batik, ecoprint, maupun industri tekstil.
Nah, jika sobat bahankain sedang
mencari kain serta bahan-bahan tambahan untuk produksi batik, tie dye, shibori
serta kebutuhan lain, Bahankaincom bisa menjadi opsi terbaik, lho. Karena selain
menjual kain, kini kami juga melayani pembelian alat membatik, pewarna kain,
serta bahan pendukung lainnya.
Jadi, tunggu apa lagi? Silahkan
klik etalase produk kami lalu search item
yang Anda butuhkan.
Atau konsultasikan segala
kebutuhan tekstil Anda dengan customer service kami dan dapatkan rekomendasi
terbaiknya. Semoga bermanfaat dan selamat berbelanja, Sobat Bahankain!
Apa Itu Pewarna Remasol?
Fashion vs Function: Kapan Style Mengalahkan Fungsi? (Dan Kenapa Kita Tetap Suka?)
Stitch Down, Konstruksi Klasik Yang Bikin Sepatu Auto ‘Bandel’
Baju Couple Nggak Harus Kembaran! Ini Cara Tampil Serasi Pakai Color Theory
Invisible Fashion: Hal yang Kamu Pakai Setiap Hari Tapi Jarang Kamu Sadari
Kisah di Balik Logo Rubah Merah, Bagaimana Fjällräven Menjadi Ikon Dunia?
Sewa High Fashion? Ini Cara Cerdas Tampil Mewah Tanpa Harus Beli
King of Quiet Luxury , Ini 5 Brand Old Money yang Paling Ikonik
Dari Baju Dalam Jadul sampai “Senjata Rahasia” Anti Dingin (Wajib Tahu Long John Sebelum ke Luar Negeri!)
Kenali Jenis Bedong Bayi dan Bahan Kain yang Aman untuk Si Kecil