Membuat busana tailoring memang
tak sesederhana menyatukan potongan kain. Ada berbagai detail kecil yang harus
diperhatikan agar bentuk jas, blazer, atau celana tailoring tetap proporsional,
terlihat professional dan tetap nyaman saat dikenakan. Salah satunya yaitu
memilih kain pelapis (furing) busana yang sesuai.
Banyak penjahit atau konsumen
hanya fokus pada kain utama. Padahal meski letaknya tersembunyi, jenis kain yang
digunakan untuk furing bisa mempengaruhi kualitas dan keseluruhan look busana formal ini. Lantas, kain
seperti apa yang paling ideal untuk busana tailoring? Cek ulasan berikut ini,
yuk!
Busana tailoring adalah jenis
pakaian yang dibuat dengan teknik jahit khusus untuk menghasilkan bentuk lebih
terstruktur dan mengikuti kontur tubuh pemakainya. Konstruksi busana ini jauh
lebih kompleks dan membutuhkan berbagai komponen pendukung seperti interfacing,
canvas, padding, hingga kain pelapis alias furing.
Fungsi kain furing sendiri bukan
hanya menutupi detail jahitan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan serta
membantu mempertahankan struktur busana. Pada busana ini, furing biasanya
dipasang pada:
·
Bagian badan jas
·
Lengan blazer
·
Rompi formal
·
Mantel
·
Rok dan celana formal tertentu
Mengingat profesionalitas dan
standar tinggi busana tailoring, jenis kain furing yang digunakan juga tidak
bisa sembarangan.

Kalau kamu bertanya, ‘apakah busana tailoring butuh spesifikasi kain khusus untuk furingnya?’ Jawabannya adalah ya. Karena strukturnya tegas dan berlapis, busana terstruktur ini membutuhkan furing khusus agar pakaian tetap nyaman, tidak cepat rusak, dan jatuh sempurna di badan.
Nah, berikut beberapa kriteria
kain pelapis untuk busana tailoring:
Furing jas, blazer atau celanatailoring harus memiliki permukaan yang halus. Tujuannya
agar busana tersebut mudah dipakai dan dilepas (meluncur mulus) saat bergesekan
dengan kemeja atau kulit. Kain yang bertesktur
kasar seperti tweed atau Flannel, membutuhkan furing dengan tingkat kelicinan
tinggi (Satin atau Bemberg High-Twist) agar pakaian dalam
(kemeja/kaos) tidak "tersangkut" atau menggulung saat jas dipakai.
Karena busana tailoring menggunakan bantalan
busa (padding) dan kain keras di dalamnya, furing wajib memiliki
sirkulasi udara yang baik agar pengguna tidak merasa pengap atau kepanasan.
Gunakan furing kain alami untuk kain luar yang
berkarakter sejuk seperti linen dan katun. Sebaliknya, beri lapisan kain Bemberg untuk jas wool agar suhu
tubuh tetap teregulasi dengan baik.
Kain furing tidak boleh susut (shrinkage) atau
melar setelah dicuci. Hal itu karena perubahan ukuran furing akan langsung
merusak bentuk luar jas.
Dalam hal ini, bobot kain furing harus selalu lebih
ringan atau maksimal setara dengan kain utama. Kain luar yang berat (seperti wool)
membutuhkan furing yang kuat seperti Bemberg.
Sedangkan kain luar ringan (seperti linen) membutuhkan furing tipis
seperti kain Errow agar tidak
merusak efek jatuhnya pakaian (draping).

