Tidak semua pola pakaian harus
disatukan dengan benang dan jarum. Pada pakaian olahraga modern, konstruksi
busana justru bisa dibuat dengan teknik yang sambungan antarkomponen hampir tidak
terlihat. Dan hasilnya adalah pakaian yang mulus dan bebas jahitan serta mampu mengikuti
setiap gerakan tubuh. Teknik tersebut bernama bonded seam.
Tak seperti pakaian olahraga
biasa yang mengandalkan jahitan benang, bonded seam menggunakan perekat
khusus, panas, dan tekanan untuk menyatukan sambungan
antarkain. Teknologi ini banyak digunakan pada sportswear karena menghasilkan konstruksi
yang ringan dan nyaman. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang teknik ini!

Bonded seam adalah
teknik penyambungan dua potongan kain atau lebih menggunakan lem khusus atau film perekat aktif panas (heat-activated
adhesive film) yang dikombinasikan dengan mesin press bertekanan tinggi.
Dalam praktiknya, lapisan perekat
ditempatkan di antara bagian kain yang akan disatukan. Setelah itu, panas dan
tekanan diberikan dalam waktu tertentu hingga perekat aktif dan membentuk
ikatan di antara kedua material. Setelah proses selesai dan sambungan
mendingin, kedua bagian kain pun menyatu.
Fungsi benang disini digantikan oleh lapisan perekat yang bekerja di antara dua
material. Tapi, bukan berarti prosesnya sekadar menempelkan kain dengan
lem biasa. Ada perhitungan tertentu yang harus diperhatikan agar sambungan benar-benar
kuat dan mampu menahan daya tarikan selama pemakaian.

Kunci utama proses bonded seam
terletak pada kombinasi antara panas, tekanan dan waktu. Dimulai dengan
menempatkan dua bagian kain sesuai pola sambungan. Lalu, film perekat
diletakkan di antara kedua bagian tersebut. Setelah itu, material dipanaskan
menggunakan alat bertekanan khusus.
Panas membuat film perekat
melunak atau aktif sehingga dapat membentuk ikatan dengan permukaan kain. Sedangkan,
tekanan memastikan lem merekat di seluruh permukaan secara merata dan sambungan
dibiarkan mendingin hingga perekat kembali mengeras. Hasilnya berupa sambungan
kain yang tipis tanpa deretan benang seperti pada jahitan konvensional.
Meski terdengar sederhana,
pengaturannya tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap kain memiliki karakter
berbeda sehingga suhu, tekanan, dan lama pemanasan perlu disesuaikan. Jenis
serat, struktur kain, coating, hingga finishing pada permukaannya dapat
memengaruhi hasil akhir bonding.

Dibandingkan dengan jahitan
tradisional, bonded seam menawarkan keunggulan dari sisi fungsional
maupun estetika. Beberapa diantaranya yaitu:
Salah satu alasan bonded seam banyak digunakan pada
pakaian olahraga yaitu kemampuannya menghasilkan sambungan yang relatif datar
dan halus. Tidak adanya tonjolan benang atau lipatan kain yang tebal membuat
permukaan sambungan menjadi sangat halus. Ini mencegah iritasi atau lecet pada
kulit akibat gesekan saat bergerak.
Teknik ini tidak hanya membuat pakaian terasa nyaman,
tetapi juga mendukung estetika sportswear yang mengarah pada desain sederhana,
ringan, dan clean. Tanpa adanya
benang dan gundukan kampuh yang tebal membuat garis sambungan lebih bersih. Pakaian
pun jadi terlihat lebih minimalis dengan siluet yang lembut mengikuti bentuk
tubuh.
Pakaian olahraga harus mampu mengikuti tubuh, bukan justru
membatasi gerakannya. Karena itu, fleksibilitas menjadi salah satu pertimbangan
penting dalam menentukan konstruksi pakaian. Dan bonded seam mampu mewujudkan
semua itu. Sistem perekatan yang fleksibel mengikuti kelenturan kain sangat pas
jika dipadukan dengan material elastis seperti spandex atau jersey.
Karena tidak ada lubang bekas tusukan jarum, air tidak
akan mudah merembes melalui celah sambungan. Teknik sambungan lem panas ini mirip
dengan sistem seam sealing pada perlengkapan luar ruangan.
Meski demikian, bonded seam tidak otomatis
membuat sebuah pakaian menjadi waterproof. Tingkat perlindungan
terhadap air tetap bergantung pada jenis kain, coating, film perekat, desain
sambungan, dan kualitas proses bonding secara keseluruhan.
Teknologi bonded seam juga membuka peluang bagi
desainer untuk mengeksplorasi konstruksi pakaian yang berbeda dari pola jahitan
konvensional.
Garis sambungan dapat dibuat lebih minimal, sementara
beberapa bagian pakaian bisa dirancang tanpa kampuh jahitan yang terlihat
jelas. Hal ini memungkinkan terciptanya desain sportswear dengan karakter yang
lebih modern dan teknis.

Meski identik dengan produksi pakaian
olahraga, teknik penyambungan menggunakan perekat dan panas ini dapat digunakan
pada berbagai produk yang membutuhkan sambungan tipis, rapi, nyaman, atau
memiliki perlindungan lebih baik terhadap air.
Berikut beberapa produk yang juga
kerap dibuat dengan metode bonded seam:
Mengurangi risiko garis celana dalam terlihat (pantylines)
serta memberikan kenyamanan maksimal tanpa rasa gatal dari benang.
Legging, sports bra, dan baju lari sering
mengandalkan bonded seam agar atlet bebas bergerak tanpa gesekan.
Jaket gunung atau jas hujan menggunakan sistem rekat
serupa untuk memastikan air hujan tidak masuk lewat jahitan.
Pembuatan pouch atau tas teknis minimalis
memanfaatkan metode ini demi menciptakan tampilan modern yang bersih dan kedap
air.
Itu dia penjelasan tentang bonded
seam, mekanisme, serta keunggulan dan berbagai penggunaannya. Meski menawarkan
sejumlah kelebihan, tapi bonded seam tetap tak bisa menggantikan fungsi jahitan
pada semua jenis pakaian. Teknik ini hadir sebagai alternatif ketika sebuah
produk membutuhkan sambungan yang lebih tipis, rata, ringan, dan nyaman tanpa
mengorbankan fungsi utamanya.
Bonded Seam, Rahasia Dibalik Pakaian Olahraga Yang Mulus dan Bebas Jahitan
Evolusi Card Holder, Dari Kartu Nama ke Gaya Hidup Cashless
Kirain Nama Mas-Mas Jawa, Ternyata Raksasa Benang yang Memasok Baju di Lemari Kamu!
Bagaimana Kain Stretch Dibuat?
Fenomena “2026 is The New 2016,” Kenapa Gaya Satu Dekade Lalu Tiba-tiba Muncul Lagi?
Aturan Memakai Jas yang Benar, Pria Wajib Tahu, Nih!
Kembalinya Celana Capri: Dulu Dihujat Ketinggalan Zaman, Kenapa Sekarang Dipakai Semua Selebriti?
History Kemeja Profesional Legendaris, Hugo BOSS
Fashion Alternatif: Dari Pinggiran Jalan ke Etalase Brand Besar
Seam Allowance, Panduan Menentukan Lebar Kampuh pada Pakaian