Di era ketika tas mewah dipenuhi
gantungan lucu dan aksesori personal, satu objek nostalgia tiba-tiba muncul
kembali di dunia fashion: Tamagotchi.
Mainan digital berbentuk telur yang
sempat sangat populer di akhir 1990-an ini kini kembali—bukan lagi sebagai
mainan anak-anak, melainkan sebagai aksesori
fashion.
Mulai dari Gen Z hingga fashion influencer, banyak orang kini
menggantungkan Tamagotchi di tas mereka seperti bag charm. Fenomena ini bukan sekadar nostalgia biasa. Ia juga
mencerminkan beberapa tren besar dalam fashion saat ini, mulai dari
personalisasi aksesori, kidult culture,
hingga kembalinya estetika Y2K yang terus memengaruhi gaya generasi muda.
Dari Mainan
90-an Menjadi Fashion Accessory
Sumber: https://tamagotchi-official.com/
Perangkat kecil ini pertama kali
dirilis oleh perusahaan mainan Jepang Bandai
pada tahun 1996. Ketika pertama kali muncul, Tamagotchi dengan cepat menjadi
fenomena global. Konsepnya sederhana namun sangat adiktif pada masanya: sebuah
hewan peliharaan virtual yang harus dirawat oleh pemiliknya—diberi makan,
diajak bermain, dan dijaga kesehatannya. Yang menjadikan Tamagotchi ini bukan
hanya mainan, tetapi juga bagian dari rutinitas sehari-hari generasi muda 90-an.
Menariknya, hampir tiga dekade
kemudian Tamagotchi kembali muncul dalam konteks yang sama sekali berbeda.
Alih-alih berada di saku anak-anak, kini perangkat kecil ini lebih sering
terlihat menggantung di tas tangan atau tote bag sebagai aksesori gaya personal.
Banyak orang menggunakannya seperti
bag charm—digantung pada handle tas, dipadukan dengan strap manik-manik, atau bahkan dihias
dengan case lucu dan rhinestones. Benda yang dulu identik
dengan dunia mainan kini berubah fungsi menjadi elemen styling yang playful.
Kenapa
Tamagotchi Kembali Trending?
Sumber: https://cheezelooker.com/
Salah satu alasan terbesar
kembalinya Tamagotchi adalah gelombang nostalgia Y2K yang masih sangat kuat
dalam dunia fashion. Dalam beberapa tahun terakhir, estetika akhir 1990-an
hingga awal 2000-an kembali mendominasi tren. Mulai dari low-rise jeans, baby tee,
hingga aksesori plastik warna-warni, banyak elemen gaya masa itu kembali
populer di kalangan Gen Z.
Karena berasal langsung dari era
tersebut, Tamagotchi terasa seperti simbol nostalgia yang autentik. Ia bukan
sekadar aksesori baru yang meniru gaya retro, tetapi benar-benar bagian dari
sejarah budaya pop era Y2K.
Peran Tas
Sebagai Media Personalisasi
Sumber: https://www.dailymail.co.uk/
Selain nostalgia, tren personalisasi tas juga memainkan peran
besar dalam kebangkitan Tamagotchi sebagai aksesori fashion. Saat ini, tas
tidak lagi sekadar item fungsional untuk membawa barang. Banyak orang
menjadikannya semacam kanvas untuk mengekspresikan identitas pribadi. Gantungan
tas, scarf pada handle, koleksi keychain,
hingga karakter mainan kecil menjadi cara sederhana untuk membuat tas terlihat
unik.
Beberapa rumah mode bahkan secara
tidak langsung memperkuat tren ini. Tas dari brand seperti Coach, Miu Miu, dan Balenciaga sering terlihat dipadukan
dengan berbagai aksesori tambahan dalam styling
street style maupun editorial. Dalam konteks ini, Tamagotchi terasa sangat
cocok sebagai bag charm yang playful sekaligus nostalgic.
Fenomena
Kidult Culture
Sumber: https://www.todayonline.com/
Fenomena ini juga berkaitan dengan
munculnya kidult culture dalam
fashion. Istilah ini menggambarkan kecenderungan orang dewasa untuk kembali
menikmati objek yang identik dengan masa kecil mereka. Dalam beberapa tahun
terakhir, hal ini terlihat dari meningkatnya popularitas plush accessories, figurine
collectible, hingga aksesori
karakter kartun. Tamagotchi berada di titik yang menarik antara mainan
nostalgia dan gadget retro, sehingga
mudah diterima sebagai bagian dari gaya personal orang dewasa.
Di sisi lain, Tamagotchi juga
menawarkan sesuatu yang kontras dengan teknologi modern. Di era smartphone yang semakin minimal dan
“tidak terlihat”, Tamagotchi justru menonjol karena bentuknya yang kecil namun
jelas terlihat, warnanya yang cerah, serta interaksinya yang sederhana.
