Bosan dengan model kancing
plastik standar yang itu-itu saja? Atau pengen menambahkan sentuhan etnik pada
busana terlihat lebih stand out? Nah,
beberapa waktu belakangan dunia mode sedang diramaikan oleh sebuah eleman
desain yang sangat ikonik yaitu kancing pankou.
Kancing simpul khas Tiongkok ini lagi
hits di kalangan desainer lokal hingga runway internasional. Bukan Lebih dari
sekadar tren musiman, kancing pankou memiliki "jiwa" dan sejarah panjang
yang membuat busana apapun terlihat lebih berkelas dan sophisticated. Tapi, apa sih rahasia di balik kancing pankou ini?
Yuk, bedah sejarah, makna filosofi, hingga cara styling-nya!
Kalau kancing biasa pada umumnya
hanya berfungsi untuk menyatukan dua helai kain agar tidak terbuka, kancing pankou (pankou knots)
adalah sebuah karya seni tekstil. Secara bahasa, pankou (盘扣)
merujuk pada teknik melilit dan membentuk kain (sutra, katun, atau satin) menjadi
simpul-simpul cantik yang berpasangan. Satu sisi dibentuk menyerupai simpul
yang rumit, dan sisi lainnya berfungsi sebagai pengait atau loop.
Tampilan yang luwes, feminin, dan
punya aksen oriental style yang sangat kuat. Berbeda dengan kancing
keras berbahan logam atau plastik yang terkesan kaku, kancing pankou memberikan
tekstur yang lebih lembut namun tetap memberikan kesan "mahal". Nggak
heran kalau kancing ini jadi "bintang utama" dalam busana tradisional
Tiongkok seperti cheongsam atau qipao. Kini perlahan ia
bertransformasi menjadi fashion statement yang lebih kasual dan wearable
untuk kegiatan sehari-hari.
Kancing pankou mulai berkembang
pesat pada masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Pada masa itu, busana
tradisional Tiongkok seperti changshan (untuk pria) atau qipao (untuk wanita)
menggunakan pankou bukan hanya sebagai alat pengunci, tetapi juga sebagai
representasi dari status sosial. Semakin rumit dan detail simpul yang dibuat,
maka semakin tinggi pula keterampilan penjahitnya dan semakin prestisius
pemakainya.
Memasuki era 1920-an, kota
Shanghai menjadi pusat kosmopolitan dunia mode Asia. Di sinilah cheongsam
mengalami modernisasi besar-besaran. Siluetnya dibuat lebih ramping dan
fit-to-body untuk mengikuti perkembangan zaman. Meskipun desainnya berubah
menjadi lebih Barat, kancing pankou tetap dipertahankan sebagai identitas
visual yang tidak boleh hilang. Ini adalah titik di mana pankou mulai dikenal
sebagai elemen fusion fashion yang memadukan tradisi Timur dengan gaya hidup
urban.
Menariknya, kini fashion dunia
sedang melirik kembali warisan budaya (heritage
fashion). Generasi muda dan desainer global mulai melakukan re-interpretasi
terhadap pankou. Jadi, jangan heran kalau model kancing ini sekarang juga
muncul di item-tem streetwear, jaket oversized, hingga sneakers. Menciptakan
visual yang unik dan futuristik.
Kalau kamu mulai merasa bosan dengan
model baju yang itu-itu saja, mungkin satu atau dua item beraksen pankou bisa
sedikit mengubah sudut pandangmu. Sehingga kamu bisa tampil beda tanpa harus
terlihat berlebihan.
Terlepas sari tren, ada beberapa alasan kuat kenapa kamu ‘perlu’
kancing ini pada busana:
·
Sentuhan "Romantic Heritage"
Kancing pankou klasik emberikan kesan timeless dan
klasik pada pakaian modernmu. Ini adalah cara termudah untuk memberikan
"karakter" pada pakaian yang tadinya terlihat polos atau membosankan.
·
Detail Craftsmanship
Dengan menambahkan detail pankou, secara tidak
langsung menunjukkan kalau kamu sudah menunjukkan penghargaan terhadap proses
pembuatan pakaian yang rumit dan artistik. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap
slow fashion.
·
Filosofi Mendalam
Masyarakat Tiongkok percaya bahwa simpul pankou adalah
pembawa keberuntungan, umur panjang, dan harmoni. So, who doesn't want good vibes in their outfit? Memakainya bisa
jadi cara untuk merayakan budaya sekaligus mendoakan hal-hal baik dalam setiap
langkahmu.
Nah, ini bagian yang paling
sering bikin kita ragu: "Nanti kalau aku pakai baju dengan kancing
tradisional begini, orang malah ngira aku mau pergi kondangan atau pakai baju
Imlek, ya?". Padahal kunci percaya styling yang sebenarnya ada pada
keberanian kita untuk memadukan elemen tradisional dengan vibe lebih kasual.
Yuk, intip cara memadupadankan
pankou agar tetap relevan untuk hangout
santai:
·
Mix &
Match dengan Denim
Padukan top dengan kancing pankou dengan celana jeans
atau wide-leg pants. Kontras antara kain tradisional yang halus dengan denim
yang kasual akan membuat tampilanmu terlihat sangat edgy.
·
Keep It
Minimalist
Pilih busana dengan satu atau dua pankou sebagai focal
point agar tidak terlalu ramai. Kalau bajunya sudah polos, kamu bisa pilih
pankou dengan warna yang kontras supaya menonjol.
·
Accessorizing
Kalau kamu belum berani pakai baju dengan kancing pankou,
kamu bisa cari aksesori seperti outer, tas, atau bahkan ikat rambut yang
menggunakan kancing ini sebagai aksen dekoratif. Ini cara paling subtle untuk
ikutan tren tanpa harus mengubah gaya berpakaianmu secara drastis.
Pada akhirnya, kancing pankou membuktikan
bahwa tradisi bisa beradaptasi dan tetap relevan di era modern.
The Pankou Trend: Dari Dinasti ke Runway Internasional
American Drill vs Japanesse Drill, Apa Sih Bedanya?
Tamagotchi Kembali Populer—Kini Jadi Aksesori Fashion, Bukan Sekadar Mainan
Kisah Inspiratif Bhavitha Mandava, Dari Penumpang Kereta Jadi Brand Ambassador Chanel
Dadcore, Nostalgia Fashion, dan Mengapa Generasi Muda Berpakaian Seperti Bapak-Bapak
Goodyear Welted, Rajanya Konstruksi Sepatu Kulit Premium yang Awet dan 'Bandel'
8 Jenis Hanger dan Fungsinya Yang Perlu Kamu Tahu!
Ketika Costume Designer Menjadi Influencer Baru di Dunia Fashion
Trousers vs Pants, Apa Sih Bedanya?
Selalu Hadirkan Kebersamaan, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Baju Sarimbit