Baru dicuci kemarin, kok bed
cover sudah bau apek lagi? Padahal deterjen sudah dipakai secukupnya, pelembut
pakaian juga tidak pelit-pelit. Dan masalahnya memang bukan di kualitas
deterjen.
Bau tak sedap pada selimut tebal
ini biasanya muncul karena kombinasi beberapa faktor teknis. Seperti proses
pengeringan yang kurang tuntas, cara penyimpanan yang salah, hingga kelembapan
kamar yang tidak terkontrol. Tidur dengan bed cover yang apek jelas bikin istirahat
kurang nyenyak, bahkan berpotensi memicu reaksi alergi bagi yang sensitif
terhadap jamur dan tungau.
Lantas, apa penyebabnya? Dan bagaimana
cara mengatasinya? Simak ulasan berikut ini, yuk!

Aroma tidak sedap tidak muncul
begitu saja. Ada proses akumulasi bakteri dan kelembapan yang terjadi melalui beberapap
tahapan. Sebelum buru-buru mengganti bed cover atau menambah takaran pewangi,
ada baiknya kenali dulu apa saja penyebab utamanya lewat penjelasan berikut ini
Ini penyebab paling sering terjadi tapi paling jarang
disadari. Bagian luar bed cover memang sudah terasa kering saat dipegang, tapi
isian dakron atau serat sintetis di dalamnya yang tebal itu ternyata masih
menyimpan sisa air.
Kelembapan yang terperangkap di lapisan dalam inilah
yang jadi tempat nyaman bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Dari situlah
sumber bau apek yang muncul beberapa hari kemudian.
Saat tidur, tubuh kita mengeluarkan keringat, minyak
alami, sekaligus sel kulit mati. Semua ini menempel langsung ke bed cover yang
bersentuhan dengan kulit. Kalau sirkulasi udara di kamar kurang baik,
kelembapan dari tubuh yang menumpuk di serat kain lama-lama berubah jadi sarang
bakteri.
Semakin banyak deterjen atau softener yang dipakai,
bukan berarti semakin bersih dan wangi hasilnya. Justru sebaliknya, sisa sabun
yang tidak terbilas tuntas akan mengendap di serat kain.
Begitu terkena udara lembap atau keringat, residu ini membusuk dan menimbulkan aroma asam yang malah lebih mengganggu daripada bau apek biasa.
Baca Juga:
7 Cara Ampuh Membersihkan Noda Darah Di Sprei Atau Bedcover
Memaksakan bed cover ukuran king size masuk ke mesin
cuci berkapasitas kecil membuat kain tidak punya ruang gerak yang cukup.
Akibatnya, air dan deterjen tidak bisa menjangkau seluruh sela kain secara
merata, sementara proses bilas dan peras jadi tidak maksimal. Hasilnya, ya,
cucian yang setengah bersih.
Menyimpan bed cover di lemari yang lembap, atau langsung
memasangnya di kamar yang minim sinar matahari, akan mempercepat munculnya bau.
Kamar tanpa ventilasi yang baik cenderung menjebak udara lembap tepat di
permukaan kasur, tempat bed cover terpasang sepanjang hari.

Agar bed cover kembali segar,
wangi tahan lama, dan higienis, terapkan langkah-langkah terstruktur berikut
ini:
Jemur di bawah sinar matahari langsung dengan posisi
dibalik agar kedua sisi mendapat panas merata, sehingga dakron di bagian dalam
benar-benar kering total, bukan cuma kering di permukaan.
Setengah cangkir cuka putih pada bilasan terakhir
cukup ampuh meluruhkan sisa residu deterjen sekaligus membunuh bakteri penyebab
bau.
Beri jeda agar bed cover mencapai suhu ruangan dulu sebelum dilipat atau dimasukkan ke lemari. Ini mencegah kondensasi uap air yang justru memicu bau baru.
Baca Juga:
Kasur busa vs spring bed, Mana yang Harus Dipilih?
Untuk kamar dengan jendela terbatas, dehumidifier
membantu menekan tingkat kelembapan udara secara keseluruhan, bukan cuma pada
bed cover.
Jadwal ini mencegah penumpukan sel kulit mati dan minyak
tubuh yang, kalau dibiarkan terlalu lama, justru makin sulit dihilangkan.
Pada akhirnya, kunci utama bed
cover yang tetap segar bukan cuma soal deterjen atau parfum laundry, melainkan
teknik pengeringan yang tuntas dan kondisi penyimpanan yang tepat. Terapkan
kelima tips di atas secara konsisten, dan bau apek yang mengganggu tidurmu.
Sama-sama Dipakai Untuk Logo, Ini Bedanya Emblem Bordir dan Emblem Woven
Perbedaan Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum
Victoria’s Secret Angel Wings: Bukan Sekadar Sayap, Ini Rahasia di Balik Ikon Fashion Show!
Dari Seragam sampai Celana Tongkrongan, Ini Alasan American Drill Selalu Dipilih Sebagai Bahan Celana
Berapa Meter Kain Kafan yang Dibutuhkan untuk Satu Jenazah? Ini Perkiraannya!
Fantasy Bra: Ketika Bra Berubah Jadi Perhiasan Bernilai Rp800 Miliar
Whimsy dan Whimsygoth Fashion, Estetika Nyentrik yang Terinspirasi Dunia Fantasi
Kenapa Niche Bisnis Fashion Komunitas Lebih Menguntungkan? Ini Jawabannya!
LYCRA Kembangkan Spandeks Berbahan Nabati dan Teknologi Daur Ulang
Kok Ada Kain yang Adem di Kulit, tapi Bikin Gerah Saat Dipakai?