Paparan jelaga atau kerak di bagian bawah wajan seringkali meninggalkan noda hitam pekat pada pakaian dan sulit dibersihkan. Tak seperti noda debu biasa, partikel jelaga berukuran sangat kecil dan bisa menempel di antara serat kain. Sedikit usapan saja bisa membuatnya menyebar ke area lain dan makin sulit dihilangkan.
Lantas, bagaimana cara mengatasi
pakaian yang terkena noda hitam jelaga? Simak ulasan berikut ini, yuk!
Jelaga, soot atau dalam bahasa jaga disebut juga "angus" adalah butiran arang yang sangat halus dan lunak yang terbentuk dari sisa pembakaran tidak sempurna bahan organik maupun an-organik, seperti kayu, minyak bumi, dan lilin. Material ini mengandung partikel karbon yang sangat halus, lunak dan bisa menempel pada berbagai permukaan, termasuk pakaian.
Sumber: https://inthewash.co.uk/
Secara visual, jelaga berbentuk
serbuk padat berwarna hitam pekat atau cokelat tua yang biasanya melayang di
udara dan menempel pada permukaan di sekitar sumber api, seperti cerobong asap,
langit-langit dapur, atau bagian bawah wajan (kerak).
Noda jelaga cukup sulit
dibersihkan karena karakteristiknya berupa bubuk nano yang mengandung residu
minyak. Partikel berukuran mikro hingga nano ini sangat mudah menyebar, sementara sifat
berminyak membuatnya melekat erat di serat kain.
Selain itu, ada beberapa hal yang
sebaiknya tidak dilakukan saat membersihkan noda jelaga:
·
Mengusap noda
Jangan coba-coba mengusap bagian pakaian
yang terkena jelaga. Karena bukannya mengurangi, susunan partikel jelaga justru
berpotensi masuk lebih dalam ke sela-sela anyaman kain.
·
Langsung memasukkannya ke mesin cuci
Siklus pencucian standar tidak akan menghilangkan
jelaga. Itulah kenapa dibutuhkan proses pra pencucian.
·
Jangan menggosok secara kasar
Tidak hanya merusak serat. Menggosok secara kasar juga
membuat noda yang awalnya hanya ada di permukaan justru makin masuk jauh ke
dalam, melebar, dan meninggalkan bekas kehitaman yang sulit dibersihkan.
·
Hindari air panas
Jangan pernah berpikir memasukkan baju dengan noda jelaga
ke dalam air panas. Sebab, panasnya bisa membuat komponen minyak dari jelaga
semakin menempel ke kain saat mulai dingin.
Jelaga mungkin terlihat seperti
debu hitam biasa, tetapi membersihkannya dari pakaian bukan perkara mudah.
Salah langkah sedikit saja, noda bisa melebar dan meninggalkan bekas hitam yang
semakin sulit dihilangkan.
Tidak cukup hanya merendamnya
dengan deterjen anti noda, berikut beberapa langkah membersihkan noda jelaga
pada pakaian agar tidak merusak serat kainnya:
Langkah pertama adalah mengeluarkan sebanyak mungkin
partikel jelaga yang masih menempel di permukaan kain. Caranya, bawa pakaian ke
luar ruangan, lalu kibaskan secara perlahan hingga debu hitam yang mudah
terlepas berjatuhan. Hindari melakukannya di dalam rumah karena partikel jelaga
bisa menyebar dan mengotori permukaan lain.
Jangan coba menyentuh atau menepuk-nepuknya. Biarkan
gerakan kibasan membantu melepaskan partikel jelaga yang belum melekat kuat
pada serat kain.
Mengibaskan pakaian saja tidak cukup, kalau jelaga
yang menempel cukup banyak. Disini, kamu bisa memanfaatkan vacuum cleaner dengan ujung penyedot berbulu lembut.
Arahkan mulut penyedot ke area yang terkena noda tanpa
menekannya langsung ke permukaan kain. Cara ini membantu mengangkat partikel
jelaga halus tanpa mendorongnya masuk lebih dalam ke serat tekstil.
