Laporan Pinterest Predicts 2026 menunjukkan bahwa fashion tahun depan
bergerak menuju arah yang jauh lebih personal daripada sekadar “gaya yang
sedang naik”. Orang memakai busana bukan hanya untuk tampil keren, tetapi
sebagai bentuk self-expression, emotional
refuge, dan bahkan escapism dari
rutinitas yang melelahkan.
Berikut adalah rangkuman tren
fashion terbesar 2026 menurut Pinterest—beserta bagaimana masing-masing tren
akan membentuk warna, siluet, dan tekstil dalam industri.
1. Afro-Boho Fashion: Heritage, Tekstur, dan Kebebasan Berlayer
Afro-Boho tidak lagi hanya muncul
di interior, tapi berkembang menjadi gaya fashion yang menggabungkan heritage African motifs dengan kesan
bohemian yang bebas.
Ciri fashion Afro-Boho 2026:
·
Motif budaya seperti adire, mudcloth, kente
·
Warna earthy (terracotta, mustard, burnt sienna,
olive)
·
Aksesori bold berbahan kayu atau metal etnik
·
Layering santai: maxi skirt + kimono etnik + scarves
tekstural
·
Bahan natural seperti cotton heavy-weave atau linen
tribal print
Gaya ini populer karena memberi
ruang bagi identitas, cerita budaya, dan keaslian personal.
2. FunHaus Aesthetic: Eksentrik, Playful, Berani Tabrak Warna
Tren FunHaus menawarkan pelarian visual yang ceria. Untuk 2026, fashion
hadir dalam bentuk:
·
Warna bold ala sirkus: merah terang, biru royal,
kuning primary
·
Pola stripes tebal dan oversized polkadot
·
Siluet quirky seperti rok balon, puffed sleeves, atau
aksen ruffle dramatis
·
Aksesori playful: topi sculptural, tas bentuk unik
·
Bahan glossy atau satin warna cerah untuk efek
teatrikal
FunHaus bukan tentang estetika yang
“rapi”—melainkan fashion sebagai playground ekspresi diri.
3. NeoDéco: Elegansi Art Deco untuk Generasi Modern
NeoDéco adalah tren glamor yang
kembali booming di 2026. Terinspirasi Art Deco tahun 1920-an, tapi jauh lebih
wearable dan modern.
Elemen fashion NeoDéco:
·
Cutting clean dan simetris
·
Warna mewah: emerald, black-gold, garnet, pearl white
·
Tekstil premium: satin, velvet, jacquard, metallic
weave
·
Detail chrome, beadings, atau embroidery geometris
·
Siluet long and fluid (bias dress, long coats, column
dresses)
Tren ini cocok untuk eveningwear,
officewear elegan, hingga capsule wardrobe bergaya retro-futuristik.
4. Extra Celestial: Futuristik yang Lembut, Bukan Robotik
Extra Celestial menampilkan sisi
futuristik yang dreamy—lebih space fantasy daripada sci-fi.
Fashion key features:
·
Material holografik, opalescent, iridescent
·
Warna kosmik pastel: lavender, perak, icy blue
·
Siluet melengkung, bergelombang, atau berbasis draping
organik
·
Mesh ringan, lamé lembut, reflective textiles
·
Aksesori orb-shaped, metallic soft jewelry
Ini adalah tren “pelarian” ke dunia
imajinatif—memberi kesan magis tanpa terlihat ekstrem.
5. Comfort Identity: Fashion Sebagai Ruang Aman Emosional
Pinterest menekankan bahwa 2026
adalah tahun ketika fashion bertransformasi menjadi emotional refuge.
Tren ini terlihat dalam:
·
Soft loungewear dengan detail refined
·
Knitwear tekstural (ribbed, cable knit, boucle lembut)
·
Warna psychological comfort: beige butter, taupe soft,
latte brown
·
Siluet relaxed–tailored: comfy tapi tetap polished
·
Set pakaian yang memudahkan mix and match sesuai mood
Fashion di 2026 tidak memaksa. Ia
mengikuti kebutuhan emosional pemakainya.
6. Mood-Based Dressing: “Wear Your Identity”
Daripada ikut estetika viral, 2026
menandai pergeseran besar: orang memilih pakaian berdasarkan mood, identitas, dan kepribadian—bukan tren mikro dari
TikTok atau Instagram. Intinya, fashion 2026 diprediksi bakal lebih personal,
intuitive, dan bebas.
Contohnya:
·
Mengenakan warna tertentu berdasarkan emosi hari itu
·
Personal signature style (ikonik, unik, dan tidak
berubah)
·
Mix antara vintage favorit + item modern
·
Penggunaan tekstil dengan motif personal meaning
(heritage, nostalgia, simbolisme)
Kesimpulan: Fashion 2026 adalah Soal Perasaan, Bukan Sekadar Penampilan
Pinterest Predicts 2026 menegaskan
bahwa fashion bergerak menuju era personal
expression. Gaya menjadi refleksi dari identitas, budaya, nostalgia, hingga
fantasi pribadi. Dari Afro-Boho yang kaya motif, FunHaus yang playful, NeoDéco
yang glamor, sampai Extra Celestial yang dreamy—setiap tren kembali pada satu
hal: kebebasan untuk jadi diri sendiri.
Fenomena “Gamis Bini Orang”, Jadi Tren Busana Muslim Paling Diburu Jelang Lebaran 2026
Dari Tren Bag Charm ke Book Charms – Aksesori Tas dari Coach dan Bangkitnya Fashion Literer
Pentingkah Kaos Kaki Senada dengan Celana? Simak Alasan dan Tips Memilihnya
Mengapa LVMH Tak Tergoyahkan? Strategi Agresif Sang Penguasa Luxury Brand Global
Ugly Shoes: Dari “Sepatu Jelek” Jadi Simbol Status dan Gaya Paling Relevan di 2026
Kaki Lecet Saat Memakai Sandal atau Sepatu? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Fakta Tentang Logo Adidas Yang Nggak Cuma Satu
Office Siren & Kembalinya Power Dressing: Ketika Ambisi Jadi Estetika
Jangan Asal Murah! Ini 7 Pakaian Sebaiknya Tidak Dibeli Bekas
Mantel Leopard: Statement yang Ternyata Bisa Dipakai ke Mana Saja