Pernah gak sih kamu datang ke acara
formal, udah pakai setelan jas super rapi, tapi pas ngaca rasanya ada yang
"ganjal" di bagian kaki? Atau sebaliknya, niatnya mau tampil santai
pakai celana chino, tapi sepatu kamu malah kelihatan terlalu kaku?
Bisa jadi, kamu salah pilih antara Oxford dan Derby.
Di dunia persepatuan klasik, dua
tipe sepatu ini sering banget dianggap kembar. Sekilas bentuknya mirip,
sama-sama dari kulit, dan sama-sama pakai tali. Tapi tahu gak? Salah pakai
salah satu dari mereka bisa bikin vibes
OOTD kamu langsung berubah drastis dari "keren banget" jadi
"salah kostum".
Biar gak blunder lagi, yuk kita
kupas tuntas bedanya Oxford vs Derby secara detail!
Si Ringan
yang Kaku: Apa Itu Sepatu Oxford?
Sumber: www.beckettsimonon.com
Kita mulai dari yang paling formal
dulu. Sepatu Oxford adalah standar emas-nya pakaian formal pria. Lahir (dan
populer) di kalangan mahasiswa Universitas Oxford sekitar tahun 1800-an, sepatu
ini dirancang untuk menggantikan sepatu bot tinggi yang ribet pada zaman dulu.
Ciri paling utama dari Oxford
adalah Closed Lacing System (Sistem
Talian Tertutup). Yakni bagian lubang tali sepatu (eyelet tabs) dijahit di bawah bagian depan sepatu (vamp). Jadi, saat talinya dikencangkan,
bagian lidah sepatu bakal tertutup rapat dan hampir gak kelihatan.
Desain ini memberikan siluet yang
sangat ramping (sleek), rapi, dan
minimalis. Karena siluetnya yang bersih inilah, Oxford dinobatkan sebagai
sepatu paling formal di kelasnya.
Si Kasual
yang Fleksibel: Apa Itu Sepatu Derby?
Sumber: holloshoe.com
Kalau Oxford adalah si anak rajin
yang selalu pakai dasi, Derby adalah saudaranya yang lebih santai tapi tetap
tahu cara berpenampilan rapi. Sejarahnya agak bergeser ke area berburu dan
olahraga di abad ke-19, di mana orang butuh sepatu yang lebih nyaman buat
bergerak.
Kebalikan dari Oxford, Derby
menggunakan Open Lacing System (Sistem
Talian Terbuka). Yakni bagian lubang tali sepatu dijahit di atas bagian vamp. Jadi, bagian samping sepatu bisa
terbuka lebar saat tali dilonggarkan. Lidah sepatunya pun terlihat jelas.
Karena konstruksi terbuka ini,
Derby punya ruang yang lebih fleksibel untuk punggung kaki. Efek sampingnya?
Tampilannya jadi terlihat sedikit lebih kokoh, chunky, dan memberikan kesan yang lebih kasual.
Perbandingan
Head-to-Head: Oxford vs Derby
Sumber: nextlevelgents.com
Biar makin jelas, mari kita bedah
perbedaannya lewat tabel ringkas ini:
|
Fitur |
Oxford
Shoes |
Derby
Shoes |
|
Sistem
Tali |
Closed
Lacing (Tertutup) |
Open
Lacing (Terbuka) |
|
Tingkat
Formalitas |
Sangat Tinggi (Formal) |
Sedang hingga Rendah (Semi-formal/Kasual) |
|
Siluet
Kaki |
Ramping, sleek,
minimalis |
Lebih lebar, kokoh, berisi |
|
Kenyamanan |
Kaku, pas di kaki ramping |
Fleksibel, cocok untuk punggung kaki tinggi |
|
Pasangan
Terbaik |
Tuxedo, Setelan Jas (Suit) |
Chinos, Denim, Blazer, Celana Bahan |
Kapan Harus
Pakai Oxford?
Jangan sekali-kali meremehkan
kekuatan Oxford. Sepatu ini adalah senjata utama kamu untuk acara-acara yang
menuntut kamu tampil flawless. Gunakan
Oxford saat kamu menghadiri:
·
Acara Black Tie
Wedding (Pernikahan formal)
·
Wawancara kerja di korporat besar
·
Pertemuan bisnis krusial atau gala dinner
·
Sidang skripsi atau kelulusan
Tips OOTD: Pasangkan Oxford hitam polos (Cap-toe atau Wholecut)
dengan suit warna gelap (hitam, navy, atau charcoal). Instan langsung kelihatan mahal!
Kapan Harus
Pakai Derby?
Kalau kamu tipe orang yang suka
gaya smart-casual—tetap rapi tapi gak
mau kelihatan kayak mau pergi ke kondangan tiap hari—Derby adalah sahabat
terbaikmu. Gunakan Derby saat kamu pergi ke:
·
Ngantor sehari-hari (terutama yang dress code-nya business casual)
·
Acara brunch
atau date di kafe estetik
·
Pernikahan konsep outdoor
atau rustic
·
Sesi nongkrong semi-formal
Tips OOTD: Pilih Derby berbahan suede warna cokelat atau tan.
Padukan dengan celana chino yang digulung sedikit di ujungnya, kemeja linen,
dan unstructured blazer. Santai, tapi
tetap ganteng maksimal.
Kesimpulan:
Jadi, Pilih yang Mana?
Sumber: shoebly.com
Pada akhirnya, gak ada yang lebih
bagus antara Oxford dan Derby. Kuncinya ada pada konteks acara dan kenyamanan kaki kamu.
Kalau kamu butuh sepatu yang
"aman" buat acara formal setahun sekali dan kaki kamu cenderung
ramping, belilah Oxford.
Kalau kamu butuh sepatu serbaguna
yang bisa dipakai kerja sekaligus nongkrong, plus punya punggung kaki yang
lebar atau tinggi, Derby adalah
pilihan yang gak bakal salah.
Sekarang, coba cek lemari sepatumu.
Kamu tim Oxford yang sleek atau tim
Derby yang fleksibel, nih?
Baca juga: Jangan Dipakai Setiap Hari! Ini 5 Alasan Kenapa Sepatu Kulit Perlu Diistirahatkan
Oxford Shoes vs Derby Shoes: Jangan Sampai Salah Pilih (Bisa Merusak OOTD-mu!)
Shoe Tree, Rahasia Sepatu Tetap Awet dan Terlihat Seperti Baru
Bukan Salah Mesin Cuci, Ini Alasan Kenapa Beberapa Jenis Kaos Lebih Cepat Melar
Misteri Terpecahkan: Kenapa Label Baju Sering Bikin Gatal? (Dari Kain Kaku Sampai Teknologi ‘Hilang’)
Rahasia Jemur Baju: Beneran Perlu Dibalik atau Cuma Mitos Netizen?
Bukan Sekadar Aturan, Ini 4 Alasan Kenapa Sepatu Sekolah Harus Hitam
Tips Styling Headscarf Aesthetic dan Anti-Geser
Jangan Asal Beli! Misteri Lubang di Pantat Blazer yang Bikin Kamu Kelihatan Rapi (atau Malah Aneh)
Kriteria, Fungsi, dan Rekomendasi Kain Furing untuk Busana Tailoring
Recycled Polyester, Solusi Sustainability atau Sekadar Tren?