Kehadirannya terasa playful dan ringan—sebuah
pengalaman digital yang jauh lebih santai dibandingkan teknologi masa kini yang
semakin kompleks.
Contoh
Styling Tamagotchi Sebagai Bag Charm
Sumber: Moritz
Scholz/Getty Images
Cara paling umum menggunakan
Tamagotchi dalam fashion adalah dengan menggantungkannya pada tas sebagai bag charm. Namun dalam praktiknya,
styling ini bisa terlihat sangat berbeda tergantung pada outfit yang dipadukan.
Y2K Nostalgia Look
Dalam gaya ini, Tamagotchi sering
dipasangkan dengan outfit klasik awal 2000-an seperti baby tee, low-rise jeans,
dan chunky sneakers. Mini shoulder
bag sering menjadi pilihan utama untuk melengkapi tampilan ini. Tas dari Prada misalnya sering terlihat
dipadukan dengan keychain warna-warni dan Tamagotchi, menciptakan gaya street style yang sangat identik dengan
era Y2K.
Playful Luxury Styling
Di sisi lain, ada juga styling yang
memanfaatkan kontras antara aksesori playful
dan fashion mewah. Tamagotchi digantung pada tas minimalis yang dipadukan
dengan outfit seperti oversized blazer,
tailored trousers, dan loafers. Tas dari Bottega Veneta sering digunakan dalam pendekatan ini. Kontras
antara tas high fashion yang elegan
dan mainan kecil yang lucu menciptakan visual yang unik dan sedikit ironic—sesuatu yang sering disukai dalam
styling fashion modern.
Casual Everyday Styling
Untuk tampilan yang lebih santai,
Tamagotchi juga bisa dikombinasikan dengan outfit seperti oversized hoodie,
relaxed denim, dan sneakers memberikan kesan effortless yang khas Gen Z. Tote bag dari Marc Jacobs sering dihias dengan berbagai aksesori sekaligus—mulai
dari Tamagotchi hingga beaded strap—sehingga
tas terlihat penuh karakter.
Gaya Maksimalis
Beberapa fashion influencer memilih menggantung banyak charm sekaligus pada satu tas, menciptakan tampilan yang penuh
detail. Tamagotchi sering muncul bersama plush
toy kecil, keychain karakter, dan
ribbon atau scarf yang diikat pada handle
tas. Tas dari Coach kerap terlihat
dalam styling seperti ini, memperlihatkan bagaimana aksesori kecil dapat
mengubah tas sederhana menjadi statement
piece yang sangat personal.
Tamagotchi dan Masa Depan Aksesori Nostalgia
Kembalinya Tamagotchi menunjukkan
bagaimana fashion sering mengubah objek sehari-hari menjadi simbol gaya. Mainan
yang dulu ada di saku anak-anak kini muncul dalam street style, editorial fashion, dan media sosial sebagai aksesori
yang playful sekaligus penuh
nostalgia.
Fenomena ini juga menunjukkan arah
baru dalam dunia fashion. Nostalgia semakin sering menjadi sumber inspirasi
tren, sementara aksesori personal menjadi cara penting bagi banyak orang untuk
mengekspresikan identitas mereka. Perpaduan antara teknologi retro dan fashion
modern menciptakan objek yang terasa unik—tidak sepenuhnya gadget, tetapi juga bukan sekadar dekorasi.
Jika tren bag charm terus berkembang seperti sekarang, bukan tidak mungkin
Tamagotchi akan menjadi salah satu ikon aksesori nostalgia paling menonjol
dalam fashion modern.
American Drill vs Japanesse Drill, Apa Sih Bedanya?
Tamagotchi Kembali Populer—Kini Jadi Aksesori Fashion, Bukan Sekadar Mainan
Kisah Inspiratif Bhavitha Mandava, Dari Penumpang Kereta Jadi Brand Ambassador Chanel
Dadcore, Nostalgia Fashion, dan Mengapa Generasi Muda Berpakaian Seperti Bapak-Bapak
Goodyear Welted, Rajanya Konstruksi Sepatu Kulit Premium yang Awet dan 'Bandel'
8 Jenis Hanger dan Fungsinya Yang Perlu Kamu Tahu!
Ketika Costume Designer Menjadi Influencer Baru di Dunia Fashion
Trousers vs Pants, Apa Sih Bedanya?
Selalu Hadirkan Kebersamaan, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Baju Sarimbit
Male Gaze vs Female Gaze dalam Fashion. Siapa yang Sebenarnya “Dilihat” oleh Gaya Berpakaian?