Kebaya Rancongan adalah busana adat wanita Jawa Timur yang lekat akan budaya Madura. Kebaya ini dipakai berpasangan dengan setelan baju pria Pesa’an dengan ciri khas warna yang mencolok. Meski jarang terdengar, kebaya rancongan mampu memberikan elegansi serta keanggunan memikat hati.
Seperti apa keanggunaannya? Yuk,
mengenal lebih dekat tentang kebaya rancongan!
Kebaya Rencong memiliki akar yang dalam pada tradisi sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Madura. Istilah "rancong" berasal dari dari kata "roncong" yang berarti keris milik para bangsawan Jawa Timur . Kebaya ini merupakan salah satu jenis kebaya tradisional yang berasal dari Bangkalan, Madura dan bagi mereka kebaya ini adalah warisan kebudayaan.
Keindahan desainnya melambangkan keindahan serta keanggunan yang melekat pada tradisi masyarakat Jawa Timur. Hiasan bordir yang rumit menjadi ciri khas dari Kebaya Rancong.
Kebaya Rancongan juga mencerminkan martabat dan kebangsawanan, serta karakter orang Madura yang tegas, berani, dan terbuka dalam berpendapat. Potongan yang ketat di bagian badan juga melambangkan kepercayaan diri dan penghargaan terhadap keindahan bentuk tubuh wanita Madura. Warna cerah dan kontras melambangkan keberanian dan semangat untuk menonjol.
Selain itu, berikut ciri utama Kebaya Rancongan, busana anggun wanita Jawa Timur:
·
Warna:
Kebaya
Rancongan biasanya memiliki warna yang mencolok dan kontras, seperti merah,
hijau, atau biru, kata detik.com. Pemilihan warna ini dianggap
mencerminkan karakter orang Madura yang tegas dan berani.
·
Potongan:
Kebaya Rancongan memiliki
potongan yang ketat di bagian badan, mengikuti lekuk tubuh, yang melambangkan
kepercayaan diri dan penghargaan terhadap keindahan tubuh wanita Madura
·
Bahan:
Kebaya
Rancongan biasanya terbuat dari kain transparan, dengan dalaman yang berwarna
kontras dengan warna kebaya.
·
Setelan:
Kebaya
Rancongan biasanya dipasangkan dengan jarik batik, yang memiliki motif beragam
seperti tabiruan, storjan, atau lasem
·
Aksesoris
Agar kebaya
rancong terlihat lebih memukau saat dikenakan, para wanita biasanya menambahkan
beberapa aksesoris atau perhiasan yang terbuat dari logam mulia agar menambah
kesan anggun dan elegan. Beberapa contoh aksesoris diantaranya adalah anting, penggel,
gelang, cincin, kalung brondong, cucuk sisir dan cucuk dinar, yaitu hiasan
kepala berbentuk busur yang terbuat dari emas.
Kebaya Rancong sendiri memiliki
beberapa jenis motif yang dapat dilihat dari jenis bordirnya, Motif kebaya
rancong yang banyak digunakan adalah Motif Lasem dan Motif Tabiruan.
Bordir motif
lasem diadaptasi dari Jawa Tengah dengan unsur budaya Madura. Motif ini
menggabungkan beberapa elemen seperti daun, tumbuhan berbunga, dan hewan-hewan
kecil yang disusun secara geometris
Bordir motif tabiruan cenderung terlihat seperti tirai atau tabir. Motif ini biasanya terinspirasi dari elemen-elemen geometris yang terlihat seperti tirai yang bersambung.
Selain itu masih ada beberapa motif lain pada kebaya rancong, karena desainer mode saat ini cenderung mengkreasikan motif baru yang terlihat modern dan kontemporer pada kebaya tersebut.
Sejarah Revenge Dress, Gaun Ikonik Putri Diana yang Akan Kembali Dilelang
Baju Bekas Mau Dibuang? Jangan Asal Masuk Tempat Sampah!
Denim Crosshatch, Tekstur Silang yang Bikin Jeans Makin Berkarakter
Seberapa Canggih Racing Suit MotoGP? Ini Bahan dan Teknologi di Balik Baju Rider
Jangan Asal Pilih, Ini Kriteria Kain yang Cocok untuk Shibori!
Dari Celana Buruh Jadi Barang Mewah: Saat Calvin Klein Membawa Jeans ke Runway
Mengenal Jenis Table Linen dan Fungsinya
Kompor Minyak vs Kompor Listrik, Mana yang Lebih Praktis Untuk Membatik?
Yakin Rumah Udah Bersih? 8 Kain Ini Ternyata Menyimpan Jutaan Alergen Kalau Nggak Sering Dicuci!
Yves Saint Laurent: Sejarah, Identitas dan Perkembangannya Saat Ini