Pernah nggak sih kamu melihat
sweater dengan pola geometris warna-warni yang sering muncul di film-film
bertema musim dingin atau saat Natal? Banyak orang menyebutnya "sweater
motif pohon natal" atau sekadar "sweater rajut jadul". Padahal,
sweater ini punya nama resmi yang sangat prestisius: Fair Isle Sweater.
Di balik tampilannya yang cozy dan estetik, ada sejarah panjang,
teknik tingkat tinggi, dan identitas budaya yang kuat. Yuk, kita bedah tuntas
kenapa sweater ini jadi salah satu must-have
item dalam dunia fashion!
1. Dari
Pulau Terpencil Menuju Panggung Dunia
Sumber: (CNN) https://media.cnn.com/
Nama Fair Isle sebenarnya diambil dari sebuah pulau kecil yang sangat
terpencil di Kepulauan Shetland, Skotlandia. Bayangkan sebuah pulau di tengah
samudra yang dingin dan berangin—di situlah para istri nelayan pada abad ke-18
mulai merajut pakaian untuk suami mereka agar tetap hangat saat melaut.
Pola-pola rumit ini awalnya adalah
cara untuk membuat kain lebih tebal tanpa harus menggunakan benang yang sangat
besar. Namun, "ledakan" popularitasnya baru terjadi pada tahun 1921. Saat itu, Pangeran Wales (Edward VIII) tertangkap kamera mengenakan rompi
Fair Isle saat bermain golf. Seketika, baju hangat para nelayan ini berubah
menjadi simbol kelas atas dan gaya preppy
yang ikonik hingga sekarang.
2. Rahasia
Teknik "Stranded Knitting"
Kenapa sih Fair Isle sweater terasa
lebih hangat dan berat dibanding sweater biasa? Rahasianya ada pada teknik
rajutnya.
Secara tradisional, Fair Isle
menggunakan teknik bernama Stranded
Knitting. Aturannya cukup ketat:
Maksimal Dua Warna per Baris: Meskipun satu sweater bisa punya
10 warna berbeda, dalam satu baris rajutan hanya boleh ada dua warna benang
yang digunakan.
Teknik "Floating": Benang yang sedang tidak dipakai
tidak diputus, melainkan "diistirahatkan" di bagian belakang rajutan.
Hal ini menciptakan lapisan benang ganda yang bertumpuk, sehingga sweaternya
jadi dua kali lebih tebal dan sangat efektif menahan angin.
3. Bedah
Motif: OXO dan Simbol Alam
Sumber: (BBC) https://ichef.bbci.co.uk/
Kalau kamu perhatikan detailnya,
motif Fair Isle nggak asal-asalan, lho. Ada pola-pola klasik yang punya nama
sendiri:
·
Pola OXO: Ini yang
paling populer, susunan huruf 'X' dan 'O' yang berulang.
·
Bintang dan
Berlian: Sering disebut Star
and Diamond, melambangkan keindahan alam di Shetland.
·
Warna
Alami: Sweater Fair Isle asli biasanya menggunakan warna-warna bumi
(earth tone) seperti cokelat,
abu-abu, dan krem yang diambil langsung dari warna bulu domba Shetland asli.
4. Mengapa
Wol Shetland Begitu Spesial?
Sumber: Fotografi oleh David Gifford, https://www.davegifford.co.uk/
Fair Isle yang asli wajib
menggunakan Shetland Wool. Wol ini
unik karena seratnya punya "sisik" mikroskopis yang membuatnya saling
mengait (sticky). Efeknya? Rajutan
jadi sangat rapi, lubang-lubang antar benang tertutup sempurna, dan sweaternya
awet sampai puluhan tahun.
Fun Fact: Sweater Fair Isle asli biasanya dirajut melingkar
tanpa jahitan samping (seamless),
lho! Jadi nggak akan ada rasa gatal atau mengganjal di bagian pinggir tubuh.
5. Fair
Isle Asli vs Produk Massal: Apa Bedanya?
Membedakan Fair Isle asli hasil
kerajinan tangan dengan produk massal yang ada di mall sebenarnya cukup mudah jika kita jeli melihat detailnya.
Fair Isle yang otentik biasanya
dibuat dari 100% wol Shetland yang
terasa agak kasar namun sangat ringan dan hangat, sementara produk massal
umumnya menggunakan campuran akrilik, katun, atau nilon yang cenderung lebih licin
dan kurang sirkulasi udara.
Dari sisi teknik, sweater asli
tetap memegang pakem "maksimal dua
warna per baris", sehingga di balik rajutannya kamu akan menemukan
untaian benang (floats) yang tersusun
sangat rapi dan rapat. Sebaliknya, sweater buatan mesin seringkali menggunakan
teknik Jacquard yang memungkinkan
banyak warna sekaligus dalam satu baris, yang terkadang membuat bagian dalamnya
terlihat berantakan atau justru terlalu rata tanpa tekstur wol asli.
Selain itu, sweater tradisional
biasanya bersifat seamless atau
tanpa jahitan samping karena dirajut melingkar, sedangkan produk massal hampir
selalu memiliki jahitan di bagian sisi tubuh dan lengan.
Inilah yang membuat Fair Isle asli
sering dianggap sebagai investasi atau "warisan
keluarga" karena kekuatannya, dibanding produk fast fashion yang cenderung cepat melar setelah beberapa kali cuci.
6. Cara
Merawat Agar Tetap Awet
Punya investasi fashion seperti ini
berarti kamu harus siap merawatnya secara manual. Jangan sekali-kali memasukkan
sweater wol asli ke mesin cuci!
·
Cuci
Tangan: Gunakan air dingin dan sabun bayi atau deterjen khusus wol.
·
Jangan
Diperas: Tekan-tekan saja dengan handuk untuk menyerap airnya.
·
Jemur Rata
(Dry Flat): Jangan digantung! Berat air bisa membuat sweater melar.
Bentangkan di atas permukaan rata di tempat teduh.
Kesimpulan
Fair Isle sweater bukan cuma soal
tren musim dingin, tapi soal menghargai karya seni yang bertahan melintasi
zaman. Baik itu untuk bergaya vintage, preppy,
atau sekadar mencari kehangatan maksimal, sweater ini adalah investasi yang
nggak akan pernah salah.
Gimana, jadi tertarik buat mengoleksi satu Fair Isle sweater untuk
koleksi lemari kamu?
White Label: Jalan Pintas Punya Produk Sendiri Tanpa Harus Produksi dari Nol
Bukan Sekadar Motif: Menguak Rahasia Fair Isle Sweater yang Legendaris
Apa Itu Perfumery? Sejarah dan Perkembangannya dari Masa ke Masa
Lebih dari Sekadar Gaya: Membongkar Aturan Fashion "Ketat" Para Wanita Kerajaan Eropa
Nggak Cuma Bikin Tenang, Ini 7 Manfaat Outfit Repeater
Busana Plague Doctor: Kostum Paling Ikonik (dan Paling Menyeramkan) dalam Sejarah Medis
Mengenal Kain Sherpa, Bahan Andalan untuk Outdoor Wear dan Pakaian Musim Dingin
Sejarah Levi’s, Brand Jeans Paling Legendaris di Dunia
Supermodel: Dari Ikon Abadi sampai Era Nepo Baby — Kenapa Definisinya Kini Berubah?
5 Jenis Bahan Pakaian yang Pantang Disetrika