Di dunia high-fashion
maupun tailor konvensional, terdapat empat jenis kain yang sudah teruji
waktu mampu memberikan performa terbaik. Setiap bahan memiliki keunikan
struktur dan tingkat kenyamanan yang berbeda seperti berikut ini:
Kain Bemberg adalah rajanya furing untuk jas premium.
Terbuat dari serat selulosa alami (kapas), Bemberg memiliki sifat yang sangat
adem, menyerap keringat dengan luar biasa, dan memiliki kilau alami yang mewah.
Bahan ini juga bersifat anti-statis sehingga tidak menempel di tubuh saat bergerak.
Kalau kamu membuat jas eksklusif untuk acara formal
seperti pernikahan, furing dari kain sutra satin atau jaquard adalah opsi terbaik.
Tekstur serta kilau lembutnya memberi kesan mewah yang tiada tanding. Meskipun
dalam perjalanannya, bahan ini memerlukan perawatan khusus (dry cleaning).
Bagi yang mencari alternatif lebih terjangkau, polyester
satin adalah opsi yang populer. Kelebihannya adalah sangat kuat, tahan
lama, dan tidak mudah kusut. Kekurangannya, furing ini cenderung lebih gerah
jika dipakai di cuaca panas dibandingkan Bemberg atau sutra.
Terakhir ada kain Errow terbuat dari serat katun ringan. Furing jenis ini sangat dingin dan cocok untuk kain pelapis jas di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Furing ini biasanya diaplikasikan pada blazer kasual atau busana semi-tailoring harian yang tidak membutuhkan efek kilau.
Mengetahui jenis furing saja belum cukup, karena kunci dari busana tailoring
yang jatuh sempurna terletak pada keharmonisan kombinasi bahan luar dan dalam.
Logikanya, kain luar yang tebal tidak akan bekerja dengan baik jika ditopang
oleh furing yang terlalu kaku atau terlalu tipis. Agar investasi tersebut tidak sia-sia, berikut rumus praktis memadukan kain
furing dan material utama:
1.
Jas Wol
(Wool): Sangat disarankan dipadukan dengan kain Bemberg atau satin sutra untuk menjaga kemewahan dan kenyamanan
termal jas.
2.
Blazer
Katun atau Linen: Cocok dipadukan dengan furing Kain Errow (Hero) atau furing setengah badan (half-lined)
agar tetap ringan dan kasual.
3.
Bahan
Sintetis (Polyester Blend):
Bisa dipadukan dengan Satin polyester
agar strukturnya tetap terjaga.
Pada akhirnya, kemewahan busana tailoring tidak hanya dinilai dari
apa yang terlihat oleh mata, melainkan apa yang dirasakan. Dan menentukan
jenis furing sama pentingnya dengan memilih kain luar (bahan utama).
Jangan biarkan furing yang kurang
tepat merusak struktur dan kenyamanan jas atau blazer kebanggaanmu. Pastikan
setiap lapisan busana Anda menggunakan material terbaik agar jatuh sempurna.
Temukan berbagai pilihan kain furing
premium hanya di Bahankain.com. Tersedia
berbagai pilihan material, mulai dari Bemberg
(Cupro) dan kain sutra yang eksklusif, satin polyester, hingga kain Errow
(Hero) yang nyaman.
Cek koleksi kain furing kami di Kategori Produk.
Atau konsultasikan kebutuhan furing serta produk tekstil lain dengan kami. Hubungi admin Bahankain.com via WhatsApp sekarang untuk konsultasi dan dapatkan penawaran terbaiknya. Semoga bermanfaat dan selamat berbelanja, Sobat Bahankain!

Tips Styling Headscarf Aesthetic dan Anti-Geser
Jangan Asal Beli! Misteri Lubang di Pantat Blazer yang Bikin Kamu Kelihatan Rapi (atau Malah Aneh)
Kriteria, Fungsi, dan Rekomendasi Kain Furing untuk Busana Tailoring
Recycled Polyester, Solusi Sustainability atau Sekadar Tren?
Sejarah dan Perjalanan Brand Cotton Ink, Dari Bisnis Rumahan Jadi Ikon Fashion Lokal
Jangan Sampai Ketipu Trik Brand! Ini Bedanya Retail vs Flagship yang Wajib Kamu Tahu Biar Nggak Malu Pas Belanja
Industri Pakaian Olahraga Dunia Mulai Tinggalkan PFAS, Apa Dampaknya?
Kerah Kaos Kesayanganmu Melar? Ini 4 Cara Praktis Mengembalikan Bentuknya
Grading Pola, Cara Konveksi Membuat Ukuran S hingga XXL dari Satu Pattern
5 Cara Memadukan Dress Merah agar Tampil Elegan di Berbagai Kesempatan