Aroma parfum bisa berubah setelah disemprotkan ke kulit. Wanginya mungkin terasa segar pada awal pemakaian, kemudian berkembang menjadi floral, manis, atau hangat setelah beberapa waktu. Perubahan ini erat kaitannya dengan tiga lapisan aroma parfum yang dikenal sebagai top note, middle note, dan base note.
Ketiganya merupakan bagian parfum
yang memiliki karakter, fungsi, dan ketahanan aroma berbeda. Lantas, apa
perbedaan top note, middle note, dan base note? Simak penjelasan lengkapnya
berikut ini!
Top, middle, dan base note
menggambarkan lapisan aroma dalam parfum. Ketiganya membantu menjelaskan
bagaimana karakter wangi berkembang sejak pertama kali disemprotkan hingga
aroma yang tertinggal setelah beberapa jam.
Berikut perbedaan karakter serta
fungsinya
Top note adalah lapisan aroma yang paling mudah
tercium sesaat setelah parfum disemprotkan. Bagian ini berperan memberikan
kesan pertama sekaligus memperkenalkan karakter parfum kepada penggunanya.
Aromanya sering kali terasa ringan, segar, dan cerah.
Bahan-bahan yang digunakan biasanya mudah menguap sehingga aromanya cenderung
memudar lebih cepat dibandingkan lapisan aroma lain.
Beberapa contoh aroma yang sering digunakan sebagai
top note antara lain:
·
Citrus: lemon, bergamot, jeruk, dan
grapefruit yang fresh dan cukup tajam.
·
Herbal: mint serta aroma herbal tertentu
yang terasa bersih dan menyegarkan.
·
Aroma buah: beberapa jenis buah yang
menghadirkan kesan manis dan ceria.
Lapisan parfum
ini paling terasa pada menit-menit awal pemakaian. Durasinya tergantung pada
formulasi serta karakter material utamanya
Sumber: https://argosfragrances.com/
Disebut juga heart note, middle note merujuk pada lapisan
aroma yang baru tercium setelah top note memudar. Lapisan ini menjadi inti
karakter parfum dan sebagai penghubung antara aroma pembuka dengan aroma dasar.
Jika top note memberi kesan pertama, middle berperan
membentuk identitas wewangian yang lebih dominan. Bisa berupa karakter floral,
spicy, fruity, atau kombinasi beberapa keluarga aroma.
Material yang kerap dipakai meliputi aroma:
·
Floral: mawar, melati, dan geranium yang terkesan
lembut atau romantis.
·
Herbal: lavender yang menghadirkan
karakter aromatik.
·
Spicy: rempah-rempah tertentu yang
memberikan sentuhan hangat dan berkarakter.
Baca Juga:
7 Jenis Parfum Dan Ketahanannya, Pilih Yang Mana?
Middle note
biasanya berkembang setelah beberapa menit pemakaian dan bertahan selama
beberapa jam. Lapisan ini menjadi salah satu penentu aroma parfum, apakah terasa
segar, elegan, manis, atau hangat.
Terakhir ada
lapisan aroma yang menjadi fondasi utama parfum yaitu base note. Wanginya berkembang lebih lambat dan baru menonjol ketika
parfum mulai mengering di kulit (tahap dry-down).
Karakter aroma ini umumnya lebih dalam, kaya, atau lembut
dibandingkan top note. Bahan-bahan
yang digunakan juga cenderung memiliki volatilitas lebih rendah sehingga dapat tahan
lebih lama.
Berikut
beberapa contoh aromanya:
·
Woody: sandalwood dan cedarwood dengan
aroma kayu yang hangat, atau kering.
·
Sweet: vanila yang menghadirkan nuansa
manis dan lembut.
·
Ambery (accord): campuran aroma yang terkesan
hangat dan kaya.
·
Musky: musk yang membei kesan lembut,
bersih, atau sensual, tergantung komposisi bahannya.
Selain
memperpanjang pengalaman aroma, base note
juga membantu memberikan kedalaman serta karakter akhir parfum. Namun,
ketahanannya tetap tergantung pada konsentrasi parfum, formulasi, kondisi
kulit, serta lingkungan.
Sumber: https://365dayson.in/
Ketiga lapisan aroma tersebut dirancang
agar saling melengkapi dan berkembang secara bertahap. Parfum dengan top note
bergamot, middle note mawar, dan base note sandalwood, misalnya. Ia akan
memberi pengalaman aroma:
·
Awal pemakaian: bergamot menghadirkan
kesan citrus yang segar dan cerah.
·
Setelah beberapa saat: aroma mawar mulai
lebih menonjol dan memunculkan karakter floral.
·
Tahap akhir: sandalwood akan meninggalkan
nuansa kayu yang hangat
Baca Juga:
Perfumery, Sejarah dan Perkembangan Seni Membuat Parfum dari Masa ke Masa
Perubahannya tidak selalu ketara.
Beberapa aroma bisa tercium secara bersamaan atau tetap terasa sejak awal
hingga akhir pemakaian.
Memahami perbedaan top note,
middle note, dan base note dapat membantu kamu memilih parfum yang sesuai
dengan preferensi pribadi. Jadi, jangan hanya menilai parfum dari top note. Karena
aroma yang awalnya terasa menyegarkan bisa berkembang jadi lebih manis atau
hangat setelah beberapa waktu. Sebaliknya, parfum dengan pembuka yang tajam
bisa jadi malah menghasilkan aroma akhir yang lembut.
Cara paling tepat untuk mengenali
karakter parfum adalah mencobanya dan mengamati perkembangannya selama beberapa
waktu. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah keseluruhan komposisi aromanya
benar-benar sesuai dengan selera.
Perbedaan top note, middle note,
dan base note terletak pada peran masing-masing dalam membentuk aroma parfum.
Top note memberikan kesan pertama yang biasanya segar dan ringan, middle note
membentuk inti karakter parfum, sedangkan base note menjadi fondasi aroma yang
berkembang lebih lambat dan umumnya bertahan lebih lama.
Ketiganya saling melengkapi untuk
menciptakan wangi yang memiliki karakter dan perkembangan tersendiri. Jadi, beri
waktu agar keseluruhan karakter wanginya berkembang sebelum menentukan pilihan.
Perbedaan Top Note, Middle Note, dan Base Note pada Parfum
Victoria’s Secret Angel Wings: Bukan Sekadar Sayap, Ini Rahasia di Balik Ikon Fashion Show!
Dari Seragam sampai Celana Tongkrongan, Ini Alasan American Drill Selalu Dipilih Sebagai Bahan Celana
Berapa Meter Kain Kafan yang Dibutuhkan untuk Satu Jenazah? Ini Perkiraannya!
Fantasy Bra: Ketika Bra Berubah Jadi Perhiasan Bernilai Rp800 Miliar
Whimsy dan Whimsygoth Fashion, Estetika Nyentrik yang Terinspirasi Dunia Fantasi
Kenapa Niche Bisnis Fashion Komunitas Lebih Menguntungkan? Ini Jawabannya!
LYCRA Kembangkan Spandeks Berbahan Nabati dan Teknologi Daur Ulang
Kok Ada Kain yang Adem di Kulit, tapi Bikin Gerah Saat Dipakai?
Transaksi Selesai Bukan Berarti Urusan Berakhir! Ini Pentingnya After Sales