Dulu, sepatu dianggap cantik kalau
ramping, sleek, dan feminin. Semakin tipis solnya, semakin elegan tampilannya.
Tapi dalam beberapa tahun terakhir, standar itu berubah drastis. Sepatu chunky,
tebal, bahkan terlihat “aneh” justru jadi favorit banyak orang.
Fenomena ini dikenal dengan istilah
ugly shoes—dan ini bukan tren kecil.
Dari runway luxury sampai streetwear mass market, model sepatu ini
kini mendominasi. Namun pertanyaannya: kenapa sesuatu yang dulu dianggap jelek
sekarang justru jadi simbol gaya?
Kenapa Ugly
Shoes Bisa Populer?
Sumber: https://assets.vogue.com/
1. Kenyamanan Jadi Prioritas
Generasi sekarang ini memilipi
pandangan yang lebih realistis. Dengan pola hidup yang sarat akan mobilitas tinggi,
kerja hybrid, dan gaya hidup aktif
bikin kenyamanan menjadi nomor satu. Sepatu dengan sol tebal dan cushioning empuk terasa lebih masuk akal
dibanding heels tipis yang menyiksa.
Di era di mana fashion makin inklusif dan praktis, estetika tidak lagi mengalahkan
fungsi.
Konsep ini pertama kali
“diledakkan” ke level luxury oleh Balenciaga lewat sneaker Triple S. Banyak yang menyebutnya
jelek. Tapi justru di situlah kekuatannya.
2. Anti-Mainstream adalah Statement
Fashion di jaman sekarang bukan lagi
soal terlihat “rapi”, tapi soal identitas. Memakai sepatu bulky memberi kesan berani dan tidak mengikuti standar lama. Ugly shoes menjadi simbol perlawanan
terhadap definisi kecantikan klasik. Semakin kontras dengan outfit, semakin
menarik.
3. Ironi & Humor dalam Fashion
Generasi digital masa kini banyak
yang menyukai ironi. Mereka akan secara sadar sadar menilai sesuatu itu
“jelek”, tapi justru memakainya karena playful dan berbeda. Contoh paling
ekstrem yaitu Crocs. Dulu brand ini identik
dengan sepatu kebun atau alas tenaga medis. Sekarang, telah berhasil menggaet
berbagai kolaborasi fashion dan sold out
di mana-mana. Yang tadinya ugly jadi cool.
4. Dominasi Streetwear
Sepatu bulky sangat cocok dengan
siluet , seperti: celana wide leg,
cargo, oversized blazer. Brand
seperti Nike dan Adidas membuat sneaker tebal terlihat stylish sekaligus wearable untuk penggunaan sehari-hari. Yang menjadikan estetika sporty akhirnya mengalahkan formalwear yang kaku.
Brand yang
Paling Kuat Mengusung Ugly Shoes
Sumber: https://www.instyle.com/
Fenomena ini tidak berdiri sendiri.
Ada brand-brand yang konsisten menyajikan tren ini, baik di level luxury maupun mass market.
Luxury
& High Fashion
·
Balenciaga:
Pionir ugly sneaker modern.
Siluet ekstrem dan eksperimental.
·
Maison
Margiela: Tabi shoes dengan split-toe yang kontroversial tapi
ikonik.
·
Rick Owens:
Platform tinggi, vibe dark
futuristik, sangat avant-garde.
·
Bottega
Veneta: Versi “clean ugly” dengan chunky
boots dan sandal tebal.
Sportswear
& Mainstream (Paling Populer Secara Global)
·
Nike: Sneaker culture kuat dan mudah dipakai
sehari-hari.
·
Adidas: Banyak
model chunky yang viral di era dad sneakers.
·
New Balance:
Dari sepatu “bapak-bapak” jadi simbol normcore
cool.
·
Crocs: Transformasi
paling dramatis dalam sejarah ugly
footwear.
Siapa yang
Paling Berpengaruh?
Kalau bicara soal dampak tren dan
pembentuk estetika, Balenciaga
adalah yang sangat dominan. Mereka mengubah persepsi publik tentang apa itu
sepatu mewah. Tapi kalau bicara popularitas massal dan penjualan global, Crocs, Nike, dan New Balance
jauh lebih luas jangkauannya. Dari sini bisa dilihat bahwa luxury brand sebagai yang menciptakan arah, sedangkan brand mass market yang menyebarkan tren.
Apakah Ugly
Shoes Akan Bertahan?
Sumber: https://www.nicekicks.com/
Bila dilihat dari pola trend belakangan
ini, kemungkinan besar, iya. Walau mungkin bentuknya akan berevolusi—lebih refined, lebih clean—tapi filosofi dasarnya tetap sama, yaitu nyaman, berani, dan punya
karakter.
Hal ini karena fashion hari ini
tidak lagi tentang “cantik menurut standar lama”, tapi tentang relevansi dan
identitas. Dan selama orang masih mengutamakan kenyamanan sekaligus ingin
tampil beda, ugly shoes akan selalu
punya tempat.
Mengapa LVMH Tak Tergoyahkan? Strategi Agresif Sang Penguasa Luxury Brand Global
Ugly Shoes: Dari “Sepatu Jelek” Jadi Simbol Status dan Gaya Paling Relevan di 2026
Kaki Lecet Saat Memakai Sandal atau Sepatu? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Fakta Tentang Logo Adidas Yang Nggak Cuma Satu
Office Siren & Kembalinya Power Dressing: Ketika Ambisi Jadi Estetika
Jangan Asal Murah! Ini 7 Pakaian Sebaiknya Tidak Dibeli Bekas
Mantel Leopard: Statement yang Ternyata Bisa Dipakai ke Mana Saja
Listrik Statis Bikin Pakaian Nggak Nyaman? Ini 8 Cara Ampuh untuk Mengatasinya
Maternity Clothes vs Baju Biasa: Apa Bedanya dan Perlukah Membelinya?
Perbedaan Motel dan Hotel, Jangan Salah Booking, ya!