Musim panas selalu jadi momen terbaik
untuk mencoba berbagai gaya scarf. Setelah
tren bandana (headscarf), kini banyak
orang mulai menyelipkan potongan kain ini ke belt loops dan diikat layaknya sebuah ikat pinggang. Gaya itulah
yang kemudian dikenal dengan sebutan scarf
belting.
Lebih dari sekadar tren musiman,
teknik mengikat scarf di pinggang ini sebenarnya sudah wara-wiri di runway dan jadi andalan para selebriti serta
fashion enthusiast. Yuk, cari tahu lebih dalam tentang tren ini!
Sesuai namanya, scarf belting adalah teknik memakai
scarf atau syal panjang dengan cara melilitkannya di pinggang. Bisa dimasukkan
ke belt loops maupun dililitkan langsung
di luar dress, rok, serta outer blazer dan coat. Hasilnya jelas, berupa visual OOTD
yang lebih playful, berwarna, dan terkesan chic
dibandingkan belt kulit konvensional.
Teknik melilitkan scarf atau syal
panjang di area pinggang ini belakangan menjadi salah satu trik styling paling
dicari sebagai gaya musim panas ala 'It
Girl'. Meski terlihat kekinian, scarf belting sebenarnya bukan tren yang benar-benar baru.
Melainkan sebuah gaya lama yang kembali muncul ke permukaan (fashion revival).
Secara historis, gaya melilitkan
scarf di pinggang berakar dari fashion era 1970-an dan 1990-an, dimana para ikon mode memodifikasi syal sutra
menjadi aksesori pinggang untuk menciptakan gaya boho (bohemian) atau kesan
kasual yang modis. Biasanya mereka menggunajan jenis scarf dengan bahan yang
ringan agar mudah dibentuk, seperti:
·
Silk
scarf untuk tampilan elegan dan premium.
·
Scarf
satin dengan efek mengilap yang mewah.
·
Printed
scarf bermotif floral, geometris, atau paisley sebagai statement piece.
·
Square
scarf berukuran 70–90 cm yang gampang diikat.
·
Twilly
scarf untuk tampilan minimalis.
Slayer dan scarf pernah jadi
salah satu aksesoris paling diburu oleh banyak orang. Meski tak selalu
digunakan, tapi hampir di setiap lemari pasti terselip item ini. Dan teknik scarf belting membuka kembali jalan popularitasnya
ke panggung fashion.
Selain itu, berikut beberapa alasan
yang membuat tren mengingat scarf di pinggang tetap relevan sampai sekarang:
1.
Fleksibilitas gaya
Satu scarf bisa dipakai dengan banyak cara: dililit
longgar di pinggang, disimpul di samping, atau dikombinasikan dengan cummerbund untuk efek lebih terstruktur.
Fleksibilitas inilah yang membuat scarf belting mampu menghasilkan puluhan
tampilan berbeda dari satu aksesori yang sama.
2.
Mulai diadopsi di panggung mode
Pada koleksi spring-summer 2026, rumah mode Ferragamo
menampilkan scarf yang dililitkan di atas blazer untuk membentuk siluet pinggang.
Satu contoh konkret bagaimana teknik belting mulai masuk ke runway.
Di luar teknik belting, lembaran kain ini juga makin
banyak digunakan oleh rumah mode besar seperti Celine, Hermes, Lanvin, Michael
Kors, dan Dries Van Noten. Hal itulah yang mendorong popularitas scarf sebagai
aksesori serbaguna.
3.
Solusi styling instan
Dibanding membeli belt kulit baru, scarf belting menjadi jalan pintas
favorit untuk memperbaiki proporsi outfit tanpa belanja item baru. Blazer
oversized yang terasa kaku, tumpukan denim yang terlihat monoton, atau dress
polos yang terasa datar, semuanya bisa langsung punya titik fokus baru hanya
dengan menambahkan scarf yang mungkin sudah dimiliki di lemari.
