Usia bukan alasan untuk berhenti
bereksperimen dengan penampilan. Justru, semakin bertambahnya usia, seseorang
biasanya semakin mengenali gaya berpakaian yang paling sesuai dengan karakter
dan kenyamanannya. Meski begitu, ada sejumlah tren fashion yang mulai dianggap
kurang relevan karena perubahan selera, potongan pakaian, dan cara memadukan
busana.
Mengutip pendapat para stylist dari artikel SheBudgets,
yang menyoroti tujuh gaya berpakaian yang dinilai perlu dipertimbangkan kembali
oleh mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun, apakah semuanya benar-benar
ketinggalan zaman? Yuk, kenali satu per satu dan temukan alternatif styling yang bisa dicoba!
1. Super
Skinny Jeans
Sumber: deavita.net
Jeans superketat yang melekat di
sepanjang kaki pernah menjadi salah satu item andalan dalam berbagai tren
fashion. Namun, kini potongan straight-leg,
slim-fit, hingga wide-leg semakin banyak mendapat perhatian karena menawarkan siluet
yang berbeda.
Sebagai alternatif, jeans
berpotongan lurus bisa memberikan tampilan klasik yang mudah dipadukan dengan
kemeja, kaus, maupun blazer. Sementara itu, model wide-leg cocok untuk menciptakan kesan lebih santai dan modern.
Meski demikian, skinny jeans tidak serta-merta
kehilangan tempatnya. Dengan atasan yang proporsional dan alas kaki yang
sesuai, celana ini tetap bisa menjadi pilihan menarik.
2. Boxy
Leather Jacket
Sumber: www.msn.com
Jaket kulit dengan potongan kotak
dan siluet kaku terkadang membuat penampilan terlihat berat, terutama jika
ukurannya terlalu besar atau panjangnya kurang sesuai dengan proporsi tubuh.
Alternatifnya, pilih jaket kulit
dengan potongan yang lebih terstruktur, mengikuti bentuk bahu, serta memiliki
panjang yang mudah dipadukan dengan berbagai jenis bawahan. Jaket model cropped atau berpotongan klasik juga
bisa memberikan kesan lebih segar.
Kuncinya bukan menghindari jaket oversized sepenuhnya, melainkan
memastikan volumenya seimbang dengan pakaian lain yang dikenakan.
3. Chunky
Platform Sneakers
Sumber: www.etsy.com
Sneakers dengan sol tebal dan
bentuk yang besar sempat menjadi bagian penting dari tren streetwear. Walaupun masih memiliki penggemar, model ini terkadang
membuat penampilan terlihat terlalu ramai ketika dipadukan dengan busana yang
sama-sama bervolume.
Sneakers minimalis dengan desain
sederhana bisa menjadi alternatif untuk menciptakan tampilan yang lebih bersih
dan mudah dipadukan. Warna netral seperti putih, hitam, atau krem juga
menawarkan fleksibilitas untuk berbagai kesempatan.
Namun, chunky sneakers tetap bisa digunakan jika sesuai dengan gaya
personal. Padukan dengan celana berpotongan rapi atau busana berdesain
sederhana agar keseluruhan penampilan terasa seimbang.
4. Overly
Distressed Denim
Sumber: momskoop.com
Jeans dengan efek pudar, robekan,
dan detail berjumbai merupakan bagian dari estetika denim yang sudah lama
dikenal. Meski begitu, detail yang terlalu ramai terkadang membuat penampilan
lebih sulit dipadukan untuk suasana semi-formal atau gaya sehari-hari yang
lebih rapi.
Jeans dengan efek pudar ringan atau
robekan minimal bisa menjadi pilihan bagi yang ingin mempertahankan kesan
kasual tanpa terlihat berlebihan. Model denim polos dengan potongan klasik juga
mudah dipadukan dengan berbagai jenis atasan.
Pada akhirnya, tingkat distress pada denim tetap bergantung
pada preferensi. Hal terpenting adalah menyesuaikan tampilannya dengan suasana
dan karakter berpakaian.
5. Baggy
Capri Pants
Sumber: storage.googleapis.com
Celana capri memiliki panjang yang
umumnya berada di antara lutut dan pertengahan betis. Ketika dipadukan dengan
potongan yang terlalu longgar, siluetnya terkadang membuat proporsi kaki
terlihat lebih pendek.
