Indonesia memiliki banyak
jenis kain tradisional yang cantik dan menawan. Mulai dari kain tenun, kain
batik hingga kain jumputan. Kain jumputan tentu tak asing bagi masyarakat
Sumatra Selatan, terutama di daerah Palembang. Memiliki bahan lembut serta
beragam motif yang estetik dan cantik, kain jumputan tak kalah elegan disbanding
dengan kain tradisional lainnya.
Batik jumputan merupakan
jenis batik yang dikerjakan dengan teknik celup ikat untuk menciptakan sebuah
gradasi warna yang menarik. Tidak seperti batik, pembuatan kain jumputan ini
tidak menggunakan lilin malam, namun dicelupkan ke dalam pewarna.
Teknik yang digunakan adalah teknik celup rintang, yaitu menggunakan tali untuk menghalangi bagian tertentu pada kain supaya tidak menyerap warna sehingga terbentuklah sebuah motif yang unik. Meski hanya menggunakan teknik celup, namun kreasi dan proses pewarnaan yang dilakukan makan hasil akhir yang diperoleh memiliki motif yang berbeda-beda dan berwarna-warni.

Sumber: cdn0-production-images-kly.akamaized.net
Pada dasarnya kain
jumputan sering dipakai pada acara-acara sakral seperti siraman, pesta
pernikahan dan acara formal lainnya. Beberapa figur publik juga pernah
menggunakan kain ini untuk acara sakral mereka. Namun, sebagian orang masih
bingung bagaiamana cara membedakan kain jumputan yang asli dengan kain jumputan
yang hanya imitasi saja.
Sebenarnya cara
membedakan kain jumputan asli dan yang imitasi bisa dilakukan dengan mata
telanjang saja. Pada kain jumputan yang asli terdapat lubang-lubang kecil,
bukan karena reject tetapi karena hasil dari tenunan oleh tangan para pengrajin
kain jumputan. Kain jumputan yang asli harus melewati proses yang rumit dan panjang
sehingga menghasilkan kain jumputan yang cantik.
Namun sayangnya, kain
jumputan ini kurang dikenal oleh masyarakat karena kalah dengan kain songket
maupun kain batik yang telah mendunia. Padahal, masyarakat Palembang banyak
yang menggantungkan hidup dari membuat kain jumputan tersebut.
Untuk membuat kain
jumputan sepanjang 3 meter membutuhkan waktu sedikitnya tujuh hari. Ditenun
perlahan menggunakan tangan supaya hasilnya cantik dan akan memperlihatkan
keasliannya. Dalam membuat jumputan tidaklah mudah dan butuh skill serta
jetelatenan supaya menghasilkan kain yang berkualitas.
Bagi sahabat bahankain yang memerlukan kain untuk bahan membuat kain jumputan, Anda bisa cek koleksi kain di website kami dan silakan hubungi customer service untuk melakukan pembelian ya!

Rajutan Lusi vs Rajutan Pakan, Bagaimana Efeknya Pada Karakteristik Kain?
Kenapa Warna dan Karakteristik Kain Bisa Berubah Setelah Disetrika? Ini Penjelasannya
Pewarna Indanthrene: Pengertian, Cara Kerja, dan Penggunaannya
Bukan Cuma Indonesia! Menguak Misteri Seni Pewarnaan Rintang Lilin di Berbagai Belahan Dunia
Karpet Dalam Desain Interior: Fungsi, Jenis, dan Teknik Pembuatannya
Macam-Macam Istilah Toko Baju: Jangan Mengaku Pecinta Fashion Kalau Belum Tahu Bedanya Butik, Distro, dan Concept Store!
Seberapa Sering Harus Mencuci Matress Protector? Ini Penjelasannya!
Sagara Bootmaker, Rahasia Boots Handmade Indonesa yang Diburu Dunia
Bukan Sekadar Baju Rumah: Ketika Pakaian Longgar Jadi Fashion Statement