Pernahkah kamu salah mengira
jaket fleece padahal aslinya dibuat dari bahan baby terry? Yups, hoodie
sweater, maupun jaket kasual dari kain Fleece
dan Baby Terry memang sekilas
tampak mirip. Apalagi kalau kamu hanya melihat visualnya dari kejauhan, pasti
sulit membedakan apakah itu bahan fleece ataukah baby terry. Padahal, keduanya
adalah jenis kain yang berbeda dan karakteristiknya pun pasti tidak sama.
Nah, buat kamu yang masih awam
soal bahan, penjelasan berikut ini akan membantumu mengenali sekaligus
mempertimbangkan antara jaket fleece dan baby terry.
Fleece adalah jenis kain dengan permukaan kain yang sangat lembut dan hangat.
Bahan ini umumnya dibuat dari polyester atau serat sintetis lain yang diproses
menggunakan teknik rajutan khusus sehingga menghasilkan tekstur berbulu halus
di bagian dalam.
Itulah kenapa kain fleece sering
muncul di koleksi jaket musim dingin,
hoodie tebal, atau pakaian outdoor. Karena kemampuannya menahan panas
tubuh memang cukup mumpuni.
Tak seperti kain fleece yang memiliki
permukaan berbulu, baby terry memiliki struktur yang sedikit berbeda. Bagian
dalam kain ini biasanya memiliki loop
kecil atau lingkaran benang yang menjadi ciri khas kain terry. Bahan ini
cukup populer dalam produksi hoodie,
sweater, dan jaket kasual karena bahannya yang tidak terlalu tebal.
Baby terry cukup
populer di industri fashion karena cenderung ringan, breathable dan cukup baik
dalam menyerap keringat, sehingga tetap nyaman untuk iklim tropis. Namun, di
saat bersamaan, sifat-sifat itu kurang bisa mendukung fungsi jaket sebagai pehangat
tubuh.
Setelah
memahami karakter dari kedua bahan tersebut, saatnya melihat perbedaan jaket fleece dan baby terry secara
lebih jelas. Meski tampak mirip, keduanya memiliki fungsi dan sifat yang
cukup kontras ketika digunakan sebagai bahan jaket.
Berikut
penjelasannya:
Cara paling cepat untuk
membedakan antara jaket fleece atau baby terry yaitu dengan melihat sisi buruk
kain. Bagian dalam fleece umumnya berupa permukaan berbulu halus yang terasa sangat lembut ketika bersentuhan
dengan kulit. Sifat ini terbentuk dari proses finishing khusus yang membuat
seratnya “diangkat” untuk menghasilkan efek bulu yang hangat.
Lain halnya dengan jaket baby
terry yang sisi dalamnya berupa struktut loop kecil atau lingkaran benang. Strukturnya mirip kain handuk,
hanya saja ukuran loopnya cenderung kecil, lebih padat dan terasa halus.
Singkatnya, fleece akan terasa empuk
dan agak tebal, sedangkan baby terry cenderung rata dan ringan.
Perbedaan berikutnya terletak
pada kemampuan kain untuk menahan panas
tubuh.
Kain fleece dikenal memiliki daya insulasi yang cukup baik. Tekstur
berbulu pada bagian dalamnya membantu menahan udara hangat di sekitar tubuh,
sehingga badan terhindar dari kedinginan. Sebaliknya, tingkat kehangatan baby
terry tergolong rendah. Struktur loop pada kain ini membuat udara lebih mudah
bersirkulasi, sehingga badan akan tetap merasa dingin.
Karena itulah jaket fleece dirancang
menghadapi cuaca dingin atau aktivitas
outdoor. Sementara baby terry lebih direkomendasikan untuk jaket santai harian.
Jika dilihat dari segi
ketebalan, jelas fleece yang lebih unggul. Meski tergolong tebal, bahan ini
tetap terasa ringan mengingat struktur seratnya yang berbulu dan tidak terlalu
padat.
Disisi lain, baby terry yang berkarakter tipis tentu lebih ringan dan fleksibel.
Sehingga kerap digunakan untuk hoodie
casual, sweater, maupun jaket-jaket streetwear yang nyaman untuk
aktivitas harian.
Perbedaan terakhir yang tak
kalah penting untuk dipertimbangkan adalah kenyamanannya. Dalam hal ini, jaket berbahan fleece lebih cocok
dipakai saat malam hari, musim hujan, atau ketika berada di daerah bersuhu dingin.
Dan ia mungkin terlalu panas jika
dipakai saat cuaca sedang hangat.
Berbanding terbalik dengan jaket baby
terry. Karena sirkulasi udaranya yang
lebih baik, jaket ini akan terasa nyaman dipakai saat cuaca sedang
hangat dan aktivitas sehari-hari. Ia mampu memberikan rasa hangat ringan tanpa
membuat tubuh terasa gerah.
Itu dia beberapa hal yang membedakan antara
jaket fleece dan baby terry. Pada akhirnya, tidak ada bahan yang
benar-benar lebih unggul. Semuanya kembali pada kebutuhan, kondisi cuaca dan tujuan pemakaian.
Jika kamu
mencari jaket yang bisa memberikan kehangatan
ekstra, maka fleece bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun jika kamu
membutuhkan jaket yang nyaman, ringan,
dan tidak terlalu panas, baby terry mungkin akan terasa lebih cocok.
Karena itu, sebelum membeli atau membuat jaket, ada baiknya kamu mengenali karakter setiap bahan. Jangan hanya melihat visualnya saja, tetapi pertimbangkan juga kegunaannya.
Cari supplier
kain berkualitas untuk produksi jaket?
Kamu bisa menemukan berbagai pilihan material terbaik di Bahankaincom. Kami menyediakan beragam
jenis kain dengan kualitas terjamin yang cocok untuk kebutuhan industri
konveksi, brand clothing, maupun produksi skala rumahan.
Temukan
bahan yang tepat untuk produk jaketmu, dan ciptakan koleksi fashion yang
stylish bersama Bahankaincom.
Jaket Fleece vs Baby Terry, Apa Sih Bedanya?
Makeup Itu Bagian dari Fashion atau Bukan? Ini Penjelasan yang Lebih Dalam
Apa Itu Pewarna Remasol?
Fashion vs Function: Kapan Style Mengalahkan Fungsi? (Dan Kenapa Kita Tetap Suka?)
Stitch Down, Konstruksi Klasik Yang Bikin Sepatu Auto ‘Bandel’
Baju Couple Nggak Harus Kembaran! Ini Cara Tampil Serasi Pakai Color Theory
Invisible Fashion: Hal yang Kamu Pakai Setiap Hari Tapi Jarang Kamu Sadari
Kisah di Balik Logo Rubah Merah, Bagaimana Fjällräven Menjadi Ikon Dunia?
Sewa High Fashion? Ini Cara Cerdas Tampil Mewah Tanpa Harus Beli
King of Quiet Luxury , Ini 5 Brand Old Money yang Paling Ikonik