Sebagai alternatif, celana ankle-length dengan potongan lurus atau tapered dapat memberikan tampilan yang
lebih terstruktur. Untuk penggemar celana capri, model dengan potongan lebih rapi
juga bisa menjadi pilihan.
Perhatikan pula alas kaki yang
digunakan. Sepatu dengan desain ramping dapat membantu menciptakan tampilan
yang lebih proporsional tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
6. Kaos dan
Hoodie dengan Logo Besar
Sumber: clothbase.com
Logo berukuran besar dan grafis
mencolok sering menjadi elemen utama dalam streetwear.
Namun, jika ingin menciptakan tampilan yang lebih sederhana, kaus dan hoodie
dengan desain minimalis dapat menjadi alternatif.
Pilih busana dengan warna solid,
grafis kecil, atau logo yang tidak terlalu dominan. Item seperti ini cenderung lebih mudah dipadukan dengan jeans,
celana bahan, maupun rok kasual.
Bukan berarti pakaian berlogo besar
harus dihindari setelah usia 50 tahun. Jika menyukai gaya streetwear atau tampilan yang ekspresif, desain tersebut tetap bisa
menjadi bagian dari identitas personal.
7. Rok
Panjang yang Terlalu Bervolume
Rok panjang dengan banyak lapisan atau bahan yang mengembang dapat menciptakan siluet dramatis. Akan tetapi, volume berlebihan terkadang membuat keseluruhan tampilan terlihat kurang seimbang, terutama jika dipadukan dengan atasan yang sama-sama longgar.
Untuk alternatif yang lebih
sederhana, rok A-line, rok midi
berpotongan lurus, atau rok panjang dengan lipit terstruktur bisa
dipertimbangkan. Pemilihan bahan juga berpengaruh terhadap jatuhnya rok dan
bentuk siluet yang dihasilkan.
Meski demikian, rok bervolume tetap
menarik untuk menciptakan gaya feminin, romantis, maupun dramatis. Padukan
dengan atasan yang lebih sederhana agar perhatian tidak terpusat pada terlalu
banyak elemen sekaligus.
Jadi,
Haruskah Menghindari Tren Fashion Tertentu Setelah Usia 50 Tahun?
Tidak harus! Anggapan bahwa gaya
tertentu sudah ketinggalan zaman sering kali berkaitan dengan perubahan tren,
bukan aturan mutlak tentang apa yang boleh dikenakan pada usia tertentu.
Potongan, bahan, proporsi, dan cara
memadukan pakaian justru lebih menentukan hasil akhir penampilan. Jeans ketat,
sneakers tebal, hingga rok bervolume tetap bisa terlihat menarik selama sesuai
dengan selera dan kebutuhan pemakainya.
Daripada terpaku pada daftar busana yang harus dihindari, lebih baik pilih pakaian yang membuatmu nyaman dan percaya diri. Sebab, gaya personal yang kuat tidak selalu mengikuti tren terbaru, tetapi mampu mengadaptasinya sesuai karakter masing-masing.
Ingin mengenal lebih jauh tentang bahan tekstil, sejarah fashion, tren terkini, hingga tips memilih dan merawat pakaian? Temukan beragam artikel menarik lainnya di BahanKain.com, tempat kamu bisa memperluas wawasan seputar kain dan dunia fashion.
Baca juga: Tetap Stylish di Usia 50-an? Ini 7 Formula Pakaian yang Wajib Kamu Coba!
7 Gaya Fashion yang Dianggap Ketinggalan Zaman untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Masih Suka Pakai?
Modern dan Berkarakter, Bagaimana GOENA Mendefinisikan Ulang Tren Pakaian Esensial
Demi Keselamatan Model, LVMH dan Kering Perketat Aturan Industri Fashion
Mengenal InOneGO, Teknologi Pewarnaan Denim yang Lebih Efisien
7 Trik Padupadan Outfit Motif Buat Pemula
Rahasia Baju Peplum: Dari Bikin Bodi Makin "Hourglass" Sampai Trik Stylenya!
Skewing dan Bowing, Penyebab Motif Kain Miring Setelah Dijahit
Dulu Cuma Dipakai Cowboy di Padang Pasir, Outer Ini Malah Jadi Tren Paling Mewah di Panggung Runway Dunia!
Kain Ponte: Pengertian, Karakteristik, Kelebihan, dan Kegunaannya
Haori: Outer Tradisional Jepang yang Mirip Banyak Jaket Modern