Setelah partikel jelaga berkurang, taburkan baking
soda pada area pakaian yang terkena noda. Diamkan setidaknya selama 30 menit
agar bubuk tersebut bisa menyerap residu minyak yang tertinggal.
Selanjutnya, singkirkan bubuk secara perlahan dengan
mengibaskan pakaian atau menggunakan sikat berbulu lembut. Hindari menggosoknya
terlalu keras agar serat kain tidak mengalami kerusakan.
Namun, satu hal yang perlu diingat bahan metode ini
lebih sesuai untuk bahan yang relatif kuat seperti katun, poly-blend atau polyester. Hindari penggunaan baking soda tanpa
petunjuk perawatan yang sesuai pada kain-kain sensitif seperti sutra dan kasmir.
Langkah berikutnya, yaitu mengaplikasikan sedikit
deterjen cair langsung pada bagian pakaian yang terkena jelaga.
Gunakan ujung jari atau sikat berbulu lembut untuk
membantu deterjen menjangkau area bernoda. Lakukan secara perlahan tanpa
menggosok terlalu kuat. Lalu, tunggu sekitar 10–15 menit agar kandungan
pembersih dalam deterjen bisa mengangkat sisa kotoran dan residu berminyak yang
masih menempel.
Setelah proses praperawatan, rendam pakaian dengan air
dingin selama kurang lebih 30 menit. Air dingin membantu membilas partikel
jelaga dan sisa deterjen sekaligus menghindari paparan panas pada noda yang
belum sepenuhnya terangkat.
Sebisa mungkin, hindari penggunaan air hangat maupun
panas pada tahap awal pembersihan, karena berisiko membuat residu noda semakin meresap
jauh ke dalam serat kain.
Selesai direndam, barulah kamu bisa mencucinya seperti
biasa menggunakan deterjen sesuai petunjuk perawatan. Kalaupun masih terdapat
sisa noda, pertimbangkan penghilang noda berbasis enzim sesuai jenis kain.
Pemutih berbasis oksigen, misalnya, cocok untuk
menghilangkan sisa noda jelaga berwarna hitam pada pakaian putih. Namun, pastikan
produk tersebut aman, dan jangan mencampurkan bahan kimia pembersih secara
sembarangan.
Jangan langsung memasukkan pakaian ke mesin pengering.
Periksa dahulu apakah noda jelaga sudah benar-benar hilang. Ulangi proses
praperawatan dan pencucian kalau masih ada bekas kehitaman.
Panas dari mesin pengering bisa membuat sisa noda semakin
sulit dihilangkan. Kalau mau lebih aman, cukup keringkan pakaian secara alami
di tempat teduh.
Itu dia langkah demi langkah
untuk membersihkan noda jelaga pada pakaian. Meski butuh penanganan ekstra,
bukan berarti noda ini tidak bisa dihilangkan. Mulai dari pre-treatment sampai pengeringan, kuncinya adalah teliti dan
memilih metode pembersihan yang sesuai. Dengan penanganan yang tepat, pakaian
bisa kembali bersih tanpa harus mengorbankan kualitas serat maupun warna kain.
Semoga pengetahuan ini
bermanfaat, ya!
Jangan Asal! Ini Cara Menghilangkan Noda Jelaga di Pakaian dengan Benar
Met Gala 2027 Umumkan Tema Baru, Angkat Keistimewaan Fashion Sehari-hari
5 Trik Padupadan Sweater ala Parisian Style, Simpel tetapi Tetap Elegan!
Mengapa Tren Fashion Era 60-an dan 70-an Selalu Kembali?
Bukan Sekadar Kode Produksi, Ini Pentingnya Lot dalam Industri Tekstil
Fake Pockets: Kenapa Banyak Baju Punya Kantong, tapi Nggak Bisa Dipakai?
Fashion Plus Size dan Body Positivity: Saat Semua Bentuk Tubuh Punya Gaya
Bra Jadi Pengganti T-Shirt? Tren Underwear as Outerwear Kembali Merajai Runway
Dari NY, LA hingga B: Kisah Logo Baseball yang Mendunia Lewat Brand MLB
Ketika Sepatu Lebih Ikonik daripada Pakaian: 5 Footwear yang Mengubah Sejarah Fashion