Pernah nggak sih, kamu mendadak bersin-bersin atau kulit gatal pas lagi santai di sofa? Padahal rasanya sprei dan sarung bantal tidur baru aja diganti minggu lalu. Nah, bisa jadi tersangkanya bukan sprei kamu, melainkan kain-kain lain di sekitar rumah yang selama ini sering kelewat buat dibersihkan!
Banyak dari kita yang rajin mencuci pakaian dan sprei, tapi lupa kalau tekstil lain seperti gorden, lap dapur, sampai isian bantal juga menyerap minyak tubuh, debu, dan ketombe hewan peliharaan. Buat kamu yang punya riwayat alergi atau eksim, kain-kain ini bisa jadi sarang rahasia pemicu masalah kesehatan.
Biar rumah benar-benar bebas dari alergen, yuk cek jadwal cuci ideal buat 8 kain rumah tangga berikut ini!
1. Lap Dapur dan Serbet
Sumber: shopee.co.id
Lap dapur sering dianggap sepele, padahal item ini merupakan salah satu barang paling terkontaminasi di seluruh rumah. Kain lap yang dipakai buat mengelap sisa makanan, meja basah, atau tangan saat memasak menjadi tempat berkembang biak yang sangat disukai bakteri. Untuk menjaga higienitas dapur, biasakan untuk langsung mengganti lap dapur setiap hari, atau sesegera mungkin setelah dipakai untuk mengolah bahan makanan mentah.
2. Selimut Santai & Bantal Sofa
Selimut tipis (throw blanket) dan bantal aksen yang ada di ruang tamu atau ruang TV sering banget dipakai bareng-bareng sambil rebahan. Akibatnya, kain ini cepat sekali menyerap minyak dari kulit, rambut, serta debu ruangan. Kamu disarankan untuk mencuci selimut santai dan sarung bantal sofa setiap 1 hingga 2 minggu sekali. Sementara untuk bagian busa atau isian bantal sofanya, kamu cukup mencuci atau membersihkannya secara mendalam setiap 2 hingga 3 bulan sekali.
Baca juga: Cuci Selimut Berapa Bulan Sekali Sih? Simak Tipsnya Yuk!
3. Kasur & Mainan Hewan Peliharaan
Sumber: people.com
Buat para pet parents, tempat tidur anabul adalah salah satu pengumpul bulu, bau, dan debu terbesar di dalam rumah. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa dibersihkan, jamur dan tungau bisa berkembang biak di sana dengan sangat cepat. Usahakan untuk mencuci sarung kasur anabul setidaknya seminggu sekali, atau maksimal dua minggu sekali. Jangan lupa juga untuk mencuci mainan kain mereka secara berkala agar bebas dari kuman dan bekas air liur.
4. Tirai Kamar Mandi & Keset
Sumber: www.jakartanotebook.com
Kelembapan area kamar mandi yang tinggi bikin tirai kain dan keset gampang berjamur. Sebaiknya kamu rutin mencuci tirai kamar mandi dan keset setiap 1 hingga 3 bulan sekali. Saat mencuci, gunakan sabun lembut atau campuran air dan cuka ketimbang bleach atau pemutih berlebih agar serat kain tidak cepat rusak. Agar jamur tidak mudah tumbuh, selalu bentangkan tirai kamar mandi setelah selesai mandi dan nyalakan exhaust fan atau buka jendela ventilasi.
5. Boneka Kain (Stuffed Animals)
Sumber: www.budsies.com
Mainan anak atau boneka kesayangan di kamar tidur biasanya menampung tungau debu dalam jumlah yang lumayan banyak. Karena sering dipeluk saat tidur, boneka wajib dibersihkan secara rutin setidaknya satu bulan sekali. Kamu bisa mengamankannya ke dalam kantong cuci (laundry bag) atau sarung bantal, lalu cuci di mesin cuci menggunakan air panas. Kalau bonekanya rentan rusak jika terkena air, kamu cukup membersihkan debu dan kotorannya menggunakan penyedot debu (vacuum cleaner) dengan penyedot khusus kain.
Baca juga: Cara Mencuci Boneka yang Benar: Panduan Agar Tetap Lembut dan Awet
6. Isian Bantal Tidur
Sumber: shopee.co.id
Kita mungkin rajin mengganti sarung bantal seminggu sekali, tapi sering lupa kalau keringat, minyak wajah, dan sel kulit mati tetap bisa menembus masuk ke dalam isian bantalnya (insert pillow). Oleh karena itu, jangan cuma fokus pada sarungnya saja. Masukkan juga bantal tidur kamu ke dalam mesin cuci setiap 3 hingga 6 bulan sekali agar bagian dalamnya bebas dari penumpukan tungau dan bakteri.
7. Gorden & Tirai Jendela
Sumber: sooriyacurtains.lk
Gorden berfungsi sebagai penyaring pertama debu dan polusi yang masuk melalui jendela. Walaupun sekilas kelihatannya bersih, serat kain gorden sebenarnya menyimpan banyak sekali partikel mikro. Untuk tirai yang berbahan tipis dan ringan, idealnya dicuci setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Sedangkan untuk gorden tebal atau jenis blackout, kamu bisa mencucinya setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali, asalkan kamu rutin membersihkan debunya pakai vacuum cleaner.
8. Karpet
Sumber: cloudpackers.com
Karpet adalah salah satu pemicu utama alergi di dalam rumah karena jebakan debu dan serbuk sarinya yang tebal di sela-sela serat. Sangat disarankan untuk membersihkan karpet dengan penyedot debu minimal seminggu sekali. Namun jika kamu atau anggota keluarga ada yang memiliki riwayat alergi parah, mempertimbangkan untuk mengganti karpet dengan lantai kayu atau keramik bisa jadi opsi yang jauh lebih sehat untuk jangka panjang.
Kesimpulan
Menjaga kebersihan rumah itu nggak cuma soal menyapu dan mengepel lantai. Memperhatikan jadwal cuci kain-kain di atas bakal bikin udara di dalam rumah terasa lebih segar, bersih, dan bebas dari pemicu alergi.
Kira-kira, dari daftar di atas, kain mana yang paling lama belum kamu cuci? Yuk, mulai masukkan ke dalam daftar laundry minggu ini!
Baca juga: Mana yang Lebih Bersih, Cuci Manual atau Pakai Mesin? Ini Faktanya!
Kompor Minyak vs Kompor Listrik, Mana yang Lebih Praktis Untuk Membatik?
Yakin Rumah Udah Bersih? 8 Kain Ini Ternyata Menyimpan Jutaan Alergen Kalau Nggak Sering Dicuci!
Yves Saint Laurent: Sejarah, Identitas dan Perkembangannya Saat Ini
What Would I Have Looked Like in the 80s? Tren AI yang Bikin Semua Orang Balik ke Masa Lalu
Broken White atau Putih Tulang? Kenali Bedanya Sebelum Salah Pilih!
Batik Kontemporer, Cara Baru Generasi Muda Hidupkan Wastra Nusantara
Jangan Pakai Semir Biasa, Ini Cara Merawat Sepatu Kulit Sintetis Biar Nggak Cepat Rusak
Kain TC vs TR, Apa Sih Bedanya?
Fashion Week Ternyata Punya Aturan Tak Tertulis: Dari Front Row sampai Siapa yang Bayar Tiket
Soda Ash, Fungsi dan Cara Menggunakannya untuk Pewarnaan Kain