4.
Sejalan dengan tren aksesori multifungsi
Modern ini, scarf tidak lagi hanya dipakai di leher,
tetapi dimodifikasi menjadi beragam gaya. Mulai dari rok, ikat pinggang, atasan,
sebagai hiasan tas bahkan ikat rambut dan bandana. Satu aksesori, banyak fungsi
tentu jadi pilihan efisien untuk memaksimalkan koleksi fashion.
Ada beberapa teknik dasar scarf belting yang paling sering
digunakan dalam scarf belting. Dan semua teknik ini hanya mengandalkan lilitan
dan simpul, tanpa perlu memotong atau mengubah bentuk asli scarf.
·
Lipat ramping menyerupai ikat pinggang biasa.
Lalu selipkan ke lubang ikat
pinggang (belt loop) rok ataupun
celana. Gaya ini memberikan tampilan yang lebih rapi dan minimalis.
·
Teknik scarf-over-pants, caranya yaitu
scarf diikat di bawah pinggul luar celana. Gaya ini paling populer dan cocok
dipakai dengan celana capri, jeans, atau outerwear tebal.
·
Simpul
longgar di samping. Lilitkan scarf mengelilingi pinggang, lalu simpul
dengan longgar di sisi tubuh, bukan di tengah. Cara ini memberi kesan
effortless dan cocok untuk tampilan scarf belting sehari-hari.
·
Ditumpuk di atas blazer atau outerwear.
Scarf dililitkan di luar blazer untuk membentuk siluet pinggang yang lebih
terstruktur, sekaligus melunakkan kesan kaku dari potongan blazer yang tegas.
·
Dikombinasikan dengan cummerbund, untuk hasil yang lebih terstruktur
dan tahan lama. Style ini sudah diadaptasi menjadi produk hybrid oleh sejumlah desainer independen.
· Metode Simpul Menjuntai, bisa diaplikasikan pada scarf yang panjang dengan membuat simpul di tengah lalu biarkan sisa ujung ikatan jatuh begitu saja di sepanjang paha. Efek lambaian kain saat berjalan akan memberikan kesan dinamis, anggun, dan sangat estetis. Cocok diaplikasikan pada dress atau rok panjang.
Scarf belting membuktikan bahwa satu helai kain saja cukup untuk
mengubah kesan sebuah outfit secara instan. Tak perlu belanja aksesori baru
atau menunggu momen khusus, cukup ambil scarf favorit yang sudah ada di lemari.
Lalu, pilih teknik yang paling sesuai dengan gaya personalmu.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai
eksplorasi gaya scarf belting versi
terbaikmu dan tampil lebih playful, berwarna, serta chic musim ini.
adidas Gelar Fashion Show Vertikal di Gedung Pencakar Langit New York
Scarf Belting, Tren Ikat Pinggang Kain yang Kembali Populer di Tahun 2026
Rahasia di Balik Sandal "Jepit" Jutaan: Kenapa Birkenstock Tetap Dicintai Setelah 250 Tahun?
Mengenal Marhen J, Brand Tas Korea yang Populer Berkat Konsep Sustainabilitasnya
Kenapa Kain Campuran Sulit Didaur Ulang? Ini Penjelasannya!
Jangan Asal Pakai! Bedah Tuntas Jenis Topi & Cara Pilih Sesuai Wajah Biar Karisma Lu Melonjak 200%
Industri Padat Karya Waspadai Tarif Baru AS, Tekstil dan Alas Kaki Dinilai Paling Rentan
Mengenal Modacrylic, Serat Sintetis Serat Sintetis dengan Ketahanan Api Tinggi untuk Beragam Aplikasi
Cara Mencuci Boneka yang Benar: Panduan Agar Tetap Lembut dan Awet
Saat Idol Jadi Inspiration Wear: HYBE x Korea Fashion Association Bikin Gebrakan Baru!